
Senna keluar dari mobil, ia menghentakan kakinya karena kesal dan setelah itu, ia pun mendahului langkah sang ayah untuk masuk ke dalam rumah.
Arsen yang masih berada di mobil tertawa, saat melihat putrinya yang merajuk, ia pun menyusul putrinya turun.
“Seina!” panggil Arsen dari belakang.
“Aku tidak mau berbicara dengan Daddy, jangan berbicara denganku!” gadis itu begitu kesal pada sang ayah, hingga rasanya ia tidak mau menoleh.
“Seina ada apa?” tanya Gisel saat melihat putri tirinya terlihat kesal.
“Mommy, apa Mommy tahu apa yang dilakukan Daddy?” tanya Seina.
“Mana Mommy tau Seina!” balas Gisel.
“Mom, Daddy mengikutiku, hingga teman-temanku risih dan aku sangat malu!”
“Sudah Daddy bilang, Daddy tidak mengikutimu. Daddy memang hanya sedang berjalan-jalan saja!” balas Arsen dari belakang, membuat Seina berdecak, gadis remaja itu berlalu meninggalkan Gisel dan alasan, lalu berjalan ke dalam kamarnya.
“Dad, sudahlah berhenti mengikuti Seina,dia punya privasi sendiri.” Arsen tidak menjawab, ia membungkuk lalu mencium perut istrinya.
“Putri Daddy sedang apa di sini?” tanya Arsenn karena memang Gisel sedang mengandung. Ia, Gisel mengandung Saat usianya pernikahan menginjak 4 tahun, dan kini, usia kandungan Gisel baru menginjak 5 bulan.
“Ayolah, Dad. Jangan mengawasi Seina seperti itu. Dia butuh privasi!” kata Gisel lagi.
“ Aku tidak mengikutinya, Sayang." kekeh Arsen yang tidak mau disalahkan..Padahal jelas-jelas, Ia mengikuti Seina
4 tahun ini, banyak sekali yang terjadi pada Arsen. Setelah menikah dengan Gisel, dengan persetujuan Kristin dan juga Jacob, Arsen mulai berani mendekati Seina, ia dan Gisel memutuskan untuk kembali ke Rusia.
Dan hanya butuh waktu 1 tahun, untuk Arsen dan Gisel mendekati Seina, hingga akhirnya Seina mulai nyaman padanya dan pada Gisel. Setahun lalu, Kristin dan Jacob pindah ke Canada, negri kelahiran Jacob, sedangkan Seina, lebih memilih tinggal dan kuliah di Rusia bersama Arsen dan Gisel.
Arsen yang menyadari bahwa putrinya sudah mulai remaja, selalu mengikuti Seina diam-diam, ia tidak ingin putrinya salah melangkah dan salah pergaulan. Ia ingin mengawasi Seina dengan matanya sendiri, dan naasnya, saat Seina pergi ke mall, putrinya memergokinya hingga Seina begitu kesal.
•••
“Sayang mana Seina!” ucap Arsen ketika ia menghampiri Gisel di meja makan. Arsen bertanya karena tidak melihat putrinya.
“Sepertinya dia masih kesal padamu, Dad. Dia berkata akan mogok makan Jika kau terus mengikutinya!” kata Gisel.
“Hisss anak itu!” Arsen langsung berbalik kemudian ia langsung pergi ke kamar Seina.
“Seina!” panggil Arsen lagi. Sayangnya, remaja itu tidak menggubris panggilan sang ayah. Arsen. pun langsung menempelkan sidik jari di kamar Seina, hingga pintu terbuka dan ternyata putrinya sedang duduk di sofa.
Arsen menghela nafas, kemudian ia mendudukkan dirinya di sebelah Seina.
“Kau masih marah pada Daddy?” tanya Arsen.
Seina tidak menjawab, “Seina, Daddy sedang berbicara padamu!” kali ini nadanya terdengar tegas, Arsen memang ayah yang hangat. Bahkan sangat hangat sama seperti Jacob. Tapi ada kalany, dia berucap tegas pada putrinya.
Seina menoleh kemudian menatap Arsen
.“Kaun masih kesal pada Daddy?” tanya Arsen.
“Daddy menyebalkan. Kenapa kau tidak percaya padaku? bahwa aku bisa menjaga diriku sendiri.’ Pada akhirnya, Seina jujur pada sang ayah.
“Daddy tidak mengawasimu Daddy hanya kebetulan sedang berada di mall itu!” kata Arsen ia terlalu gengsi jika mengetahui bahwa ia mengikuti putrinya
“Aku malu pada teman-temanku jika kau terus mengawasiku, memangnya aku anak kecil!” kata Gisel.
“Oke, Daddy janji, Daddy tidak akan mengikutimu!” ucap Arsen lagi, tapi dari wajahnya jelas-jelas alasan berbohong.
“Ah kau berbohong lagi!” Seina bisa melihat wajah ayahnya yang seperinya ssedang berbohong.
“Hmm Daddy janji, Daddy tidak akan mengikutimu. Tapi, Daddy mempunyai syarat untukmu."
“Apa syaratnya?” tanya Seina.
“Daddy tidak suka kau bergaul dengan lelaki yang tadi pergi bersama kalian, Daddy bisa melihat tatapan lelaki itu berbeda padamu!” kata Arsen, kali ini adanya terdengar tegas. Arsen seperti merasakan perasaan yang tak biasa ketika melihat teman lelaki Seina.
“Ta-tapi dia ....”
“Ya, atau tidak!” ucap Arsen.
“Baikalah!” Seina mengangguk pasrah..
Scroll gengs