Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Bingung


Leticia mengerjap, Ia membuka matanya kerongkongannya terasa panas. Ia benar-benar merasakan haus yang luar biasa. Tak lama, rasa hausnya berganti dengan rasa bingung.


Otaknya kosong seketika saat tubuhnya terasa kaku, matanya melihat ke arah atas ia mencoba mengingat apa yang sebenarnya terjadi, karena jujur saja pikirannya benar-benar kosong dan Ia tidak mampu mengingat apapun. Tak lama, aroma obat menguar di hidungnya dan ia pun tersadar bahwa ia sedang berada di rumah sakit.


Ia menundukkan pandangannya ke bawah, ternyata seluruh tubuhnya sedang dipasangi alat-alat. Nafas Leticia tersendat, tiba-tiba ia merasakan kesakitan di seluruh tubuhnya.


“Kenapa aku ada di sini,” ucap Leticia, dan sedetik kemudian ia mengingat bahwa sebelum ia tak sadarkan diri, Ia meminum obat tidur dengan obat yang diresepkan Mona dan juga memakan junk food. dan setelah itu ia ingat tubuhnya merasakan nyeri yang luar biasa hebat dan pada akhirnya ia tak sadarkan diri.


“Leticia ....” Tiba-tiba, suara Miko menyadarkan Leticia dari lamunannya, hingga melihat ke arah samping dengan ujung matanya.


“Apa Aku sedang bermimpi?” Leticia membatin dalam hati saat mendengar Miko memanggilnya.


Darah seakan kembali mengaliri wajah Miko saat melihat Leticia yang sudah membuka matanya. Sedari tadi, sebelum Leticia sadarkan diri Miko melalui waktu dengan penuh ketakutan, ia seperti berada dalam neraka karena menunggu Leticia sadarkan diri. Ia benar-benar mengutuk dirinya yang egois dan setelah Leticia sadar, ia langsung bangkit dari duduknya kemudian menghampiri Leticia.


“Seebentar aku akan panggilkan dokter dulu!” kata Miko.


“Kenapa dia tanpa khawatir, aku pasti hanya bermimpi.” Leticia membatin saat melihat wajah Miko yang terlihat cemas, dan jujur saja ia belum mengerti dengan apa yang terjadi padanya.


3 minggu kemudian


Ini sudah 3 minggu berlalu semenjak Leticia menjalani operasi, tidak ada yang berubah dalam hubungan Miko dan Leticia. Tapi setidaknya selama 3 minggu ini Miko bener-bener menjaga Leticia dan Leticia terkadang menerima apa yang Miko lakukan dan terkadang juga menolak ketika Miko membantunya.


Leticia marah pada Miko, karena Miko malah menyetujui operasi. Padahal, selama 3 bulan ini, ia sudah berusaha untuk memperpendek hidupnya. Tapi, suaminya malah datang bagai pahlawan kesiangan.


“Baik, Dok! terimakasih,” ucap Miko, kemudian


ia bangkit dari duduknya lalu langsung keluar dari ruangan dokter. Ia baru saja selesai berkonsultasi dengan dokter tentang keadaan Leticia dan besok Leticia sudah di diperbolehkan untuk pulang.


3 minggu ini, Miko belum banyak mengajak Leticia berbicara, ia juga belum membahas tentang Leticia yang keguguran. Sejujurnya ia bingung bagaimana memulai semuanya.


Tapi satu yang Miko syukur, Ia juga berhasil untuk melarang Mona memberitahukan Greey yang sebenarnya.


Walaupun bagaimanapun dia belum siap untuk menghadapi Ayah mertuanya, selama ini Greey sudah sangat percaya pada Miko, hingga Greey tidak mengawasi lagi putrinya. Itu sebabnya sampai sekarang, Greey belum tau keadaan putrinya.


Miko bukan tipe lelaki banyak bicara, ia lebih banyak melakukan tindakan daripada banyak berbicara. Itu sebabnya, selama 3 minggu ini ia hanya bisa mengurus Leticia dengan baik. Dan sekarang, Setelah dari ruangan dokter Miko langsung pergi ke ruang rawat Leticia.


Miko membuka pintu, ternyata Leticia sedang duduk sambil menyadarkan tubuhnya ke belakang dan tepat ketika Miko masuk, Leticia menoleh sekilas, kemudian ia menatap lagi ke depa


Miko berjalan ke arah berangkar,.kemudian ia mengambil nampan dari atas nakas. Lalu ia menghampiri Leticia. “Ayo makan, aku akan menyuapimu!”


“Aku akan makan sendiri,” jawab Leticia, Miko pun menggangguk, kemudian ia langsug memberikan nampan pada Leticia. Seperti itulah mereka selama 3 minggu ini, tidak pernah ada pembicaraan yang lebih lanjut. Jika Leticia menolak, Miko tidak akan lagi membujuk istrinya. Miko benar-benar bingung harus memulai semuanya dari mana.


Scroll gengs