Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Semua Sudah Tahu


Mobil berjalan dengan kecepatan sedang, Gabby memegang tab di tangannya, kemudian memeriksa data anggaran yang selama ini, dipegang oleh Arsen.


Saat ini Gabby sedang berada di mobil, ia meminta supir mengantarnya, ke Firma hukum milik ayahnya, yang selama ini dikelola oleh Arisen.


Wajah Gabby berubah menjadi tegar, raut wajahnya tampak serius dan begitu dingin. Gabby seperti bukan Gabby yang beberapa waktu lalu menangisi penghianatan suaminya. Kali ini, Gabby berubah menjadi wanita yang kuat, walaupun hatinya begitu rapuh.


Tapi, ia harus melakukan ini secepatnya, sebelum kedua orang tuanya pulang dari dari luar negeri. Ia benar-benar ingin, tanpa campur tangan ayahnya, Hingga rasanya, Arsen akan kesulitan bernafas. Tentu saja, Gabby akan melakukannya pada Kristine juga.


Jika ayahnya tau, ayahnya takan membiarkan Gabby membalas Arsen, karena ayahnya akan membalas Arsen dengan tangannya sendiri. Jadi, untuk sementara waktu, Gabby harus menutupi ini dari ayahnya.


Mungkin orang lain, akan menyarankan Gabby untuk mengikhlaskan semua. Tapi tentu saja, Gabby tidak akan mengiklaskan semua begitu saja. Dia adalah Gabby Josepin, wanita yang cerdas, penyabar dan penyayang. Tapi ketika Hatinya sudah terusik. Maka, tidak ada kata ampun apalagi untuk lelaki yang selama 13 tahun ini ia percaya..


••••


Semua staff, sedang menjalankan tugasnya dan pekerjaannya masing-masing. Seperti biasa, kantor tanpa hening ketika jam bekerja.


Tiba-tiba, terdengar suara bel berbunyi. Pertanda mereka harus keluar dan menunggu di lobby, karena biasanya, bel itu akan berbunyi ketika Stuard datang ke kantor tersebut.


Tak butuh waktu lama, semua karyawan sudah berkumpul di lobi dan berjejer rapih. Dan tak lama, terlihat mobil mewah yang berhenti di depan kantor. Mereka pikir, itu adalah Stuar, komisaris utama di di Firma hukum tersebut. Tapi ternyata salah.


Mereka menatap takjub pada seorang Gabby Josephine, wanita yang mereka ketahui adalah putri dari pemilik Firma hukum dan istri dari seorang direktur utama.


Gabby keluar dari mobil, tampilan Gabby Begitu memukau, terlihat simpel namun glamour. Ia masuk kedalam kantor, dengan menantang tas dan juga tab.


Saat masuk, semua menunduk hormat pada Gabby, kemudian Gabby menghentikan langkahnya saat ia melewati tubuh salah satu staff. “Tolong kumpulkan semuanya di ruang meeting!” titah Gabby pada Staf tersebut. Setelah mengatakan itu, Gabby melanjutkan langkahnya lagi. Dan menuju ruangan Staf.


Gabby menghentikan langkahnya ketika melihat Kristine tertunduk, Gabby melihat Kristine dari bawah sampai atas, meneliti penampilan Kristine yang tampak lusuh. Bagaimana tidak, Gabby sudah merusak semua baju Kristine dan make up Kristine. Hingga Kristin, tampil apa adanya.


Semua staf menatap bingung pada Gabby yang berhenti di depan Kristine, tentu saja ekspresi Gabby tak lepas dari seluruh staf. Dan tak lama, semua Staf, mengalihkan tatapannya ke arah Kristine.


Mereka bingung saat melihat Kristine tertunduk, mereka juga heran kenapa tampilan Kristine berubah. Padahal, jika pergi ke kantor Kristin akan memakai tampilan yang glamour. Tapi kali ini, Kristine memakai pakaian yang bisa disebut bukan pakaian kantor.


Gabby, tersadar, kemudian melihat sekelilingnya. Ternyata, para staf sedang melihatnya. Ia pun kembali berbalik, kemudian segera melanjutkan langkahnya untuk ke ruangan Arsen untuk memeriksa sesuatu.


“No-Nona Gabby!” panggil Kristin terbata-bata Ia akan memohon dan mengiba, agar Gabby mencairkan uang yang ada di rekening miliknya, karena ia tidak punya lagi uang untuk bertahan hidup, sedangkan waktu menerima gajih pun masih lama.


“Masuk!” titah Gabby. Ia tak ingin ada yang mendengar percakapannya dengan Kristine.


•••


Saat masuk, Kristine langsung berlutut di hadapan Gabby, sedangkan Gabby langsung berdiri sambil menyilangkan kakinya, dan memainkan jari-jarinya.


belum Kristine berbicara, pintu kembali terbuka.


“Kakak!” panggil Yoshi, adik perempuan Arsen yang masuk secara tiba-tiba ke ruangan Arsen.


Yossi langsung menghentikan ucapannya, ketika melihat Gabby dan ketika melihat Kristin. Mata Yosi membulat, saat melihat Kristine sedang berlutut di hadapan Gabby.


Gabby melihat Yossi, kemudian menatap ekspresinya lekat-lekat dari cara Yosi melihat Kristin, Gabby tahu, Yoshi sudah mengetahui perselingkuhan Arsen dan Kristine.


“Ada apa? kenapa kau kemari?" tanya Gabby dengan dingin, membuat Yoshi tersadar, ia langsung mengerutkan keningnya, ketika melihat Gabby yang berbeda. Biasanya, kakak iparnya ini akan sangat baik kepadanya. “Aku ingin menemui kak Arsen," jawab Yosi terbata-bata.


“Dia tidak ada, untuk apa kau menemuinya?” tanya Gabby lagi. “Kartu kreditku diblokir, dan tidak bisa dipakai. Aku ingin menanyakannya Kenapa kaka memblokir kartuku."


“Aku yang memblokir kartumu. Sekarang, ikut berlutut seperti dia, maka akan aku berikan kartu kreditmu!” titah Gabby lagi membuat mata Yoshi membulat.


“berlutut?” uang Yoshi dengan tak percaya. Gabby menggangguk. Tak lama, pintu kembali terbuka, Arsen masuk dengan nafas terengah-engah, ia terperanjat kaget saat melihat Yoshi ada di kantornya, terlebih ada Kristin yang sedang berada di depannya


Hati Gabby memanas, saat melihat adik dan kakak tersebut. Jika Yoshi sudah tahu perselingkuhan Arsen, sudah dipastikan, kedua mertuanya sudah tahu perselingkuhan Arsen Tentu saja itu menambah Gabby semakin murka.


“Ga-Gabby!” panggil Arsen terbata-bata.


Kemarin komennya dikit banget jadi ga semangat, yuk gas lah komen biar semangat