
“Arsen kau tidak apa-apa?” Nael terus bertanya keadaan Arsen, karena ia melihat wajah Arsen yang benar-benar pucat
Arsen yang sedang duduk menoleh kearah Nael
“Kau cerewet sekali. Memangnya aku kenapa. Jika aku sakit, aku akan datang ke rumah sakit bukannya kemari,” balas Arsen dengan wajah yang terlihat menyebalkan membuat Nael berdecih.
“Terserah kau saja. Ada pelayan di sini, jika kau butuh sesuatu minta saja padanya. Aku akan bermain dengan kedua putriku,” ucap Nael. Arsen menganggukan kepalanya. Setelah itu, Nael berbalik.
Setelah Nael pergi, Arsen mengadakan kepalanya ke atas, seluruh tubuhnya terasa nyeri. Nafasnya mulai tersendat-sendat.
Mungkin di luar, Arsen terlihat baik-baik saja. Tapi sebenarnya, dia sedang tidak baik-baik saja, Ia hanya mencoba untuk tetap terlihat baik. Mental Arsen pun sebenarnya tidak sekuat yang terlihat.
Lelaki itu begitu rapuh dan ia ingin menyerah dengan semuanya. Hanya saja, setiap ia ingin menyerah. Ia selalu teringat wajah Giseel, wanita yang ia cintai. Ia akan benar-benar pergi dan menyerah ketika Gisel sudah mendapat pria yang tepat.
waktu menunjukkan pukul 7 malam Nael selesai memasak. Ya, kali ini iq memasak dengan tangannya sendiri. Ia ingin kedua putrinya mencicipi makanan buatannya.
Setelah selesai, Nael langsung keluar dari area dapur. Kemudian ia langsung menyusul kedua putrinya yang sedang ada di kamar.
“Laura ... Naura!” panggil Nael. Laura dan yang sedang bermain boneka menoleh, membuat Nael mengerutkan keningnya, Saat melihat kedua putrinya tampak murung. Padahal tadi sebelum memasak, kedua putrinya tampak ceria.
Nael mendudukan diri di lantai, ia bersila di tengah-tengah Laura dan Naura.
“Kenapa kalian murung?” tanya Nael dengan lemah lembut. Ia mengelus rambut Laura dan aura secara bersamaan.
“Laura apa besok benar hari ulang tahun Mommy?” tanya Nael. Laura mengangguk.
“Besok hari ulang tahun Mommy. dan Kami rindu Mommy,” balas Laura dengan nada sendu. Ia mengalihkan tatapannya pada Naura.
Nael mengangkat tubuh Naura dan mendudukannya di paha kirinya. Lalu mengangkat tubuh Laura hingga kini kedua anak kembarnya duduk di pangkuannya.
Tentu saja Naura dan Laura terkejut dengan apa yang dilakukan sang ayah.
“Naura, bukankah kau udah memaafkan Daddy? kenapa kau tidak melihat ke arah Daddy?” Naura mengangkat kepalanya.
“Aku ingin pulang. Aku ingin mempersiapkan pesta kecil untuk Mommy,” kata Naura. Nael menghela nafas kemudian menghembuskannya. ia sudah berhasil mendapatkan hati kedua anaknya, dan ia rasa mungkin ini waktu yang tepat untuk mengajak Naura dan Laura untuk pulang.
“Baiklah, kita akan pulang sebentar lagi dan menemui Mommy,” kata Nael.
“Benarkah?” Naura dan Laura tampak semangat.
Nael mengangguk. “Kita makan dulu. Setelah itu, kita bersiap untuk pulang bertemu Mommy.” setelah itu Laura dan Naura pun turun dari pangkuan Nael, begitupun Nael yang bangkit dari lantai.
“Daddy, menunggu kalian di bawah!”
Saatnya Nael sudah keluar. Laura dan Naura langsung melakukan tos karena faktanya mereka berbohong. Sebenarnya Gabby tidak berulang tahun, mereka hanya ingin keluar dari tempat itu. alhasil mereka berpura-pura mengatakan bahwa Gabby berulang tahun dan cara mereka berhasil, akhirnya sang ayah membawa mereka untuk pulang dan keluar dari villa yang selama ini mereka tempati.