Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Siapa dia!


Jordan menyandarkan tubuhnya ke belakang, ia memegang dadanya, rasa sesak masih terasa, saat tadi melihat kebahagiaan Ayana Raymond dan Moa saat tadi di gereja.


Ya, karena faktanya, Jordan datang di acara pemberkatan Ayana dan Raymond.


Ini sebulan berlalu setelah pembicaraannya dengan Raymond di mobil. Ucapan Raymond saat


itu benar-benar menamparnya. Ia berusaha menekan egonya, hingga akhirnya ia menuruti saran Raymond, untuk tidak mengganggu Moa lagi agar Moa tidak tertekan.


Dan Raymond membuktikan ucapannya akan berusaha mendekatkan Moa dan Jordan. Bahkan tanpa diminta, Raymond selalu mengirimkan foto-foto Moa pada Jordan, dan itu membuat Jordan merasa bersyukur.


Jordan berusaha mengiklaskan segalanya, yang terpenting Moa tumbuh dengan baik, begitulah pikir Jordan. Ia tidak ingin lagi mengusik mantan istri dan putrinya, ia yakin jika Moa sudah dewasa, Moa akan mengerti apa yang terjadi diantara mereka, Ia juga berterima kasih pada Raymond karena Raymond sudah menganggap Moa seperti darah dagingnya sendiri.


Walaupun Jordan sudah mengiklaskan semuanya. Tapi tetap saja ada rasa sakit yang tidak ia mengerti, dan ketika rasa sakit itu menyerangnya. Ia malah terpikir untuk menemui Nael, Bahkan saat ini mobilnya sudah terparkir dengan rapi di depan mansion Nael, dan ini, untuk pertama kalinya lagi, ia menemui Nael setelah bertahun-tahun. Ia rasa, ia harus memperbaiki semuanya, karena ialah yang egois


Setelah cukup lama terdiam, Jordan turun dari mobilnya. Kemudian, ia langsung berjalan ke pintu masuk. Saat masuk, Jordan sudah berada di depan pintu, ia langsung memencet bel dan tak lama, pintu terbuka. Ternyata bukan Maid yang membuka pintu, melainkan Nael, karena kebetulan Nael sedang melintas di depan pintu.


Mata Nael membulat saat melihat Jordan ada di depannya, ia bahkan menatap Jordan tanpa berkedip.


“Kenapa kau menatapku begitu?" tanya Jordan saat Nael menatapnya dengan aneh, jujur saja ini canggung bagi Jordan. Namun, ia berusaha untuk tetap mencairkan suasana.


Nael tersadar, ketika mendengar suara Jordan “Apa kau sedang kerasukan?” tanya Nael tiba-tiba. Bagaimana tidak, Nael sudah sering menghubungi Jordan. Namun, Jordan sama sekali tidak menggubrisnya dan sekarang tidak ada angin, tidak ada api Jordan malah datang ke mansionnya.


“Kau tidak membiarkanku masuk?" tanya Jordan.


“Paman!” Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita dari arah belakang, membuat Nael menoleh. Jordan menyipitkan matanya saat melihat siapa yang memanggil Nael dan ternyata dia adalah Joana, remaja yang memanggilnya Paman tua.


Joana mendekat ke arah Nael, kemudian ia memberikan ponsel pada Nael. “Paman, terima kasih telah meminjamkan ponsel Paman padaku!” kata Joanna, terdengar jelas bahwa bibir gadis remaja itu bergetar.


“Terima kasih Paman!” balas Joana. Joana pun berbalik, dan kembali masuk ke dalam. Dan setelah itu, Nael kembali melihat ke arah Jordan.


“Siapa dia?” tanya Jordan yang tiba-tiba penasaran dengan Joana.


“Kau tidak mengenalnya?” tanya Nael malah balik bertanya.


“Aku merasa dia mirip dengan seseorang,” ucap Jordan lagi. Setelah barusan ia melihat Joana tanpa makeup, Jordan melihat lekat-lekat Joana, ia merasa Joana mirip dengan seseorang.


“Ayo masuk!” kata Nael yang lupa mempersilahkan Jordan untuk masuk.


“Mana anak-anakmu?” tanya Jordan.


“Mereka sedang bermain bersama Gabby di atas! Kau yakin sedang sehat?” tanya Nael, ketika mereka sudah duduk di sofa. Ia benar-benar bingung saat Jordan datang ke mansionnya.


“Berhenti bertanya seperti itu?" kata Jordan sebenarnya ia malu pada Nael.


“Kau belum menjawab, siapa gadis itu?” tanya Jordan lagi


“Dia ....” Nael menghentikan ucapannya sejenak, terlihat jelas bahwa Nael sedang menahan tawa saat akan memberitahukan siapa Joana.


“Dia ....”


Semangat nurun banget nihh, ayo dong gas komen. Pliss inimah yaaaa


Gas lah 300 komen juga ga apa2