Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Rencana yang Gagal


Gengs maafin baru update ya.


Jonathan keluar dari mobil. Lelaki itu tampak gagah membuat beberapa pasang mata menatap kagum padanya seperti biasa.


Jonathan masuk ke dalam ruangannya kemudian membuka jas lalu mendudukkan diri di kursi kerja. Ekspresi sumringah tercetak jelas di wajah pria itu, sebab besok dia akan menyusul Shakira ke Afrika untuk menjemputnya mengingat sebentar lagi kontrak wanita itu pun berakhir.


Jonathan menyandarkan tubuhnya ke belakang. Lelaki itu mengutak-atik ponsel lalu membuka galeri, di mana terdapat banyak sekali foto Shakira yang dikirimkan oleh temannya yang berdinas di rumah sakit yang sama.


'Menggemaskan sekali,' batin Jonathan.


Jonathan benar-benar hanya terpikat pada satu wanita saja, yaitu mantan istrinya.


***


Jonathan turun dari pesawat. Lelaki itu begitu bahagia ketika akhirnya sampai di Afrika. Dia sengaja datang tanpa memberitahu Shakira.


Jonathan tersenyum saat melihat teman Shakira yang menjemputnya di bandara dan bahkan memberikan kunci rumah dinas wanita itu.


Lalu sekarang, di sinilah Jonathan berada, yakni rumah dinas Shakira yang tidak terlalu besar tapi juga tidak kecil. Cukup untuk ditempati seorang diri.


Jonathan masuk ke dalam, ternyata isinya sangat sederhana. Tidak ada sofa dan hanya tersedia tikar juga perabotan rumah yang sederhana. Melihat ini, entah kenapa membuat diia bersyukur pernah memiliki Shakira walaupun sekarang mereka tak lagi terikat sebuah hubungan.


Jonathan kembali melangkah kemudian mengedarkan pandangan ke sekelilingnya. Dia kini melihat jam di pergelangan tangan membuatnya menyadari bahwa sebentar lagi Syakira pulang.


Menurut penuturan temannya, Shakira jarang sekali makan setelah pulang praktek karena wanita itu malas memasak. Lalu sekarang, Jonathan berniat memasak untuk wanita itu dengan bahan-bahan yang sudah dia di supermarket sebelum tiba di sini.


Senyum tak henti-hentinya mengembang menghiasi wajah Jonathan. Lelaki itu begitu bahagia ketika memasakkan makanan untuk Shakira. Dia ingat betul bahwa wanita itu sangat menyukai steak buatannya, walaupun makanan itu begitu mudah dibuat dan hanya tinggal dipanggang.


Shakira menggosok matanya berulang kali. Dia menatap ke depan dengan sorot tak percaya. Bagaimana mungkin ada Jonathan di sini? Dalam keadaan sedang memasak pula.


'Tidak, pasti aku hanya bermimpi,' batin Shakira.


Tak lama, Jonathan menoleh membuat tatapan kedua orang yang saling merindukan itu, terkunci dalam garis lurus.


"Jonathan," panggil Shakira.


Jonathan tersenyum pada Shakira yang hanya terdiam tak bereaksi. Dia menatap pria itu dengan sorot seakan dia tidak nyata.


Jonathan keluar dari area dapur kemudian melangkah mendekati Shakira yang kini mendongak dan menatap wajahnya.


"Jonathan, apa kau nyata?" tanga Shakira yang masih belum percaya.


Bagaimana mungkin Jonathan tahu tempat tinggalnya?


Jonathan mengelus rambut Shakira dan seketika itu juga, dia tersadar bahwa kehadiran pria ini memang nyata.


"Aku tidak mempunyai kuota untuk mengirim pesan, jadi aku langsung terbang ke sini," jawab Jonathan.


Namun, Shakira menghentikan tawa ketika Jonathan tiba-tiba mengecup bibirnya. Wanita itu mengalungkan tangan pada leher pria itu kemudian membalasnya dengan bahagia.


Jonathan menggendong Shakira lalu membawanya ke kamar. Kedua insan itu larut, hingga pada akhirnya Jonathan membaringkan tubuh Shakira di ranjang.


"Jonathan," panggil Shakira ketika Jonathan berada di atasnya.


"I miss you, Baby."


"I miss you too."


Shakira terlarut dalam tatapan tulus Jonathan. Dia menatap wajah mantan suaminya lekat-lekat kemudian mengelus pipi pria itu yang pernah membuatnya terluka meski di sisi lain juga membahagiakannya.


"I love you, Jonathan."


Bagaikan bunga layu yang disiram, hati Jonathan begitu mekar ketika mendengar itu. Seketika dia menarik tengkuknya dan mereka pun memulainya.


Namun, saat kegiatan akan dimulai, tiba-tiba Jonathan dan Shakira berteriak kala ranjang yang mereka tempati patah membuat keduanya terjatuh hingga mereka pun harus berhenti.


***


Shakira mengeluh kesakitan. "Jonathan, kenapa kau bodoh sekali? Kenapa kau harus mengajakku melakukan itu?!" teriak Shakira ketika dia sedang diperban oleh temannya. Sedari tadi masuk ke dalam ruang rawat, Shakira tidak berhenti terus mengumpat mantan suaminya


Sementara Jonathan, kini menggaruk tengkuk yang tidak gatal. Dia begitu malu pada teman Shakira yang sedari tadi sepertinya menahan tawa.


Shakira mengalami keretakan di tulang belakang. Sebab, selain terjatuh ke lantai, dia juga tertindih Jonathan. Lalu, sejak masuk ke dalam rumah sakit pun, wanita itu tidak henti-hentinya mengutuk sang mantan suami.


Sementara Jonathan, dia dengan sabar menggenggam tangan Shakira, walaupun sesekali dia merasa malu karena sedari tadi masuk ke dalam ruang rawat, wanita itu tidak berhenti mengomelinya dan mengatakan apa yang terjadi hingga orang lain bisa mengetahui mengapa dia seperti ini.


Sampai akhirnya, acara perban pun selesai. Shakira kini duduk di brankar. Rasanya, dia ingin kembali berbaring, tapi tidak bisa karena punggungnya yang begitu nyeri.


"Seharusnya kau tidak begitu," ucap Shakira secara tiba-tiba.


Beruntung, di sana sudah tidak ada siapapun karena teman Shakira yang juga sebagai dokter, sudah keluar. Jonathan kini melepaskan genggamannya.


"Seharusnya kau mengajakku melakukannya di hotel, bukan di rumahku."


"Seharusnya kita tidak ... aw!" Syakira kembali meringis membuatnya berhenti bicara karena sakit di punggung yang kembali mendera.


Tawa Jonathan seketika meledak saat Shakira tiba-tiba meringis karena merasakan nyeri. Wanita itu kini berteriak memanggil nama Jonathan dengan kencang.


Shakira kesal mantan suaminya menertawakan dia, padahal ini pun karena ulah Jonathan sendiri.


“Maaf .... Maaf. Aku tidak bermaksud,” jawab Jonathan. Dia ingin sekali menangis dan tertawa secara bersamaan saat mengingat hal tadi. Jika saja ranjang Shakira tidak rapuh, mungkin mereka tidak akan berakhir di sini.