
Kalian ingin menambah lagi?” tanya Jeremy Laura dan Naura yang baru saja menghabiskann makanannya menoleh ke arah Jeremy. kemudian kompak menggeleng. “Tidak Paman, Terima kasih. Kami sudah kenyang," ucap Laura dan Naura. Seketika, Jeremy mengelus rambut Naura dan Naura. Dimata Jeremy, Naura dan Laura begitu manis.
“Tuan, maaf jika kami merepotkanmu. Maaf juga jika anak-anak mengganggu waktu anda,” kali ini stella yang meminta maaf, karena barusan, Gabby mengiriminya pesan untuk meminta maaf pada Jeremy.
Stella mengirim foto ketika Jeremy membantu memotongkan makanan untuk Naura dan laura. Itu sebabnya, Gabby langsung menyuruh Stella untuk meminta maaf jika kedua putrinya merepotkan Jeremy.
Jeremy mengambil tisu, kemudian mengelap mulutnya dengan tisyu. “Tidak apa-apa, aku senang makan siang dengan kalian,” balas Jeremy lagi. “Kalian mau es krim?” tanya Jeremy, Laura dan Naura saling tatap. Laura menggeleng pelan mengisyaratkan agar Naura tidak mengiyakan ucapan Jeremy, walau bagaimanapun sifat Laura begitu mirip dengan Gabby yang tidak suka merepotkan siapa-siapa, berbeda dengan Naura.
Saat Laura akan menggeleng pada Jeremy, Naura terlebih dulu mengangguk. “Baik paman, bolehkah kami mendapat es krim,” kata Naura membuat Laura menepuk keningnya, saudara kembarnya ini benar-benar menyebalkan, begitulah Pikirlah Laura.
Jeremy mengangkat tangannya, kemudian ia langsung memanggil pelayan untuk memesan es krim dan membiarkan Laura dan Naura memilih eskrim.
Mata Nael tak henti-hentinya melihat kearah meja yang sedang ditempati kedua putrinya. Saat masuk, ia sempat menghentikan langkahnya ketika melihat Laura dan Naura sedang makan bersama seorang lelaki.
Namun tak lama, Nael tersadar, dan berpikir untuk apa juga dia peduli pada kedua putrinya. Padahal selama ini, ia pun ia tak pernah mau tahu urusan Gabby dan kedua Putrinya. Itu sebabnya, walaupun sempat terdiam. Nael kembali melanjutkan langkahnya dan memilih meja.
Saat duduk dan sudah memesan makanan, mata Nael seolah terhipnotis untuk terus melihat kedua putrinya, ada perasaan aneh yang Nael rasakan, ketika melihat Jeremy memotongkan makanan untuk Laura dan Naura. Tapi lagi-lagi, egonya kembali bangkit
Makanan Nael sudah sampai, dan setelah itu ia mulai menyuapkan makanan ke mulutnya. Saat di tengah-tengah mengunyah. Nael melihat kearah meja yang ditempati kedua putrinya. Namun tak lama, ia kembali menolehkan tatapannya kedepankan dan berusaha untuk tidak memperhatikan lagi, Laura dan Naura.
Lamunan Nael buyar, ketika seseorang menarik kursi, hingga Nael menoleh, ternyata itu adalah Jordan. Ya, saat ini Ia memang sedang berjanji dengan Jordan untuk makan siang bersama di Mal, karena memang, mall ini adalah milik Jordan, dia sengaja datang ke mall tersebut karena tahu Jordan sedang berada di kantor.
“Kau mengajakku makan siang bersama. Tapi kau malah memesan duluan!” protes Jordan membuat Nael berdecih.
“Kau tinggal pesan saja berisik sekali!” omel Nael, tak mau kalah. Sesekali ia melihat kearah meja yang ditempati oleh Naura dan Laura. Namun, seperti biasa, secepat kilat, ia kembali memalingkan tatapannya ke depan karena ia takut Jordan lihat ekspresinya.
Jordan mengerutkan keningnya, saat melihat hal yang berbeda pada Nael, saat Nael menoleh lagi ke arah Laura dan Naura, Jordan mengikuti arah pandang Nael.
“Apakah sudah mulai perduli pada kedua putrimu?” tanya Jordan, seketika Nael langsung tersedak.
••••
Scroll gengs, gas komen tiap bab