Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Bersemu merah


“Ada apa kak?” tanya Gisel, raut wajahnya terlihat tegang saat Gabby bertanya padanya.


”Ayo duduk di sini sudah lama sekali tidak kita tidak berbicara-bincang,” balas Gabby. Ia menepuk sisinya kemudian Gissel langsung duduk disebelah Gabby. Lalu mengangkat kakinya dan merebahkan tubuhnya di sofa, dan menjadikan paha Gaby sebagai bantalan


Saat sang adik berbaring dengan berbantalkan pahanya, Gabby mengelus rambut Gisel. Tak lama, terdengar isakan kecil dari Gisel, begitupun Gabby, matanya sudah berkaca-kaca..


Semenjak Stuard dan Simma meninggal, ketiga adik kakak itu jarang sekali menghabiskan momen bersama Gabriel di Rusia, Gisel di Swiss dan Gaby di Polandia, mereka mempunyai tanggung jawab masing-masing hingga mereka jarang sekali menghabiskan waktu bersama.


“Aku merindukan Mommy dan Daddy," lirih Gissel dengan suara yang berat. Gabby menghapus sudut matanya yang berair. Ia tidak menjawab, ia hanya terus-menerus mengelus rambut adiknya.


Kehidupan Gissel pun sama beratnya, Gisel harus diam di Swiss seorang diri dia sibuk mengurus perusahaan yang di tinggalkan Stuard hingga Gisel tidak punya waktu untuk dirinya sendiri.


Setelah cukup lama terdiam, Gisel menghapus air matanya. Kemudian ia melihat ke arah Gabby. “Kak, Ayo kita pulang ke Rusia. Aku ingin pergi ke makam Mommy dan Daddy. Tapi aku juga tidak sanggup jika harus pulang sendiri," katanya Gissel.


Gabby mengangguk-anggukan kepalanya. “Jika Laura dan Naura sudah pulang, ayo kita pulang ke Rusia,” kata Gabby. Karena Gabby sudah menjelaskan semuanya pada Gisel, tentang Nael.


Tiba-tiba Gabby terpikirkan sesuatu. “Gissel, kau tidak ingin menikah atau kau tidak mempunyai kekasih atau kau tidak mempunyai lelaki yang kau suka?”


Gissel tampak terdiam. “Ada, tapi aku tidak bisa menggapainya, karena jika aku memaksakan perasaanku, semua akan terluka termasuk kau, Kak.” Sayangnya Gisel hanya mampu menjawab pertanyaan Gabby dalam.


Gisel tahu ini salah, karena mencintai mantan kakak iparnya yang telah menghianati kakaknya dan Gisel tahu cintanya takkan terbalas sampai kapanpun. Apalagi arsen sudah memiliki kekasih.


Tapi bukankah cinta bisa datang tanpa diminta dan pada siapa saja? Saat Gisel terpuruk karena kedua orang tuanya meninggal dan saat Giseel lelah dan penat menghadapi perusahaannya, datang Arsen membantunya dan selalu menenangkannya.


Walaupun perhatian Arsen tidak berlebihan dan Arsen hanya memberikan perhatian kecil tapi perhatian kecil itu menjadi besar, dikala Gisel telah merasakan terpuruk hingga benih-benih cinta itu tumbuh di hati Gisel.


“Kenapa, apa kau sedang dekat dengan seseorang?” tanya Gaby ketika Gissel menggeleng.


“Tidak, aku tidak dekat dengan siapapun. Entahlah mungkin ka Gabriel akan menjodohkanku dengan rekan bisnisnya," jawab Gissel sambil terkekeh, karena memang beberapa waktu lalu,Gabriel sempat ingin memperkenalkan Gisel pada rekan bisnisnya


Setelah berbincang-bincang, Gisel kembali ke kamarnya begitupun Gabby yang juga kembali ke kamarnya. Gaby membaringkan tubuhnya di ranjang, beberapa kali ia mencoba tertidur. Tapi tak bisa, karena rasanya sungguh aneh ketika tidak ada Laura dan Naura.


Tak lama, ponsel Gabby berdering, satu panggilan video masuk dari Nael, membuat Gabby mengerutkan keningnya. Tapi tak urung Gaby mengangkat panggilan dari Nael.


“Why?” Tanya Gabby saat mengangkat panggilan dari Nael.


“Kau pasti tidak bisa tidur kan?” tanya Nael Gabby mengangguk. “Cepat kembalikan anak-anakku. Aku tidak bisa jauh dari mereka," jawab Gabby.


“Mereka juga anak-anakku," jawab Nael sambil tertawa. Seketika Gabby terdiam. Saat mendengarkan ucapan Nael, mata Gabby kembali berkaca-kaca. Rasa haru menyeruak dalam dada saat Nael mengucapkan Laura dan Naura adalah putrinya juga.


Nael yang mengerti apa yang dipikirkan Gabby, langsung mendekatkan wajahnya kemudian mencium layar ponselnya, seolah dia sedang mencium Gabby dan membuat mata Gabby membulat. Seketika Gabby langsung mematikan panggilan video dari Nael.


“Apa-apaan!” dia kata Gabby. Namun wajahnya sangat berbinar.


Gens 2 bab lagi menyusulya, otornya gantuk hahaha


Semangat lagi turun gara2 komemnnya sepi banget


yu gas komen