
gengs maafin kemarin aku salah update, itu judulnya tatap aku lelakiku. ini aku update bab Savana ya.
Setelah Savana tidak terlihat, Joshua merasakan separuh jiwanya hilang. Dia merasakan rasa sakit yang luar biasa hebat, dan dia harus membiasakan tanpa Savana. Tentu saja itu terasa berat.
Joshua menghela napas kemudian mengembuskannya. Lelaki itu pun kemudian berbalik, lalu memutuskan untuk pulang. Dia juga memutuskan untuk pergi ke rumah sang ibu, dia ingin menetap di sana karena jika dia menetap di apartemen, dia akan terus teringat istrinya.
Joshua menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang tanpa Savana di sebelahnya. Tak lama, Joshua langsung memarkikan mobilnya kemudian dia mengambil ponsel lalu menelepon Savana. Namun, Savana tidak menjawabnya.
'Savana, kau membuat aku gila,' batin Joshua. Dia jarang sekali jatuh cinta pada orang lain dan sekalinya jatuh cinta, Joshua benar-benar tidak akan melepaskan wanita itu termasuk Savana. Seandainya mereka tidak terlibat hal menyakitkan, tentu saja sekarang Savana ada di sampingnya.
Setelah itu, Joshua pun langsung kembali melajukan mobilnya untuk menuju ke rumah orang tuanya.
***
Dua tahun kemudian.
Tidak terasa, waktu bergulir begitu cepat dan ini sudah dua tahun berlalu. Dua tahun ini Savana menjalani harinya dengan enjoy di luar negeri, dia tidak hanya sendiri, dia didampingi psikiater terbaik yang disiapkan Joshua dan pada akhirnya setelah dua tahun berlalu, luka itu sembuh. Dia sudah bisa menerima semuanya, apa yang terjadi di masa lalu dan berdamai dengan dirinya sendiri.
Beberapa kali Joshua datang menyusul Savana, tapi Savana bersembunyi. Dia tidak ingin bertemu Joshua dan bahkan setelah Joshua datang, Savana langsung merajuk. Dia marah pada suaminya hingga berujung tidak mau dihubungi. Selama beberapa minggu, dan akhirnya Joshua kembali pulang karena Savana mengancam tidak mau menemui Joshua lagi.
Sebenarnya ketika Joshua menyusulnya, Savana memang belum siap untuk bertemu lelaki itu. Dia merasa dia belum sembuh benar, hingga dia memerlukan sedikit waktu lagi. Dia ingin datang pada Joshua karena keinginannya, bukan karena Joshua yang menjemputnya.
Sementara Joshua, rasanya dia tidak sanggup untuk berpisah dengan Savana hingga lelaki itu pun memutuskan untuk menyusul. Namun, Savana tidak mau ditemui hingga pada akhirnya Joshua pulang ke Rusia tanpa bertemu dengan istrinya, tentu saja dia takut ancaman Savana. Namun setidaknya, Joshua bersyukur kondisi Savana sudah jauh lebih baik, karena dia rutin menanyakan kondisi Savana pada psikiater di sana.
Waktu menunjukkan pukul tiga pagi.
Savana keluar dari pintu kedatangan. Saat ini, dia sedang berada di Rusia. Dia bukan datang untuk menemui Joshua, melainkan datang untuk menonton konser K-pop dan setelah itu dia akan kembali ke London.
Setelah kejadian yang menyakitkan, Savana berniat untuk melupakan hal-hal yang berbau K-pop karena saat itu ucapan Joshua begitu menyakitkan, yang mengatakan dia terlalu kanak-kanakan. Namun, saat mendengar boyband kesayangan yang akan konser di Rusia, jiwa Savana bergejolak. Savana ingin datang tapi dia belum siap bertemu dengan suaminya, karena dia takut jika suaminya tahu dia menonton konser seperti itu, suaminya kembali mengejeknya.
Apa yang dilakukan Joshua di masa lalu amat sangat menyakitkan, walaupun sekarang jauh lebih baik. Namun terkadang, Savana selalu merasa takut mendengar hal yang menyakitkan
Sebelum dia datang ke Rusia dia sudah berkonsultasi dengan psikiaternya, hingga psikiaternya mengijinkan Savana untuk pergi. Savana juga meminta agar psikiaternya tidak memberitahukan bahwa dia kembali ke Rusia hanya untuk menonton konser, sebab jika Joshua tahu, dia takut suaminya murka.
Pada intinya, Savana ingin menonton tapi dia takut bertemu Joshua, dan dia takut Joshua meradang ketika dia pulang ke Rusia hanya untuk bertemu dengan idolanya.
Waktu menunjukkan pukul lima sore.
Savana keluar dari hotel tempat dia menginap. Dia menaikkan syalnya kemudian menurunkan topi serta mengangkat maskernya. Tak lupa, dia juga memakai kacamata untuk menyamarkan tampilannya. Setelah itu, Savana langsung berjalan ke arah luar kemudian menghentikan taksi.
***
Joshua menggeleng saat melihat tingkah istrinya. Dia tahu betul Savana pergi ke Rusia untuk menonton konser, dia juga mengerti tentang apa yang dirasakan istrinya, tentang ketakutan istrinya. Seperti niatnya sebelumnya, dia ingin Savana benar-benar sembuh. Dia ingin Savana benar-benar melupakan semuanya hingga dia hanya akan mengikuti istrinya dan tidak akan menampakan dirinya. Dia juga berencana untuk diam-diam mengantarkan Savana ke London.
***
Waktu menunjukkan pukul dua belas malam.
Savana melihat ke sekelilingnya, jalanan benar-benar sepi. Dia bingung harus pulang bagaimana, sedangkan hotel tempatnya menginap sangat jauh hingga tak lama, terlihat taksi yang melintas.
Sejujurnya, Savana dilanda ketakutan. Dia takut orang yang membawa taksi itu orang jahat, tapi dia tak punya pilihan lain hingga pada akhirnya Savana masuk ke dalam dan tanpa Savana sadari, yang membawa taksi itu adalah suaminya sendiri. Joshua terpaksa harus menyamar memakai masker dan juga memakai topi.
Dalam perjalanan, Savana tidak henti-hentinya memutar rekaman yang yang tadi direkam saat berada di konser, Joshua tersenyum ketika melihat wajah Savana yang riang. Untuk pertama kalinya setelah dua tahun berlalu, akhirnya dia melihat istrinya lagi dan pada akhirnya, mobil taksi yang dikendarai Joshua pun sampai di hotel.
beberapa hari kemudian
Akrhirnya, Savana menginjakan kakinya kembali di London. Dia merasa bersyukur selama diam di Rusia, dia tidak bertemu dengan suaminya, padahal sebenarnya Joshua selalu mengikutinya.
Saat dia keluar dari bandara, dia dijemput oleh Merry yang tak lain psikiaternya.
"Bagaimana harimu di sana?" tanya Merry.
"Aku bahagia sekali bisa menonton konser. Menyanyi bersama mereka rasanya menyenangkan, kata Savana lagi. Mereka pun keluar dari bandara.
"Apa kau tidak bertemu dengan suamimu?" tanya Meri.
"Tidak, aku bersyukur. Jika tidak, bisa saja dia memarahiku karena aku menonton konser seperti itu." Terdengar kesedihan dalam nada suaranya, membuat Merry menoleh.
"Cobalah berpikir bahwa mungkin semuanya sudah berubah," kata Merry hingga Savana mengangguk, dia masuk ke dalam mobil, begitu pun dengan Joshua yang juga ikut masuk ke dalam mobil yang sudah menunggunya, karena sedari tadi dia pun mengikuti Savana. Lelaki itu akan kembali lagi ke Rusia besok.
***
Savana keluar dari kamar, dia merasa perutnya lapar, memutuskan untuk keluar dari apartemennya dan berniat untuk membeli makanan ke minimarket yang ada di sekitar tower apartemen. Dia ingin memakan ramen di minimarket tersebut.
Savana masuk ke dalam kemudian dia memilih ramen, lalu setelah itu dia berjalan ke arah pemanas air dan memanaskan mie pilihannya dan setelah itu, wanita cantik itu pun mendudukkan diri yang sudah disediakan di depan minimarket tersebut duduk.
Saat akan menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, Savana menghentikan sejenak kegiatannya. Dia merasakan ada yang memperhatikannya, tapi tak lama dia menggelengkan kepalanya karena tidak mungkin ada orang yang mengikuti dirinya, sebab dia juga melarang suaminya untuk menyuruh orang memata-matainya, dan selama dua tahun ini Savana tidak pernah merasa diikuti.
Namun hari ini berbeda. Dia merasakan ada yang memperhatikannya, karena tentu saja Savana benar. Karena saat ini Joshua sedang berada di seberang. Dia terus memperhatikan istrinya.
Akhirnya, acara makan pun selesai.
Savana bangkit dari duduknya, kemudian dia berjalan ke arah tower apartemen ada yang aneh, dia masih merasa diikuti.
Seketika, Savana mempunyai ide. Wanita itu pun masuk lewat basement bukan lewat lobi. Ketika sudah berada di basement, Savana berjalan dengan cepat dan setelah berbelok, wanita itu bersembunyi di belakang mobil.
Joshua terpekik saat melihat Savana berlari. Dalam sekejap dia kehilangan langkah wanita itu. Dia bingung kenapa Savana melewati basement yang sangat sepi, bukan lewat lobi dan itu membuat Joshua khawatir.
Savana membekap mulut saat mengintip, ternyata benar saja ada yang mengikutinya dan yang paling membuat dia terkejut, ternyata yang mengikutinya adalah Joshua.
Seketika lutut Savana terasa lemas ketika melihat pengorbanan suaminya. Dia membekap mulut, menahan tangis, tersentuh dengan apa yang Joshua lakukan.
'Tunggu, jika dia mengikuti kemari, apa dia juga tahu aku datang ke Rusia?' Savana membatin, dia bertanya-tanya. Seketika rasa haru menderanya hingga ....