
Nael menggerakkan lehernya kesana-kemari karena ia cukup pegal menggunakan topeng buatan yang elastis, yang sudah dirancang khusus oleh ahlinya. Hingga topeng itu menyerupai wajah asli.
Setelah membuka topeng yang tadi di pakainya
Ia pun bangkit dari duduknya ,kemudian ia berjalan ke arah kamar. Saat sampai di kamar, Nael berjalan ke arah lemari khusus yang tersembunyi.
Ia menekan sandi, kemudian pintu lemari itu terbuka otomasis. di lemari itu tersimpan topeng elastis dengan wajah yang sama, karena Nael memesan topeng dengan jumlah yang banyak.
Tiba-tiba terdengar suara bel dari arah luar, membuat Nael langsung menoleh kearah jam yang melingkar di tangannya. Nael berjalan ke arah luar, Lalu setelah itu , membukakan pintu karena ia tau siapa yang akan datang di jam seperti ini.
“Aku pikir kau tak jadi datang kesini hari ini,” ucapnya Nael saat membuka pintu.
“Kau ceroboh sekali, bagaimana jika ada yang melihatmu tidak memakai topeng,” kata orang yang ada di depannya, setelah itu, orang itu pun langsung masuk ke dalam apartemen Nael membuat Nael berdecih.
dia adalah orang yang membantu Nael memalsukkan kematiannya dan orang itu benar-benar merencanakan secara detail hingga kematian Nael sangat sempurna dan tidak ada yang mencurigai bahwa Nael masih hidup.
“Aku akan pergi sebentar lagi, kau bisa menunggu di sini!” kata Nael pada orang itu orang, orang itu pun mengangguk setelah itu Nael kembali ke kamar untuk membersihkan diri.”
•••
Gaby merentangkan tangannya, kemudian ia menyandarkan tubuhnya ke belakang. Pasien hari ini sangat ramai, Hingga Gabby merasa tubuhnya benar-benar melemas.
Gaby melihat jam pergelangan tangannya ternyata waktu menunjukkan pukul 4 sore. Ia bangkit dari duduknya, kemudian ia melepas jas dokternya. Ia berencana untuk pulang lebih cepat karena ingin membuatkan makanan untuk Laura dan Naura.
Saat dia akan membuka pintu, pintu diketuk dari luar dan papi membukanya “Tuan Joan!” kata Gabby, Joan tersenyum.
“Bukankah sudah kubilang jangan memanggilku Tuan, kata Joan membuat Gabby
tersenyum kikuk. “Ayo silahkan masuk,” kata Gabby. Namun Joan menggeleng.
“Tapi aku harus segera pulang, aku sudah berjanji pada kedua putriku untuk membuatkan makanan untuk mereka” balas Gabby, Joan mengangguk-anggukan kepalanya, terlihat jelas wajahnya menyiratkan kekecewaan membuat Gabby merasa tak enak.
“Mungkin kita bisa makan bersama lain waktu,” ucap Gabby, Joan memaksakan senyumnya, kemudian mengangguk. “Kalau begitu aku pergi.” pamit Joan.
Saat Joan pergi, Gabby tak sengaja menatap sesuatu di lantai yang terjatuh dari saku jas Joan. Gabby menatap kartu nama yang ada di lantai lalu, ia melihat kartu nama tersebut. “Mike Joan!”
Tak ingin ambil pusing, Gabby pun keluar dari ruangannya, kemudian ia menutup pintu lalu ia mulai berjalan meninggalkan ruangannya.
dan ia pun langsung berjalan kearah basement untuk mengambil mobil.
•••
Gaby dan Naura sedang sibuk di dapur, mereka bercengkrama sambil membuat kue sedangkan Laura masih terdiam di kursi. Gabby yang baru memasukkan loyang pada oven langsung menghampiri Laura yang sedang duduk di kursi pantry
“Laura ada apa-apa, apa ada yang mengganggumu?” anya Gabby. Ia mengelus rambut Laura hingga Laura tersadar
“Mom apakah orang meninggal bisa hidup lagi ?” Laura tiba-tiba bertanya hal yang tak masuk akal pada Gabby membuat Gaby mengerutkan keningnya.
“Apa maksudmu Laura?” tanya Gabby
Laura ....
Flashback Nael sama siapa yang nolong Nael next bab ya.
Ga komen besok libur hahahaha
••••