Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Mencari


Jordan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh, ia merasakan takut yang luar biasa hebat. Bayang-bayang barusan Joanna saat mengantarkan makanan ke ruangannya menubruk otaknya.


Jordan mengambil ponsel dari dashboard, kemudian ia menelpon Nael.


“Nael, apa kau tahu di mana rumah Olivia?” tanya Jordan pada Nael.


“Mana aku tau, memangnya ...."


Tiba-tiba, Jordan memutus panggilannya, karena akan percuma minta tolong pada Nael. oa pun langsung mematikan panggilannya. Lalu ia menelpon seseorang.


“Cek CCTV di depan perusahaanku!” kata Jordan. “Dan kirimkan filenya pada ponselku!” Setelah mengatakan itu, Jordan pun langsung meminggirkan mobilnya dan menunggu sekretarisnya untuk memberikan file, tentang CCTV yang di depan perusahaannya. Karena ia yakin, ia bisa melacak keberadaan Joanna dari sana.


15 menit berselang, ponsel Jordan kembali berdering. Satu pesan yang berisi video masuk ke dalam ponselnya. Jordan melihat video itu dengan seksama di video itu ia melihat Joanna masuk ke dalam mobil dan ketika melihat Joana masuk ke dalam mobil, hati Jordan benar-benar tak tenang ia yakin pasti ada sesuatu yang terjadi dengan Joanna.


Jordan menyipitkan matanya, mempertajam penglihatannya untuk melihat melihat plat nomor yang ada mobil yang membawa Joanna, dan ketika ia sudah mengetahui plat mobil tersebut, Jordan kembali menelepon seseorang.


Joanna merasakan dirinya di dalam ketakutan yang luar biasa hebat, pikirannya kosong di tangannya sudah memegang cairan pembasmi serangga dan bersiap untuk meminumnya.


Hanya ini yang bisa ia lakukan agar sang ibu tidak lagi menyiksanya. Dengan tangan gemetar, Joanna membuka tutup botol tersebut, kemudian ia berniat langsung untuk meminumnya. Saat akan meminum cairan tersebut, tiba-tiba Joanna terpikirkan pesan sang ibu dan ancaman sang ibu serta foto yang dikirimkan oleh ibunya.


jika ia nekad dan mengakhiri hidupnya dan ia tidak ada, maka akan ada korban lain selain ibunya. Pada akhirnya, Joanna kembali menurunkan racun serangga itu, kemudian ia memeluk lututnya lalu menangis sejadi-jadinya.


3 jam berlalu, akhirnya Jordan menemukan alamat dari pemilik plat nomor mobil tersebut, dan ia yakin itu adalah plat nomor mobil Olivia, ia pun langsung menuju alamat. Sayangnya alamat rumah Olivia cukup jauh dari tempatnya berada sekarang dan membutuhkan waktu 2 jam untuk pergi ke sana.


Tapi Jordan seolah tidak perduli, ia langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan super penuh, karena ia ingin secepatnya menyelamatkan Joanna.


Saat menjalankan mobilnya, Jordan di landa kengerian yang luar biasa, penyesalan demi penyesalan menderanya. Seandainya saat itu dia tidak mengusir Joanna, seandainya saat itu ia tidak menyuruh Joana untuk pergi dari apartemennya, pasti saat ini Joanna masih aman.


Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai Jordan sampai di sebuah rumah yang cukup besar, Jordan menekan klakson hingga para penjaga keluar.


“Buka pintunya, Aku teman Olivia!” kata Jordan yang berbohong, sebab jika ia mengatakan yang sebenarnya penjaga tidak akan membukakan pintu dan benar saja dengan sigap, penjaga membukakan pintu gerbang. Hingga mobil Jordan langsung melesak masuk.


Saat sudah ada di pekarangan rumah, Jordan langsung keluar dari mobil kemudian berlari ke arah pintu. Beberapa kali ia memencet bel, Lalu setelah itu pelayan membuka pintu tersebut


“Apa ada Olivia?” tanya Jordan.


“Nona Olivia baru saja pergi," ucap pelayan tersebut, membuat Jordan semakin ketakutan.


“ Lalu Joana?”