
Gisel menghela nafas saat melihat nama sang kakak terpampang di layar, Ia pun mengangkatnya. “Kaka, ada apa?” tanya Gisel pada Gabriel.
“Kenapa kau tidak mengangkat panggilan kakak?” tanya Gabriel.
“Aku tadi sedang di mobil!” kata Gisel.
“Apakah kau pulang bersama Steve?” tanya Gabriel lagi, Gisel menggigit bibirnya kemudian menggangguk. Walaupun anggukannya, tidak terlihat oleh Gabriel,entah kenapa hatinya merasa tak nyaman ketika membahas Steve.
“Gisel dengarkan kakak!” kata Gabriel, Gisel terdiam. “Ada apa kak?” jawab Gissel, tiba-tiba hatinya merasa tak tenang.
“Kakak, ingin kau menikah dengan Steve secepatnya,” ucap Gabriel tiba-tiba.
“Kaka, ada apa denganmu. Kenapa kau mengaturku apa ....”
“Gisel ....” Gisel menghentikan ucapannya ketika Gabriel memanggil namanya dengan menekankan nada suaranya, dan Gisel tahu ia tidak boleh membantah perintah sang kakak.
“Kami belum saling mengenal, aku akan menikah dengannya. Tapi tolong, berikan aku waktu untuk saling mengenal lagi.” Setelah itu, ia mematikan panggilan kakaknya, karena ia tidak ingin mendengar perintah Gabriel lagi, ini benar-benar menyakitkan untuknya.
Selama 5 bulan ini, ia tidak bertemu Arsen, tak bisa dibayangkan lagi bagaimana perasaan rindu yang memuncak di diri Giseel, ya, Arsen memang mantan pendosa dan perasaan yang ia rasakan pun tidak bisa ia kontrol, karena Tuhan memberikan cinta tanpa memandang pada siapa cinta itu berlabuh.
Seandainya ia bisa, Ia pun ingin melupakan Arsen, ia tidak ingin jatuh cinta pada mantan ke kakak iparnya. pun pada akhirnya ia tahu ia tidak akan mungkin bersama dengan Arsen.
Setelah mematikan panggilan dari Gabriel, Gisel pun bangkit dari berbaringnya, kepalanya semakin terasa berputar-putar. Ia sedang menghadapi kasus, Ia juga menghadapi tuntutan dari kakaknya, belum lagi ia juga harus menghadapi pertemuannya dengan Arsen yang membuatnya benar-benar gila.
Seketika itu juga, Gisel pun bangkit dari berbaringnya, kemudian memakai mantelnya lalu Ia memutuskan untuk berjalan-jalan menghirup angin malam
“Lalu aku harus bagaimana Gabby, seandainya salah satu dari mereka ... Ah sudahlah jangan membahasnya lagi, nanti ada yang mendengar pembicaraan kita dan jangan pernah membocorkan apapun pada suamimu!” kata Gabriel, Gabby pun mengangguk.
“Bocorkan ... bocorkan apa! memangnya kalian merahasiakan apa dariku?” tanya Nael yang tiba-tiba muncul dari dalam, Gaby dan Gabriel saling pandang.
“Ini rahasia antara kakak dan adik saja, kau tidak diajak!” kata Gabriel sambil tertawa, setelah mengatakan itu, Gabriel pun keluar dari apartemen Gabby.
“Sayang, kau merahasiakan apa dariku?” tanya Nael.
“Dad, apa Laura dan Naura sudah tertidur,” ucap Gabby, Gabby mengalihkan pembicaraan agar Nael tidak terus bertanya.
“Sayang ....”
“Tidak, aku tidak merahasiakan apapun darimu!” kata Gabby lagi, setelah mengatakan itu, Gaby pun memilih meninggalkan Nael. Bisa bahaya jika Nael terus bertanya
•••
Gisel berjalan sembari menunduk, ini sudah 1 jam berlalu dan selama 1 jam itu pula Gisel sudah tiga kali mengelilingi tower apartemen, ia berjalan sambil menunduk terlihat jelas bahwa wanita itu sedang tidak baik-baik saja.
Gisel mendudukkan dirinya di kursi yang ada di taman yang tak jauh dari tower apartemennya, ia memijat kakinya, Gisel mengacak rambutnya karena benar benar merasa sedang tidak baik-baik saja.
Scroll gengs, banyak yang nanyain, kok karma Ayana Jordan dikir banget, belum ya, mereka akan ada ceritanya sendiri dan apa yang di lalui mereka ga mudah, jangan khawatir tetap di mt kok, Jordan juga bakal ketemu leticia setelah Leticia bahagia
kisannya nnti ya setelah kisah Arsen dan Giseel