Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Jual mahal


“Aku harus ke mana sekarang,” ucap Joanna yang bingung. Ia sudah lelah dan Ia juga sudah mengantuk. Tapi ia juga tidak ingin pergi ke hotel. Tak lama, terdengar suara klakson dari depan, membuat Joanna melihat ke arah depan.


Sebuah mobil terparkir di depannya, dan tak jendela mobil terbuka, Jona menyipitkan matanya untuk melihat siapa yang orang yang ada di dalam mobil itu. Namun tak lama, Joana menyentak nafas kesal ternyata yang mengemudi mobil itu adalah Jordan, dan Joanna tidak berpikir, bahwa Jordan membunyikan klakson untuknya


“Jual mahal sekali gadis itu!” omel Jordan saat Joana tidak mau menoleh ke arah mobilnya.


Beberapa waktu lalu, Jordan yang tadinya akan berencana pergi dan tidak akan memperdulikan Joana memilih untuk berbalik. Lalu ingin menawarkan Joanna tinggal di apartemennya untuk sementara waktu, walau bagaimanapun ia ikut prihatin pada apa yang menimpa gadis remaja itu.


Tapi setelah Jordan membunyikan klakson dan berharap Joana menghampirinya, anak itu masih terlihat dengan wajah songongnya dan Jordan menyesal, ia benar-benar menyesal telah berbalik dan menghampiri gadis itu.


Saat Jordan akan menutup kaca jendela, dan berniat tidak akan lagi memperdulikan Joanna , hati kecilnya memberontak. Tidak mungkin ia membiarkan gadis remaja terdiam di luar, apalagi bisa dibilang ia mengenal orang tua Joana.


“Aku benci sekali seperti ini!” ucap Jordan. Pada akhirnya, Jordan pun keluar dari mobil kemudian memutar mobil lalu menghampiri Joanna.


“Masuk kedalam mobil, aku akan mengantarmu pulang,” ucap Jordan berpura-pura ingin mengantar Joana pulang. Padahal mana mungkin ia membawa Joana pulang karena ia tahu pasti Joanna tidak akan mau diantarkan pulang ke rumahnya.


“Kau lagi!" ucap Joana dengan kesal.


“Aku masih bersikap baik ingin mengantarkanmu, apa kau ingin di sini semalaman?” tanya tanya Jordan nadanya sedikit kesal, membuat Joana berdecak.


”Aku tidak pernah melecehkanmu, yang memegang bokonggmu bukan aku, tapi orang lain yang berdirin di belakangmu!” Hardik Jordan.


karena dulu saat di pesta, Joanna dan Jordan pernah berada di satu lift, dan ada seseorang yang menyentuh bokongg Joanna dan Joana menyangka itu Jordan. Padahal bukan, Dan itu sebabnya sampai sekarang Joanna masih kesel pada Jordan dan selalu menyebut Jordan lelaki tua, apalagi Setelah itu mereka juga berdebat di lift.


“Mana mungkin bukan kau, jelas-jelas kau yang berdiri di sebelahku!” kata Joanna


“Sudah aku bilang, itu lelaki yang berada di belakangmu dan bukan aku!” Jordan berbicara dengan nada yang benar-benar kesal. Ia tidak terima pada Joanna terus menyudutkannya.


“Kau mau ikut atau tidak, jika kau tidak ingin pulang, aku bisa mengijinkanmu tinggal di apartemenku!” ucap Jordan, karena kesal, akhirnya ia to the point untuk mengajak Joana pulang ke apartemennya.


“Tidak mau, sudah pasti kau akan melecehkanku seperti dulu!”


“Itu bukan aku, itu bukan aku!” teriak Jordan, ia bahkan menggerakkan tangannya dengan gerakan seolah ingin mencekik Joana.


“Sudahlah terserah kau saja sudah untung aku mau mengajakmu,” ucap Jordan yang merasa kesabarannya habis. Ia pun berbalik, kemudian ia berjalan ke arah mobilnya. Untuk kesekian kalinya ,ia menyesal telah mengajak gadis itu pulang bersama, seharusnya dia biarkan saja Joana di jalanan.


Scroll gengs