
“Aaaa!” pekik Giseel, saat ada yang memeluknya dari belakang. Saat Gisel, berteriak Arsen langsung mematikan shower, hingga Gisel langsung mengusap wajahnya dan berbalik.
“A-arsen,” ucap Gisel terbata-bata, matanya membulat. Seketika Gisel menutup dadanya sendiri karea terkejut dengan kehadira Arsen, Arsen menghimpit tubuh Gisel, kemudian ia menarik pinggang Gisel lalu mencium bibir istrinya.
“Are you ready?” tanya A-arsen.
“Apa maksudmu?” tanya Gisel dengan terbata-bata, ia begitu gugup. Padahal, selama ini ia yang menginginkan hal tersebut. Tapi ketika Arsan sudah mau melakukannya, ia sendiri yang gugup.
Arsen semakin menghimpit tubuh Gisel, hingga kegugupan Gisel semakin bertambah. “Kita akan memulai apa yang tertunda!”
Helaan nafas terlihat dari wajah Gisel, “Arsen, jangan memaksakan dirimu!” kata Gisel, nadanya terdengar sendu. “Aku tidak apa-apa menunggu sampai kau siap,” ucapnya lagi, ia takut Arsen terpaksa melakukan ini.
Arsen menggeleng, Aku tidak mau menundanya, “Aku tidak ingin terus terjebak dalam ketakutan,” ucapnya lagi dan aku rasa kita tidak perlu menunda apapun,” jawab Arsen dengan meyakinkan.
Saat mendengar ucapan suaminya, seketika Gisel langsung mengalungkan tangannya ke leher Arsen, dan Arsen pun langsung menyerang bibir Gisel, Ciumann yang awalnya lembut, berubah menjadi ciumann yang panas dan menuntut.
Setelah berciumann cukup lama, Arsen menjauhkan wajahnya dan mereka pun langsung menghirup udara sebanyak-banyaknya. Arsen menempelkan keringnya di kening Gisel, kemudian mereka tertawa secara bersamaan. Entah apa yang mereka tertawakan.
“Aku tidak ingin memulainya di sini!” kata Arsen, ia mengambil handuk lalu mengelap tubuh Gisel dan tubuhnya. Setelah itu, ia memangku Gisel di depan, dan keluar dari kamar mandi.
Setelah keluar dari kamar mandi, Arsen langsung membaringkan tubuh Gisel di ranjang, dan ia pun langsung menindihh tubuh istrinya, ia mulai mencium bibir Gisel, lalu yang memanjakan Gisel dengan lidahnya, hingga membuat Gisel, meminjamkan matanya, seraya menekan kepala Arsen agar melakukan lebih dalam.
“Aku masih Vir ... ” mata Arsen membulat saat mendengar ucapan Gisel
“Gisel kau masih virginn?” tanya Arsen, Gisel menggangguk dengan malu-malu, wajah Arsen berbinar, terlihat jelas bahwa ia begitu senang
“thank you, baby. Kau boleh menggigitku jika kau kesakitan,”ucap Arsen, Gisel menggangguk dan tibalahArsen mendapatkan haknya.
ini sungguh luar biasa gila baginya. Ia benar-benar seperti terbang saat menerobos milik Gisel, begitu pun Gisel yang berteriak, ia merasa tubuhnya terumbang ambing, karena milik Arsen begitu membuatnya gila.
Dan akhirnya, setelah melewati waktu yang cukup lama, tubuh mereka menyatu dan detik kemudian, Arsen langsung menyerang Gisel secara membabi buta. Walau bagaimanapun, selama 10 tahun ini Arsen sudah berpuasa dan ketika berbuka,nia mendapatkan Gisel yang masih suci.
Arsen menggulingkan tubuhnya ke bawah, ia mengatur nafasnya, sedangkan wajah Gisel terlihat kuyu, bahkan hampir terpejam, Bagaimana tidak ... Arsen benar-benar tidak berhenti dan tidak memberikan waktu Gisel untuk beristirahat.
Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, Minggu demi Minggu, bulan demi bulan dan tahun demi tahun, tak terasa hari ini usia pernikahan Gisel dan arsen sudah menginjak ke tahun ke-4.
Arsen memutuskan untuk berhenti menjadi pengacara, begitupun Gisel yang tidak ingin terlibat lagi dengan perusahaan, ia ingin menjadi rumah tangga biasa, sehingga arsen dan Gisel selalu menghabiskan waktu berdua setiap hari.
Scroll gengs