Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Untuk pertama Kalinya


Bahkan hari ini, tepat 3 bulan Leticia berada di Jepang dan Miko tetap tidak berubah. Miko hanya mengirimnya pesan dan setelah Leticia menjawab Miko tidak akan lagi membalas pesannya.


Dan Leticia berada di titik lelahnya, ia merasa ia tidak diinginkan oleh siapapun. Ia merasa lelah terus merasakan kesepian dan sekarang dipikiran Leticia daripada Ia melakukan transplantasi hati yang memperpanjang hidupnya, ia lebih memilih melakukan kebalikannya dengan terus memperburuk kondisinya berharap kematian itu bisa secepatnya tiba, begitulah pikirnya.


Ia pernah menggantungkan harapannya pada Miko, walaupun Miko bersikap dingin. Tapi setidaknya ia berharap Miko mau berubah demi dirinya. Tapi ternyata, semuanya sia-sia harapannya terlalu tinggi, hingga ia jatuh dan merasakan sakit yang luar biasa hebat.


Bukan hanya itu saja, beberapa bulan lalu, saat Niko meninggalkannya sebulan dengan alasan perjalanan bisnis, Leticia harus menelan pil pahit kala ia mengalami keguguran dan kehilangan kandungannya.


Saat itu, kandungan Letisya masih sangat muda dan ia kehilangan kandungannya karena terlalu stress. Bagaimana tidak stres, Miko pergi selama satu bulan dan hanya beberapa kali mengirim kabar dan Leticia tidak berani menghubungi Miko terlebih dahulu.


Tentu saja sebagai seorang istri, Leticia merasa curiga dan khawatir, Itu sebabnya karena terlalu banyak pikiran Leticia harus kehilangan anak mereka.


Karena melihat respon Miko yang seperti itu, Leticia memutuskan untuk tidak memberitahu apa yang terjadi padanya tentang Ia yang keguguran. Jujur saja, saat itu Leticia takut melihat reaksi Miko ketika mendengar ia kehilangan kandungannya.


Ia takut, Miko tampak tak perduli dengan apa yang terjadi padanya, itu sebabnya sampai detik ini ia memilih merahasiakan semuanya bahwa ia pernah kehilangan anak mereka.


Dan sekarang terbukti, saat mengetahui tentang alasan Miko menikahinya. Leticia merasa bersyukur tidak memberitahukan tentang Ia yang pernah keguguran, bisa dibayangkan bagaimana saat itu Jika reaksi Miko biasa-biasa saja saat mengetahui kehilangan calon anak mereka. Tentu saja itu akan menambah rasa sakit di dalam diri Leticia.


••••


Miko menggoyangkan kepalanya ke sana kemari, keringat dingin sudah membasahi seluruh tubuhnya. “Leticia!” Jerit Miko, ia menjerit kemudian ia terbangun dari tidurnya. Rupanya ia mengalami mimpi buruk dan refleks ia langsung terbangun sambil menjerit karena ia bermimpi Leticia datang padanya bersimbah darah.


Miko pun bangkit dari duduknya, kemudian mengambil minum. Ini udah tiga bulan berlalu dan untuk pertama kalinya, ia benar-benar merasakan khawatir pada Leticia.


Miko pun mengambil ponsel, kemudian mengutak-atiknya. Lalu mencoba menelepon Leticia. Namun sayang, Leticia tidak bisa dihubungi, lalu ia teringat sesuatu Ia pun membuka kotak pesan, matanya membulat saat menyadari sesuatu, Leticia sudah tidak membalas pesannya yang ia kirim dua hari lalu.


Seketika rasa khawatir menderanya. Ia pun langsung menghubungi anak buahnya yang selama ini mengawasi Letisia. Namun lagi-lagi, Miko memejamkan matanya, ketika anak buahnya tidak mengangkat panggilan.


Wallau Ia mengutus seseorang untuk mengawasi Leticia. Tapi orang itu tidak pernah melaporkan apapun, dan Miko menganggap bahwa Leticia baik-baik saja.


tapi sekarang Entah kenapa ia merasakan khawatir yang luar biasa pada istrinya.


Tiba-tiba Miko terpikirkan sesuatu, Ia pun menelepon kampus tempat Leticia mengajar. Namun setelah mendengar balasan dari kampus tersebut, tubuh Miko dia mematung karena kampus tersebut mengatakan bahwa tidak ada nama Letisya di dalam daftar dosen pengajar di sana.


Karena faktanya Leticia memang tidak pernah menjadi dosen di sana, ia hanya itu menggunakan alasan untuk pergi ke Jepang.


Seketika itu juga Mikoooo ...


Miko bilang kalian harus komen 500 komen hahaha