Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Gabby menggila


Kristin memegang pipinya yang terasa memanas setelah Arsen menamparnya


Seketika Gabby tertawa nyaring. Sedangkan Arsen mengalihkan tatapannya kearah lain, karena ia tak kuasa melihat Kristin


Walau bagaimanapun, ia merasa iba dengan kekasih gelapnya. Tapi ia tak kuasa untuk menahan perintah sang istri.


Mata Kristine sudah membasahz ia tak menyangka ia akan berada titik ini, titik dimana semuanya berubah begitu cepat.


Barusan, Arsen menamparnya. Padahal, beberapa waktu lalu, mereka baru saja melakukan hal yang menyenangkan. Tapi kehadiran Gabby di luar dugaan.


“Arsen, kenapa kau berhenti menamparnya. Kau tak boleh berhenti sampai aku mengijinkan kau berhenti.” Mendengar ucapan Kritine, Kristine mengangkat kepalanya, lalu menatap Gabby dengan bengis


“Apa-apaan kau!” teriak Kristin.


“Arsen, tampar dia sekarang!” kata Gabby saat Kristin berteriak padanya.


“Ga-Gabby.” Arsen menatap tak percaya pada istrinya. Ia tak percaya bahwa Gabby menyuruhnya berbuat demikian.


“Oke, aku hitung sampai 3, jika kau tidak mau mengikuti perintahku maka aku akan langsung memanggil Daddy kemari.” Arsen memejamkan matanya, kemudian melihat kearah Kristine.


Plak


Satu tamparan kembali mendarat di pipi Kristine, Arsen menampar pipi Kristin untuk yang kedua kalinya .Hingga tawa Gabby semakin menjadi-jadi. Biarlah hari ini dia menjadi iblis, karena seorang Gabby Josephine, tidak akan pernah menerima apapun yang berkaitan dengan penghianatan.


“Sekarang kau mau apa lagi padaku?” tanya Kristine, ia menantang Gabby membuat Gaby kembali tertawa.


Gaby menyilangkan kakinya, kemudian ia menyandarkan tubuhnya ke belakang, layaknya seorang ratu yang sedang memandang para pelayannya, sedangkan wajah Arsen sudah sangat memucat.


Ia tak tahu, hal gila apa yang akan dilakukan istrinya. Ia juga tidak bisa untuk melawan. Ia harus memikirkan keselamatannya, terlebih dahulu terutama keselamatan keluarganya yang selama ini bergantung pada perusahaan milik Stuard.


“Kau tahu, suamimu sendiri yang menggodaku. karena dia mengatakan dia bosan padamu, kau tidak menarik lagi dan kau tidak pernah memuaskannya.” Kali ini, Kristin berteriak ia memancing emosi Gabby.


“Kristine, tutup mulutmu,” pekik Arsen, matanya langsung membulat ketika mendengar ucapan Kristine.


Jantung Gabby terasa diremas, saat mendengar ucapan Kristin. Bagaimana bisa Arsen menganggapnya begitu. Padahal selama ini, walaupun dia menjadi dokter dia selalu memberikan yang terbaik untuk Arsen. Tapi lihatlah, lelaki ini benar-benar brengsekk.


“Arsen, cekik dia! sampai dia kesulitan untuk bernafas!” titah Gabby, seketika wajah Kristin kembali memucat. Kini, ia menyesal telah menantang Gabby, seketika itu juga Kritine menoleh ke arah Gabby.


”Jangan lakukan itu padaku, Arsen,” ucap Kristine dengan nada mengiba.


“Gabby, tolong akhiri semua. Ayo kita pulang dan bicarakan semua di rumah,” kata Arsen.


“Baik, kita pulang. Tapi saat kita sampai di rumah, saat itu juga, aku bukan istrimu lagi, dan kau tau, bukan, selanjutnya apa yang akan terjadi?”.tanya Gabby, membuat Arsen kembali memejamkan matanya, menahan geram. Ia benci situasi ini, situasi di mana ia tak bisa melawan.


“Jadi kau mau bagaimana, kita pulang sekarang atau kau mencekik dia!” Arsen menghela nafas lagi. Kemudian melihat kearah Kristine, dengan gerakan pelan, Arsen menggerakkan tangannya untuk mencekik Kristin.


“Jangan kau pikir, aku bodoh, Arsen. Kau tidak mencekiknya kau hanya memegang lehernya. Cekik dia yang benar,” titah Gabby, ketika ia tahu Arsen hanya memegang leher Kristin dan berpura-pura mencekiknya. Lihatlah, lelaki ini masih berani bertingkah.


Nafas Kristine langsung terengah-engah saat Arsen melepaskan cekikannya.


“Pe-pergi dari sini!” ucap Kristine dengan lirih. Wajahnya begitu kacau, Ia menatap Gabby dengan tatapan memohon, meminta Gabby untuk segera pergi. Karena ia tak sanggup lagi menerima siksaan Gabby.


“Aku akan pergi, ketika aku ingin pergi. Sayangnya. Aku tak ingin pergi.”


“Pergi! jika tidak aku akan melaporkanmu pada polisi!” ucap Kristine, ia benar-benar takut pada Gabby. Hingga ia mengancam Gabby.


Gabby kembali tertawa saat mendengar jawaban Kristine. “Laporkan saja, aku tidak takut."


Untuk pertama kalinya, Arsen bergidik melihat Gabby, selama 13 tahun, ini pertama kalinya ia melihat Gabby sangat berbeda. Bahkan ia seperti tidak mengenal istrinya.


Gabby bangkit dari duduknya, kemudian menatap ke arah Arsen, dan membuat Kristine bergidik. Sudah di pastikan Gabby akan memerintahkan sesuatu pada Arsen.


Arsen ....


Gengs maaf baru up, anak-anakku rewel dari tadi. Ini aku udah cape banget, tapi nyempetin up. Jadi aku udpate satu bab dulu ya, kalau yang Gabriel memang ada tabungan bab, jadi up dua bab.


Besok aku usahain up 3 bab ya. Gas komen gas vote