Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Menghancurkan semuanya.


Atmosfir di ruangan itu begitu panas, emosi Gabby semakin menjadi-jadi. Ia bangkit dari duduknya, kemudian melihat kearah Arsen. Wajah Kristine sudah memucat saat melihat Gabby bangkit dari duduknya, sudah dipastikan Gabby akan melakukan hal yang lebih parah dari ini.


“Arsen, ikut aku!” titah Gabby, Arsen memejamkan matanya. Baru saja, ia akan memegang Gabby. Ia menghentikan langkahnya, ketika tetapan Gabby begitu menusuk.


“Tetap di tempatmu, ikuti kata-kataku! kau tahu, di lobi apartemen ini, sudah ada orang-orangku. Jika kau macam-macam padaku, maka mereka akan langsung naik dan kau tahu sendiri apa yang akan terjadi, bukan. Jika kau patuh, maka, hubungan kita selamat dan kau aman,” ucap Gabby.


Ia berbohong pada Arsen, karena walau bagaimanapun, ia takut Arsen dan Kristine akan melukainya. Jadi, ia berbohong bahwa di bawah sedang ada anak buahnya.


Arsen mengusap wajah kasar, ia tidak punya pilihan apapun, ia tidak bisa berbuat apapun, yang ia bisa lakukan adalah, menuruti kegilaan Gabby


Gabby, berbalik kemudian mulai berjalan. Matanya memindai sekeliling, kemudian berdecih. “Kamar mandiku saja lebih mewah dari dapurmu, dan kau berharap, kau bisa bersaing dengan seorang Gabby Josephine,” ucap Gabby, yang menghina Kristine secara frontal.


“Dimana kamarmu?” tanya Gabby saat ia berbalik, lalu memandang Kristin. Kristin tidak menjawab, ia takut semua koleksi-koleksi nya dihancurkan oleh Gabby.


“Kau tidak mau menjawab?” tanya Gabby. “Arsen cekik dia sampai dia mengatakan di mana kamarnya!” titah Gabby pada Arsen.


“Di-disana!” Dengan tangan gemetar, Kristine menunjuk kamar miliknya, membuat Gabby menyeringai. Gabby benar-benar ingin menggila di sini, biarkan malam ini dia menjadi Gabby yang berbeda, dan biarkan malam ini Gabby menjadi iblis.


Dan yang lebih menyakitkan bagi Gabby, pakaian Arsen berserakan di bawah. Tak perlu dijelaskan lagi apa yang sudah terjadi antara dua orang itu. Tak bisa di definisikan, lagi bagiamana hancurnya hati Gabby saat ini. Bahkan sekarang, rasanya tubuhnya begitu lemas, kakinya seperti tak sanggup menopang badannya.


Gabby mencengkram erat knop pintu, kemudian berusaha menegarkan dirinya. “Kau harus kuat, jangan lemah, hadapi mereka,” Gabby membatin, kemudian ia mulai maju ke dalam kamar Kristine.


Mata Gaby membeliak, ia tersenyum sinis kala melihat koleksi tas dan sepatu-sepatu mewah berjajar di sana, dan ia yakin itu semua menggunakan uang Arsen, sedangkan Arsen mendapat uang karena mengelola Firma hukum milik Stuard.


Gabby tersenyum miris, selama ini, untuk soal keuangan, Arsen sama sekali tidak pernah memberikan uang pada Gabby ataupun Nafkah pada Gabby, karena penghasilan Gabby sangat cukup. Bahkan, penghasilan Gabby lebih besar dari Arsen. Dan Gabby sama sekali tak masalah soal itu.


Tapi, ternyata, Arsen tidak memberikan uang padanya, karena membiayai Kristine, dan tentu saja Gabby tidak akan membiarkan ini begitu saja.


“Arsen, keluarkan semua koleksinya dan lemparkan ke lantai, kau juga harus menggunting dan menghancurkan semuanya!” titah Gabby, membuat mata Kristine membulat. Seketika Kristine maju, lalu ia menarik tangan Gabby, ia tidak terima Gabby menghancurkan koleksinya.


Saat Kristine menarik tangannya, Gabby langsung memelintir tangan Kristine, kebelakang hingga Kristine berterik. Sial mereka lupa bahwa Gabby adalah mantan atlet taekwondo. Bahkan, Arsen saja pernah kalah bertanding dengan Gabby.


Scroll gengs.