
“Apaa dia ada di dalam?” tanya Stuard pada sekretaris Alex, yang tak lain adalah Ayah Arsen. Tiba-tiba, wajah sekretaris itu memucat. saat Stuard bertanya tentang bosnya, karena bosnya sedang bersama wanita muda yang tak lain adalah selingkuhan Alex.
“Kenapa kau tidak menjawabku? apa ada Alex di dalam!? telepon dia, Jika dia tidak keluar Dalam waktu 5 menit aku akan mendobrak pintu Ini!” kata Stuard lagi. Nada suaranya terdengar dipenuhi ancaman, membuat sekretaris Alex bergidik. Ia pun segera menelepon sang Bos dan setelah mendapat jawaban dari bosnya, sekretaris itu pun menutup kembali panggilannya.
Tak lama, terdengar suara derap langkah dan pintu ruangan Alex terbuka, “Tu-tuan, Stuard,” kata Alex terbata-bata saat melihat Stuard ada di depannya.. Ia tak menyangka, besannya atau yang lebih tepat mantan besannya ada di perusahaannya.
Karena selama ini, Stuard ataupun Gabriel, tidak pernah datang ke perusahaannya. Itu sebabnya, ia terkejut. Stuard memicingkan matanya saat melihat tampilan Alex begitu berantakan.
tak lama, terdengar dari dalam ruangan Alex membuat Alex salah tingkah. “Apakah kau sedang kedatangan tamu?” tanya Stuard membuat Alex gugup.
••••
“Gabby, Bisakah kau berhenti mondar-mandir! kau mengganggu konsentrasiku?” protes Gabriel ketika Gabby terus mondar-mandir di ruangannya.
Gabby menghentikan langkahnya, kemudian menatap Gabriel. ”Gabriel, apa menurutmu Daddy akan kecewa padaku, karena apa yang kulakukan dengan Nael?” tanya Gabby.
Gabriel yang sedang fokus pada laptopnya menoleh. Lalu ia tanpak sedang memikirkan sesuatu. “Tidak, Daddy tidak akan kecewa padamu. Mungkin Daddy akan mencoret namamu dari daftar waris!” kata Gabriel Sambil tertawa, membuat Gabby berdecak kesal.
“Kenapa kau selalu menyebalkan Gabriel!” cicit Gabby, membuat Gabriel mengangkat bahunya acuh.
“Tenanglah, dan duduk di sofa! Kau sungguh mengganggu konsentrasiku,” titah Gabriel lagi. Seketika Gabby terdiam, kemudian ia menatap Gabriel.
“Ya, kita tidak akan seperti ini jika tanpa Daddy,” jawab Gabriel. “Tapi kau jangan senang dulu, Gabby. Ada konsekuensi yang harus kamu tanggung karena kau sudah tidur dengan lelaki itu!” kata Gabriel, membuat Gabby berdecak kesal.
“Apa kau tidak ingat, apa yang kau lakukan pada istrimu. Selama 3 tahun, kau menyekapnya!” balas Gabby saat sang Kakak meledeknya dan kali ini Gabriel yang berdecak kesal.
“Kau berisik sekali!” omel Gabriel.
Gabby mendudukkan diri di sofa, kemudian ia melihat-lihat ponselnya. Ia menekan galeri. Lalu, menekan tanda play di layar, hingga sebuah vidio terputar.
Gabby tersenyum saat melihat video itu, Gabriel yang sedang di sofa langsung melihat kearah Gabby, karena mendengar suara dari rekaman yang sedang diputar oleh Gabby.
Ia pun langsung bangkit dari duduknya, kemudian ia berjalan ke arah Gabby. Saat berada di dekat Gabby, Gabriel pun menarik paksa ponsel Gabby lalu melihat rekaman itu.
“Gabriel, kau tidak sopan sekali!” omel Gabby ketika Gabriel merebut ponsel dari tangannya. Tanpa memperdulikan omelan Gabby, Gabriel fokus melihat rekaman yang ada di ponsel adiknya. Gabriel melihat rekaman itu tanpa berkedip, kemudian ia menoleh ke arah Gabby.
“Ga-Gabby, Apakah ini milikmu?” tanya Gabriel dengan mata yang berkaca-kaca.
Gabby tak menjawab, kemudian menunduk lalu mengangguk. “Ya, Gabriel. Itu milikku!” kata Gabby, seketika Gabriel terdiam saat melihat video yang merupakan vidio .....
Udah 3 bab gengs, ga komen besok up satu bab hahahha. Gas komen gengs.