
Jantung Ayana berdetak dua kali lebih cepat saat Raymond memeluknya, ini bukan pertama kalinya Raymond memeluknya. Tapi tetap saja, setiap Raymond memeluknya Ayana merasa jantungnya akan keluar dari rongga dadanya, ia hanya mampu terdiam dan tidak bergerak sedikit pun, ia juga tidak berani menatap Raymond hingga ia menundukkan pandangannya.
Saat nafas Raymond sudah teratur dan yakin bahwa Raymond sudah tertidur, Ayana memberanikan diri mengangkat pandangannya. Hingga kini ia menatap wajah Raymond.
“Kau pikir aku mau dengan lelaki cupu sepertimu!” tiba-tiba, ia teringat ucapannya saat dulu menolak Raymond. Saat mengingat itu, mata Ayana berkaca-kaca, tak bisa di bayangkan bagaimana sakitnya hati Raymond saat ia menolak cinta Raymond dengan sadisnya.
Itu kesalahan fatal Ayana lakukan, merendahkan orang lain hingga Tuhan membalasnya berkali-kali lipat dari apa yang ia lakukan dulu. Saat itu, mungkin Raymond bukan cupu. Hanya saja saat itu Raymond berpenampilan sederhana. Dan Ia tidak menyangka, lelaki yang dulu ia tolak mentah-mentah ada di depannya. Entah melindunginya atau ingin membalasnya.
“Why!” tiba-tiba terdengar suara Raymond, membuat Ayana terperanjat kaget, rupanya Raymond tidak tertidur. Ayana yang sedang melihat ke arah lain langsung melihat ke arah Raymond.
“A-anda idak tidur, Tuan?” tanya Ayana dengan gugup.
“Kau seperti ingin menangis?” tanya Raymond yang malah membahas hal lain, membuat Ayana mengigit bibirnya.
“Tidak, tidak apa-apa!”
Raymond menarik dagu Ayana, hingga wajahnya dan wajah Ayana begitu dekat, hembusan nafas Raymond Begitu terasa, membuat Ayana meremang. Jujur saja, kali ini ia merasa detak jantungnya tidak bisa dikendalikan.
“Why! apa ada yang mengganggumu? apa ada yang membuatmu tidak nyaman?” tanya Raymond. Saat melihat mata Ayana yang berkaca-kaca. Ayana tampak terdiam.
“Aku hanya sedang memikirkan masa lalu di mana Aku menolakmu!” kata Ayana, kali ini ia menundukkan pandangannya lagi karena malu pada Raymond.
“Aku sudah melupakannya. Jangan diingat lagi!” ucapnya, tak ingin membahas apapun.
Raymond membawa Ayana ke dalam pelukannya.
“ Aku lapar,” jawab Ayana terbata-bata.
Ayana tampak terdiam. “Ti-tidak usah, aku memasak saja,” ucapnya. Selama ini, Ayana tidak pernah berani menerima apapun yang Raymond berikan sekalipun itu hanya hal yang sederhana.. Ayana hanya sedang menjaga jarak, ia tidak ingin terlalu berharap pada Raymond karena sampai sekarang mereka tidak mempunyai hubungan apapun.
Beberapa kali Raymond memberikan kartu kredit pada Ayana dengan limit yang besar..Tapi ayahnya tidak pernah menggunakannya dan selalu menyimpannya lagi di laci.
Walaupun selama 2 bulan ini hidupnya ditanggung Raymond. Tapi Ayana tidak pernah memboroskan uang yang ia dapat,.karena ia takut akan ada yang terjadi di kemudian hari. Di mana dia akan pergi dengan Moa, atau takut ada hal yang terjadi di luar dugaan.
“Kenapa kau tidak pernah mau dengarkan apa kataku?” tanya Raymond.
“ Bukankah aku bosmu. Jadi seharusnya kau menurut. Jika kataku pesan saja, kau tidak boleh membantah,” jawab Raymond, membuat Ayana terdiam.
“Jadi kau ingin makan apa?” tanya Raymond. Tangganya dengan lues membelai punggung Ayana.
“Be-belikan aku ayam panggang saja," ucap Ayana. Ia sengaja memilih makanan yang termurah, karena ia benar-benar tidak ingin membebani Raymond dengan apapun. Bahkan hal sekecil apapun.
•••
Raymon membuka pintu, Kemudian ia langsung mempersilahkan kurir makanan untuk masuk dan menyuruh kurir itu untuk menata di meja
“Wahh Daddy!” pekik Moa ketika keluar dari kamar, mata anak itu begitu berbinar ketika melihat makanan di meja.
Raymond menghampiri Moa, “Cantik sekali Putri Daddy!” kata Raymond saat Moa sudah mandi dan mengganti pakaiannya.
“Ayo kita makan, Daddy akan mengupas kepiting untukmu!” kata Raymond.
Ayana menghentikan langkahnya saat melihat interaksi Raymond dan Moa, selalu seperti ini, setiap melihat interaksi Raymond dan Moa, ia di hinggapi rasa senang dan juga rasa sedih. Senang karena Moa terlihat bahagia di sisi Raymond. Tapi sedih, ketika membayangkan suatu saat Raymond berubah dan ia akan melihat luka di mata Moa.