Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Semua adalah milikku


Kristine terduduk dilantai, matanya sudah membasah. Ia meremas kedua tangannya, saat melihat semua benda-benda dan semua koleksi-koleksi mewahnya dihancurkan oleh Arsen, kekasihnya sendiri.


Rasanya, ia ingin memukul-mukul dadanya yang terasa sesak, ia ingin menangis sekencang-kencangnya. Sedangkan Gabby menyeringai, saat melihat apa yang dilakukan Arsen, kemudian, ia melihat ke arah Kristine.


“Kau tahu, saat ini kau terlihat sangat menyedihkan. Mungkin beberapa waktu, kau menertawaiku karena kalian berhasil membodohiku. Tapi percayalah, aku akan bertambah tertawa seumur hidupku karena aku tidak akan berhenti sampai di sini,” kata Gabby. Seketika Kristine mengangkat kepalanya, lalu melihat ke arah Gabby.


Wajahnya Kristine sudah memucat, jika Gabby berkata begitu, mungkin Gabby akan membalasnya terus menerus. Arsen yang sedang menyobek tas Kristine dengan gunting, tak bisa berkata banyak. Ia menunduk sambil melakukan aktivitasnya. Kini, ia sadar, ia telah salah bermain-main dengan Gabby.


Tiba-tiba, mata Gabby tak sengaja melihat ponsel milik Kristine yang tergeletak diatas nakas, kemudian ia berjalan untuk mengambilnya. Nafas Gabby memburu, ketika menyalakan ponsel itu.


Di ponsel itu terpampang foto Arsen dan Kristin sebagai wallpaper. Yang membuat hati Gabby hancur, ia mengenal latar tempat itu. Latar tempat itu berada di Bali, saat beberapa bulan lalu, ia dan arsen pernah pergi ke Bali untuk berlibur, dan ternyata Kristin mengikuti mereka.


Ia juga teringat, saat itu, Arsen pernah berkata akan bertemu teman-temannya tanpa mengajaknya, dan sekarang ia mengerti dan ia tahu, saat itu Arsan menemui Kristine bukan menemui temannya.


Rasanya, Gabby Tak sanggup untuk menahan emosinya. Tiba-tiba, Gabby membanting ponsel milik Kristin, membuat Arsen dan Kristine menoleh. Tubuh Kristine semakin lemas, saat saat melihat Apa yang dilakukan Gabby, ponsel itu baru ia beli sebulan lalu.


Setelah melempar ponsel itu, tiba-tiba Gabby terpikirkan sesuatu, iya mengacak-acak lemari Kristine, kemudian menemukan buku tabungan milik Kristine.


”Tolong bekukan akun bank, pakai semua koneksimu untuk membekukan dana yang ada di rekening yang akan kirimkan," ucap Gabby pada orang yang sedang di teleponnya.


Seketika itu juga, Arsen dan Kristine saling pandang. Rasanya, jiwa Kristin sudah melayang, saat mendengar apa yang dilakukan Gabby dan bodohnya,Kristine sama sekali tidak memegang uang cash, semua uangnya ia simpan di rekening, dan sekarang, uang itu sudah dibekukan oleh Gabby.


“Uang yang kau dapat adalah milikku, dan kau tidak akan pernah bisa mencairkan uang ini lagi. Kau harus tetap bekerja di firma hukum milik ayahku,” ucap Gabby pada Kristin, “Jika kau tak masuk sehari saja di kantor, maka aku akan mencarimu kemanapun kau pergi,” ucap Gabby lagi.


Ia bersidekap memandang Kristin, tentu saja, ia tidak akan membiarkan Kristin pergi begitu saja, karena ini baru baru permulaan. Ia akan menyiksa Kristine dengan lembut. Namun, tetap mematikan.


“Arsen, itu juga berlaku untukmu. Mulai saat ini, aku tidak membiarkanmu memakai uang. Semua uang yang ada di rekeningmu adalah milikku, karena kau bekerja di firma hukum ayahku. Dan mulai besok, Giseel yang akan menggantikan posisimu, dan kau di pecat. Jika kau ingin mendapat uang, carilah Firma hukum yang bisa menerimaku!” kata Gabby pada Arsen.


Arsen ....


Scroll gengs, aku up 3 bab ya