
Tatapan mata Hansel dan Olivia saling mengunci. Hansel menatap Olivia dengan tatapan penuh cinta. “Olivia, kau akan tetap seperti ini padaku?” tanya Hansel.
Olivia berusaha meronta dari dan menyingkirkan tubuh Hansel dari tubuhnya. “Hansel, minggir!” titah Olivia. Jantung Olivia berdegup sangat hebat saat nafas Hansel menyapu kulitnya.
“Olivia, seberapa lama lagi kau akan menolakku? bagaimana mungkin kita akan terus seperti ini?sedangkan kita sudah menikah kembali. Apa kau ingin terus terperangkap luka?” tanya Hansel.
“Aku tidak akan terkecoh lagi denganmu," balas Olivia tanpa melihat wajah Hansel.
“Tidak, Olivia. Kali ini, aku tidak sedang berpura-pura agar kau merasa bersalah padaku. Tatap mataku dan lihat seberapa dalam cintaku untukmu. Waktu yang terlewat sudah tidak bisa aku ulangi, penyesalanku pun tidak bisa menghapus lukamu. Tapi itu masa lalu. Masa depanku hanya denganmu Olivia.”
Olivia menutup matanya, ia sudah berlinang air mata. Ucapan Hansel barusan mampu merontokkan egonya. “Olivia! tatap aku!” Hansel melepaskan cekalannya dari tangan Olivia, kemudian ia langsung mengelus pipi Olivia hingga Olivia membuka matanya.
Hansel menghapus air mata Olivia dengan ibu jarinya, kemudian mengecup kening, mata dan bibir Olivia. “Olivia, kau wanita terbaik di hidupku. Ayo kita mulai lembaran baru Olivia!” ucap Hansel.
“Aku takut,” jawab Olivia dengan bibir bergetar.
“Tidak ada yang perlu ditakutkan, kau hanya perlu percaya padaku,” jawab Hansel. Olivia menghirup udara sebanyak-banyaknya, mencoba meyakinkan diri kemudian ia mengangguk ragu.
”Hansel, jangan menyakitiku lagi!’ kata Olivia. Hansel menggangguk.
“Tidak akan ada yang menyakitimu. Bahkan aku tidak akan membiarkan binatang sekecil semut pun menyentuhmu.” Olivia menarik tengkuk Hansel, kemudian mereka pun berciumann.
Ciumannn yang awalnya pelan menjadi ciumann yang sangat menuntut .
“Olivia!” Hansel memanggil Olivia dengan nafas terengah saat ia kesulitan menyatukan miliknya dan milik Olivia. Olivia yang sedang memejamkan matanya, karena malu kembali membuka matanya. Sungguh, Olivia ya takut Hansel kecewa padanya, apalagi dia sudah tidak lagi muda.
”Kenapa susah sekali,” ucap Hansel.
“Tidak adak ada lagi yang pernah menyentuhku Setelah kau pergi,” jawab Olivia yang mengerti dengan ucapan Hansel. Tawa Hansel meledak saat melihat wajah Olivia yang malu-malu, tentu saja ini merupakan kebahagiaan untuknya.
Ia pun mengambil sesuatu untuk memudahkan menyatukan tubuh mereka dan pada akhirnya, mereka berhasil melewati malam mereka dengan hangat, penuh cinta dan untuk pertama kalinya Setelah sekian tahun mereka kembali memadu asmara.
•••
Hansel menggulingkan tubuhnya ke sisi Olivia, dan setelah Hansel turun dari tubuhnya, Olivia langsung menutup sekujur tubuhnya dengan selimut. Ia begitu malu pada Hansel, ia malu menatap suaminya. Sedangkan Hansel langsung mengatur nafasnya, tatapannya lurus ke atas terlihat jelas wajahnya dipenuhi kepuasann.
“Olivia!” panggil Hansel, ia mencoba menarik selimut yang dipakai oleh Olivia. Namun, Olivia menahannya. “Olivia!” panggil Hansel yang mempertahankan selimut yang ia pakai.
“Hansel, aku malu!” kata Olivia.
“Kenapa kau harus malu!” Hansel mengelus rambut Olivia dengan lemah lembut, membuat Olivia mengintip.
•••
“Apa kau tidak lihat, aku sangat kesulitan berjalan!” balas Olivia. Ia masih tidak berani menatap Hansel.
Hansel mengulum senyum saat melihat wajah Olivia yang memerah kesakitan. Sebab, mereka tidak hanya melakukannya sekali melainkan berkali-kali. Olivia dan Hansel seakan menebus waktu yang terlewat.
Namun seperti biasa, setelah selesai Olivia akan kembali pada gengsinya. Hingga ia malu untuk menatap Hansel.
Ting Nong
Tiba-tiba terdengar suara Bel dari arah luar, membuat Olivia dan Hansel, saling tatap. “Pasti itu Joana!” kata Olivia. Olivia dengan cepat membaringkan dirinya. Lalu setelah itu, menutup sekujur tubuhnya dengan selimut.
“Cepat keluar! katakan pada Joana, bahwa aku tidak enak badan!” kata Olivia membuat Hansel mengurutkan keningnya.
“Kenapa kau berbohong kau baik-baik saja!”
“Apa kau tidak lihat leherku!” gerutu Olivia Hansel menutup mulut menahan menahan tawa saat melihat wajah Olivia.
“Baiklah!” Hansel pun keluar dari kamar dan ia langsung berjalan ke pintu, lalu membukakan pintu untuk putrinya.
Dua bulan kemudian.
Waktu menunjukkan pukul 10.00 malam, Hansel asuk ke dalam apartemen, dia bingung kenapa lampu apartemen tidak menyala.
“Olivia ....Olivia!” panggil Hansel. Ia berjalan ke arah dalam untuk mencari saklar lampu, dan tepat ketika ia menemukan saklar lampu,.ia langsung menyalakannya.
Mata Hansel membulat saat melihat pemandangan di depannya, ternyata Olivia menghias seluruh ruangan dengan lilin, dan membuat Hansel terkejut, adalah Olivia memakai pakaian yang sangat tipis, dan Olivia begitu seksi.
Saat melihat Olivia seperti itu, Hansel mengusap wajah kasar, jakunnya naik turun saat melihat Olivia..Ia pun langsung menghampiri Olivia dan melompat, melewati lilin-lilin yang terjajer. Ia. tidak sanggup lagi berkata-kata saat melihat Olivia.
Olivia tersenyum saat Hansel ada di depannya, “Hansel, berdansa denganku!” kata Olivia. Hansel.membuka kaosnya, hingga kini ia bertelanjang dada. Lalu, ia menarik tangan Olivia dan mulai berdansa.
Mata kedua pasangan itu saling mengunci, tatapan cinta terlihat dari keduanya. “I love you, Oliviaku!”
“I love you to Hansel.”
Dan akhirnya kisah mereka tamat, terimakasih semua. Yuks, langsung cus baca ke tatap aku Lelakiku! di sana udah ada puluhan bab, terus jangan lupa mampir ke kisah Seina dengan judul Arogan Ceo Arogan Husband. Aku updatenya barengan ya. jadi kalian cus langsung baca. Keduanya sampai tamat di noveltoon
Udah ada bab terbaru ya di judul tatap aku lelakiku sama Arogan Ceo Arogan Husban udh ada bab terbaru ya
Masih ada extra part lagi ya tungguin aja 🤩