Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Ingin seperti air


“Paman, pergi dari sini sekarang juga. Aku mohon pergi pulanglah, jangan menemuiku lagi. Mungkin kita bisa bertemu lagi nanti sampai kondisiku sudah membaik, sampai aku bisa menerima semuanya. Tapi tolong, untuk sekarang Jangan menggangguku dulu.”


Miko memejamkan matanya,.kemudian mengusap wajah kasar. “Aku akan pergi, jaga dirimu baik-baik!” kata Miko. Pada akhirnya, Miko menuruti ucapan Leticia, bukan karena dia menyerah, bukan karena dia takut pada Greey.


Tapi, ia butuh waktu untuk merenung kesalahannya, dia butuh waktu untuk memikirkan keadaannya, karena ia tahu ia sudah keterlaluan dan itu semua karena luka masa lalunya.


Miko pun mempunyai trauma yang sangat hebat, tidak mudah untuk seorang Miko menerima masa lalu yang menyakitkan. Dan itu sebabnya, untuk kali ini dia lebih memilih menghindari Leticia terlebih dahulu, untuk merenungi semuanya dan ia yakin Leticia butuh waktu.


Miko juga sadar, Jika sekarang ia terus bertahan di samping Leticia, mereka tidak akan menemui jalan keluar. Sebelum Miko berbalik tatapan mereka saling mengunci. Namun tak lama, Miko memutuskan pandangannya, kemudian berbalik dalam meninggalkan ruang rawat Leticia.


Tepat saat Miko keluar, Leticia menangis sesegukan, untuk kedua kalinya ia harus menyuruh cintanya pergi, ia harus menjauh dari lelaki yang ia cintai untuk menyelamatkan mentalnya dan dia juga harus melupakan Miko, agar tidak terus terperangkap dalam, ini seperti djavu untuknya dimana dulu dia harus melepaskan Jordan untuk Ayana.


•••


“Kemana suamimu? apa dia meninggalkanmu lagi?” tanya Mona saat ia membantu Leticia untuk membereskan semua perlengkapan. Selama Leticia di rumah sakit.


Ini sudah dua hari berlalu, semenjak percakapannya dengan Miko, dan selama 2 hari ini pulang Miko tidak datang lagi ke rumah sakit, sebenarnya,Leticia bisa pulang ke rumah sakit kemarin. Tapi, Leticia memutuskan untuk pulang hari ini.


Leticia sudah tidak mau memikirkan lagi pernikahannya, ini sudah keputusanku final baginya dan ia tidak ingin terlibat lagi dengan sekretaris ayahnya. Ia tidak tahu ke depannya Seperti apa, entah ayahnya tahu atau tidak Tapi yang jelas, ia hanya ingin menjalani semuanya seperti air yang mengalir.


“Dia sedang sibuk dengan pekerjaannya!” dusta Leticia membuat Mona berdecih.


“Apa pekerjaan yang lebih penting daripadamu?” tanya Mona, Leticia terdiam, seraya tersenyum getir.


“Mungkin.” Leticia menjawab dengan suara pelan, membuat Mona mengigit bibirnya. Ia langsung mengerti dengan apa yang terjadi.


“Kapan kau akan kembali ke Rusia?” tanya Mona.


Leticia menjawab dengan nada sendu.


“Kau baik-baik saja?” tanya Mona. Sepertinya ia mengerti dengan apa yang dirasakan tidak.


“Tidak, aku tidak sedang baik-baik saja.”Mona maju ke arah Leticia, lalu membawa Leticia ke dalam pelukannya.


Hubunga Mona dan Leticia tidak terlalu dekat, karena memang mereka tinggal di beda negara, walaupun begitu tapi mereka juga tidak sejauh itu, Leticia masih berani mengungkapkan apa yang ia rasakan pada Mona.


••••


satu minggu kemudian


Leticia terdiam, tatapannya lurus ke depan. Ia terperanjat kaget saat mendengar suara gebrakan yang sangat keras, secepat kilat Leticia pun keluar dari kamar, kemudian ia langsung berjalan ke arah sumber suara.


Mata Leticia membula saat melihat seorang lelaki yang sepertinya baru saja ambruk di lantai dan tidak sadarkan diri, hingga sepersekian detik, Leticia menyadari bahwa itu adalah Miko, suaminya.


Mata Leticia semakin membulat saat wajah Miko lebam dan Miko tak sadarkan diri.


Rupanya mikooooo


Rupanya Miko bilang 500 komentar dulu gengs .....


Gengs dua bab dulu, tadinya aku mau libur karena hari merah, tapi demi kalian aku up walaupun cuman dua bab.