Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Berbalik kesal


keesokan harinya


“Laura ... Naura, ayo makan sarapan kalian! ” titah Nael pada kedua putrinya.


“Kami tidak mau ini!” balas Naura.


“Jadi kau mau apa?” tanya Nael ini sudah 5 kalinya ia menyiapkan sarapan yang berbeda tapi putrinya sama sekali tidak mau menyentuh apa yang dia siapkan.


Sedari tadi bangun pagi, Laura dan Naura sudah membuat ulah, dari dari mereka membasahi kasur lalu bermain air sampai air keluar dari kamar mandi dan mereka mengacak-ngacak pakaian yang ada di lemari dan lain-lain.


Tapi, Nael hanya tersenyum. Ia tidak marah sedikitpun pada kedua putrinya justru Ia malah merekam apa yang sedang putrinya lakukan. Hingga Laura dan Naura berbalik kesal. Padahal mereka yang ingin mengerjai Nael dan membuat Nael marah


. Tapi sang ayah malah senang melihat apa yang mereka lakukan. Hingga akhirnya, Laura dan Naura pun menyerah dan setelah membuat ulah, Nael menyuruh kedua putrinya untuk mandi walaupun harus melwati perdebatan terlebih dahulu, dan setelah itu ia mengajak putrinya untuk sarapan.


Dan ternyata, drama masih belum selesai, karena kedua putrinya terus menolak apa yang disiapkan dan meminta menyiapkan makanan yang lainnya.


“Jadi kalian ingin memakan sarapan yang seperti apa? kalian ingin memakan apa?” tanya Nael dengan lemah lembut. Naura tampak berpikir.


“Apa Mommy tahu kau menculik kami?” Naura malah membahas hal lain, karena tiba-tiba wajah Gabby melintas di otaknya.


Nael menggeleng. “Tidak, Mommy kalian tidak tahu Daddy menculik kalian," jawab Nael dengan mimik wajah yang meyakinkan. Seketika Laura dan Naura membulatkan matanya, mereka terbayang bagaimana paniknya wajah sang ibu saat mereka hilang.


“Kalian ingin menelepon Mommy?” tanya Nael ia merasa mendapat angin segar saat melihat Reaksi kedua putrinya. Seperinya, Nael bisa mengunakan nama Gabby dan menggunakan untuk mendekati putrinya.


“Ya, tolong telepon sekarang telepon mommy karena Mommy pasti akan menjemput kami di sini!” kata Naura. Namun Nael menggelengkan.


“Call me Daddy! setelah itu Daddy akan menelepon Mommy untuk kalian!” Seketika Laura dan Naura saling tatap, kemudian mereka malah menarik piring dan memutuskan untuk memakan sarapan mereka yang barusan mereka tolak. Rupanya tawaran Nael tidak cukup menggiurkan.


Mereka masih berat memanggil Nael dengan kata Daddy. hingga pada akhirnya, mereka tidak ingin meneruskan keinginannya untuk menelpon Gabby, bagi kedua anak kecil itu, rasanya berat memanggil Daddy pada Nael.


Bahkan mereka rela tidak menelepon Gabby, daripada harus memanggil Daddy pada Nael. Terlalu berat luka yang ditorehkan oleh Nael, hingga rasanya dan sepertinya Laura dan Naura sedikit trauma dengan kata Daddy.


Waktu menunjukkan pukul empat sore, Laura melihat ke arah samping, di mana Laura sedang tertidur. Dengan pelan, ia turun dari ranjang, dan berjalan dengan perlahan untuk keluar kamar.


Rupanya sedari tadi, Laura masih memikirkan sang ibu. Ia terbayang bagaimana sang Ibu mencarinya. Jika ia berbicara pada Naura tentang keinginan yang menelepon Gabby. Sudah dipastikan, kembarnya tidak akan setuju itu sebabnya ia lebih memilih diam diam menemui sang ayah agar ia ia menelepon Gabby.


Laura keluar dari kamar, kemudian ia melangkahkan kakinya mencari rumah Nael, Fila jgn sungguh luas sehingga butuh sulit hingga Naura kesulitan mencari keberadaan Nael.


Scroll gengs