
Miko turun dari mobil, kemudian ia langsung berjalan ke arah hotel. Namun, ketika ia akan masuk, ia menghentikan langkahnya ketika melihat Leticia turun dari lift.
Secepat kilat, Miko pun langsung kembali berbalik. memutuskan untuk menunggu di depan mobil, ia ingin terlihat keren di depan istrinya. Saat melihat Leticia keluar, dia bersedekap kemudian ekspresinya menjadi dingin.
Namun, saat melihat Leticia berjalan sambil berbincang dengan lelaki,.Miko menekuk wajahnya. Entah kenapa, rasanya begitu panas ketika Leticia akrab dengan lelaki lain..Padahal selama setahun ini, Leticia begitu dingin padanya.
Leticia menghentikan langkahnya ketika melihat suaminya ada di depannya, ia menutup mulut menahan tawa, karena melihat wajah Miko yang cemberut.
Mati-matian Leticia menahan agar tak tersenyum, ketika melihat Miko ada di depannya, karena faktanya Leticia memang sengaja memancing Miko sekaligus membuktikan bagaimana perasaan Miko padanya.
Jika memang Miko mencintainya dan mau berubah untuknya, Miko akan menyusulnya ke Maldives. Tapi, jika tidak berarti perjuangannya selama setahun ini sia-sia.
Dan Leticia bersyukur, ternyata harapannya terkabul..Miko menyusulnya ke Maldives, itu berarti Apa yang dilakukan Miko selama ini bersungguh-sungguh.
“Ekhem!” Miko berdehem, menyadarkan Leticia yang sedang menatapnya. Hingga Leticia tersadar.
“Kenapa kamu menyusulku ke sini?” tanya Leticia berpura-pura gugup. Padahal Ia ingin berteriak sekencang-kencangnya dan ingin berhambur memeluk Miko. Tapi tentu saja dia tidak akan melakukan secepat itu, dia harus melihat perjuangan Miko yang lain.
Miko menegakkan tubuhnya, kemudian menghampiri Leticia. “Leticia dia siapa?” tanya Ryuji, teman yang juga menjadi dosen di kampus yang sama.
Miko mengulurkan tangannya, kemudian memperkenalkan dirinya sendiri tanpa diperkenalkan oleh Leticia.
“Leticia, Kau sudah mempunyai suami. Bukankah kau bilang kau masih lajang?” tanya Ryuji bertubi-tubi, membuat mata Miko membulat. Kekesalan jelas tercetak wajahnya. Dan langsung menoleh ke arah ratisia dengan tatapan marah.
Leticia yang ditetap oleh miko bukannya gentar, malah semakin senang ketika melihat wajah Miko yang berubah. Sekarang, ia yakin Apa yang diucapkana Miko Minggu lalu benar-benar kenyataan, dimana Miko untuk pertama kalinya mengakui perasaannya
Bahwa Miko mulai mencintainya dan merindukannya dan sekarang ia bisa melihat dari tatapan Miko. Mendengar ucapan Ryuji Miko langsung merangkul tubuh Leticia, lalu mendekatkan tubuhnya hingga kini tidak ada jarak di antara ia dan Letcia.
“Maafkan istriku, dia memang suka bercanda Kalian mau ke mana?” tanya Miko, berusaha setenang mungkin.
“Ryuji, kau duluan saja, sepertinya aku tertinggal sesuatu di kamar!” kata Leticia, Ryuji pun mengangguk. Miko melepaskan rangkulannya kemudian menatap Leticiam
“Kau bisa menjelaskan ini?” tanya Miko, wajahnya terlihat kesal.
“Apa? memangnya aku harus menjelaskan apa?” tanya Leticia, ia merubah mimik mukanya menjadi acuh. Padahal, ia ingin sekali tertawa melihat ekspresi Miko
“Ayo kita ke kamarku!” kata Leticia, Ia pun berbalik mendahului Miko untuk berjalan masuk kembali ke dalam hotel. “Tunggu, bukankah dia harusnya dia menjelaskan padaku. Lalu kenapa dia pergi begitu saja!” Gerutu Miko saat Leticia sudah berbalik. Namun tak urung, ia mengikuti langkah istrinya untuk masuk kedalam hotel.
“Kau benar-benar luar biasa Leticia, kau mengaku lajang padahal suamimu masih hidup!” gerutu Miko setelah mereka ada di lift, sedangkan Leticia tampak acuh, padahal mati matian ia menahan tawanya. Rasanya begitu lucu ketika mendengar Miko menggerutu, apalagi selama ini, Miko selalu bersikap dingin dan tak pernah berekspresi.
Scroll gengs.