
“Kedua putrimu sekarat bodoh!”
“Gabby dan kedua putrimu mereka menderita penyakit yang sama.”
“Apakah kau? inikan yang selalu kau inginkan.”
Ucapan Jordan barusan terngiang-ngiang di kepala Nael. Sekejap, Nael terdiam, otaknya kosong, ia seperti orang linglung. Jiwanya terasa direbut paksa dari raganya, ketika ucapan Jordan barusan menubruk otaknya dan terngiang di telinganya.
Detak jarum jam seperti berhenti berputar. Jantungnya seperti berhenti berdetak, nafas Nael terasa tercekat di tenggorokan, hingga rasanya ia kesulitan untuk bernafas.
“Le-Leukimia.” Nael berucap lirih, seraya menatap ke bawah. “Laura ... Naura.” Tiba-tiba bayangan Laura dan Naura menghampirinya. dalam bayangan Nael, Laura dan Naura sedang memeluk kakinya. Lalu tersenyum padanya, persis seperti mereka saat akan berpamitan setelah dari taman hiburan.
“Paman Nael.” Terdengar ucapan Laura dan Naura yang memanggilnya Paman, membuat Nael menitikan air mata tanpa sadar.
“Ya, Tuhan.” Tiba-tiba Nael tersadar, kemudian ia mengusap wajah kasar. Walaupun ia sudah tersadar dan bayangan kedua anaknya sudah menghilang. Nael masih tidak bereaksi apapun. Ia malah meninggalkan ruangan Jordan dengan hati yang hampa, serta langkah yang sangat pelan. jujur saja, Nael merasa kakinya tidak berpijak pada bumi.
•••
Nael terdiam, ia menatap kearah luar. Hatinya terasa pedih, sedih, hampa kosong dan tidak karuan saat melihat taman hiburan yang saat itu ia datangi bersama kedua putrinya. Ya, saat ini, ia sedang berada di di taman hiburan.
Pikirannya terlalu kacau, hingga tanpa sadar ia mengendarai mobilnya ke tempat tersebut.
Tempat yang terakhir kali ia datangi bersama kedua putrinya. Ia langsung pergi ke taman hiburan, setelah keluar dari perusahaan milik Jordan.
Tapi sekarang tidak, egonya tidak muncul lagi. Ia tetap hampa. Separuh jiwanya seakan pergi, bersama bayangan putrinya.
Nael menghela nafas, kemudian menghembuskannya. Ia meraup oksigen sebanyak-banyaknya. Lalu mulai menyalakan mobilnya dan menjalankannya untuk pulang ke rumah.
Setelah melewati perjalanan yang cukup jauh, akhirnya Nael sampai di rumah kedua orangtuanya. Pintu gerbang terbuka, mobilnya yang melenggang masuk. Ia memarkirkan mobilnya lu turun dan masuk ke dalam rumah. Saat ia masuk, ia langsung berjalan ke arah lift untuk naik ke kamarnya.
Saat ia akan menekan tombol lift, lift sudah terbuka. Sosok Leticia keluar dari lift sambil membawa koper. Baru saja ia akan bertanya pada Lelticia mengalihkan tatapannya kearah lain. Lalu, ia keluar tanpa memperdulikan Nael yang sedang berada di depannya.
Tapi Nael, tidak tinggal diam. Ia langsung menarik tangan sang adik. Hngga Leticia berbalik.
“Apa?”
“Kau mau kemana?” tanya Nael.
“Aku akan ke Jepang, menyelamatkan cucu Mommy dan Daddy," jawab Leticia dengan sinis. Ia sengaja tidak menyebutkan Laura dan Naura adalah putri Nael.
“Le-Leticia.” bibir Nael bergetar, saat mendengar Leticia berbicara, seketika Letiicia menarik sudut bibirnya, kemudian tersenyum sinis..“Kenapa kau masih di sini? seharusnya kau pergi berpesta untuk menertawakan keadaan kedua putrimu. Bukan ini yang kau? kedua putrimu, bukan mereka bukan putrinya Mereka cucu Mommy dan Daddy.”
Setelah mengatakan itu, Leticia menghempaskan tangannya dengan kasar, kemudian Ia pun berbalik lalu menggeret kopernya membuat Nael terdiam. Untuk kesekian kalinya, hati Nael hancur saat mendengar ucapan sang adik, tubuhnya kembali diam nematung ia merasa jiwanya terbang.
Scroll gengs aku up 3 bab