Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Kenapa Mereka bisa Dekat


Gengs Bab ini ke up dobel, untuk bab terbaru kalian scroll aja ya


Setelah Miko dan Leticia pergi, Jordan langsung melihat ke arah Ayana. Tatapan matanya menatap Ayana dengan berapi-api, membuat Ayana terhenyak, Ini pertama kalinya Jordan menatapnya seperti itu.


Biasanya, Jordan tidak pernah menatapnya begini.


Jordan berusaha menetralkan dirinya, ia berusaha untuk menahan emosinya. Setelah itu, ia menarik tangan Ayana. “Ayo pulang!” tanpa basa-basi, Jordan menarik tangan Ayana dengan sedikit keras.


Ayana bergidik, ia benar-benar takut akan reaksi Jordan, ia tidak menyangka Jordan akan seperti ini, karena biasanya, Jordan akan berbicara dengan nada lemah lembut.


“Dad, aku aku akan bawa mobilku sendiri!” Ayana saat berada di basement, “Tidak perlu, aku akan menyuruh orang mengambil mobilmu.” Jordan membuka pintu dengan keras, kemudian mendorong tubuh Ayana untuk masuk. Lalu setelah itu, ia langsung masuk ke dalam mobil lalu menjalankan mobilnya.


Jordan mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, ia tidak perduli pada Ayana yang tampak ketakutan. Emosi Jordan terasa di ubun-ubun, ia emosi karena Ayana datang dan emosi karena melihat tangan Leticia digenggam oleh Miko.


Rasa cemburu menjalar dalam diri Jordan ditambah lagi kehadiran Ayana. Hingga ia gagal berbicara dengan Leticia dan sekarang, emosi Jordan meledak-ledak.


Setelah melewati perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mobil yang dikendarai Jordan sampai di kediaman mereka. Secepat kilat, Jordan langsung keluar dari mobil dengan membanting pintu, lemudian membuka pintu untuk Ayana. Lalu, ia melepaskan sabung pengaman Ayana dengan paksa dan menarik tangan Ayana dengan keras.


“Daddy lepaskan aku! tanganku sakit.” Ayana berteriak ketika Jordan menarik tangannya. Jujur saja, ia takut Mona melihat apa yang dilakukan Jordan, karena itu tidak baik bagi anak kecil.


Saat masuk ke dalam rumah Jordan menghela nafas kemudian menghembuskannya, berusaha menetralkan emosinya ia tidak ingin pelayan dan putrinya melihat emosinya. Ia berjalan ke arah lift kemudian menaiki lift untuk ke kamarnya.


“Apa maksudmu mengikutiku!” Jordan berusaha meredam suaranya, agar tidak berteriak pada Ayana. Emosinya benar-benar di ubun-ubu, sebenarnya itu tidak terlalu marah saat Ayanamenyusulnya. Ia marah karena melihat tangan Leticia digenggam oleh laki-laki lain dan naasnya, Ayanalah yang menjadi pelampiasannya


“Dad, maafkan aku!”


“Diam kau!” kali ini Jordan berteriak dengan kencang, hingga Ayana refleks memejamkan matanya. Jordan meraup oksigen sebanyak-banyaknya, kemudian ia langsung berbalik dan keluar dari kamar, lalu membanting pintu. Ia takut suaranya terdengar oleh sang putri.


Tepat setelah Jordan keluar, Ayana meraung. Ia menangis kencang-kencangnya, menyesali tindakannya karena telah menyusul Jordan dan karena telah menghina Leticia.


Jordan masuk ke dalam ruang kerjanya, kemudian ia mendudukkan dirinya di kursi. Lalu menyandarkan tubuhnya ke belakang, ia masih terbayang bagaimana Leticia pergi dengan lelaki lain dan rasanya itu begitu menyakitkan.


Ia menghela nafas, kemudian menghembuskannya. Ia merogoh saku kemudian mengambil ponsel untuk membuka Instagram Leticia. Namun saat akan membuka Instagram Leticia, Jordan mengerutkan keningnya saat melihat unggahan Instagram Arsen.


Arsen mengunggah sebuah foto di mana tengah berdiri dengan seorang lelaki dan posisi mereka membelakangi kamera dengan latar lapangan golf.


Walaupun posisi lelaki itu membelakangi. Tapi ia tahu lelaki itu adalah Nael, yang membuat Jordan bingung, kenapa Nael bisa dekat dengan Arsen, bukankan seharusnya mereka tidak sedekat ini, begitulah pikirnya. “Bagaimana mungkin mereka bisa dekat,” ucap Jordan, seketika hatinya terasa panas, ketika melihat sahabatnya lebih dekat dengan Arsen.


Scroll gengs