Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Mempertahankan Ego


Entah perasaan macam apa ini, perasaan yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Ini aneh, tapi begitu nyata. Dan aku tak mengerti dengan apa yang terjadi sekarang. Tubuhku diam mematung, dan aku hanya mampu menatap mereka tanpa berkedip.


Nathanael Geery Beechet.


Paman?


Satu kata itu membuat Nael, terdiam


Jantungnya seperti berdetak dua kali lebih cepat. Nafasnya memburu, dadanya bergemuruh. Ia langsung menatap kedua Putri kembarnya secara bergantian.


“ Laura ... Naura!” panggil Gabby. Ia berusaha meminta penjelasan dari Laura dan Naura lewat tatapan matanya. Gabby meminta penjelasan, kenapa Laura bisa memanggil Nael dengan paman.


“Mommy, ayo kita pulang. Kita harus segera bersiap untuk pergi ke bandara.” Naura malah berbiacara hal lain, membuat Gabby tersadarkan akan sesuatu.


Sepertinya ia mengerti dengan apa yang dirasakan oleh kedua putrinya, detik itu juga, senyuman Gabby mengembang. Ia berterimakasih pada Tuhan, kedua putrinya telah melepaskan Nael, hingga mereka bisa pergi tanpa rasa sakit.


Gabby mengalihkan tatapannya pada Nael. Entah kenapa, kali ini, ia melihat Nael seperti Nael yang berbeda. bukan Nael yang seperti kemarin-kemarin.


“Nael, kalau begitu aku permisi. Sampai jumpa.” Nael tidak merespon ucapan Gabby. Ia masih diam mematung. Ada rasa sakit yang terselip di dalam hati, ketika kedua putrinya memanggilnya paman.


“Kalian akan pergi?” Tiba-tiba, Nael berbicara tanpa sadar. Jujur saja, ia mengeluarkan apa yang ada dalam hatinya Hingga mengungkapkannya. Padahal, Ia sama sekali tidak berniat untuk bertanya.


Gabby yang sudah berbalik dan bersiap melangkah, menghentikan langkahnya. Ia merasa bingung dengan apa yang terjadi pada Nael. jika dipikir, selama kehadiran putrinya Ini pertama kalinya Nael bertanya padanya.


Biasanya, ia paling membenci melihat wajah Laura dan Naura. Tapi sekarang, Entah kenapa matanya seolah terhipnotis pada kedua putrinya.


Gabby tersenyum, kemudian mengangguk. “Ya, Nael. Kami akan pergi. Kalau begitu kami permisi!” sebelum mendengar jawaban Nael Gabby berbalik, kemudian ia pergi dan berjalan meninggalkan Nael.


Lagi-lagi, Nael hanya terdiam, ia hanya mampu menatap punggung Laura dan Naura. Ini benar-benar aneh, ia tdak mengerti dengan apa yang ia rasakan. Ada rasa sesak saat punggung putrinya yang semakin menjauh.


Nael menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tersadar, seperti biasa, egonya kembali hadir.


“Untuk apa juga aku peduli pada mereka!” pada akhirnya, Nael kembali ke dirinya sendiri. Di mana ia masih mementingkan egonya dan masih mementingkan gengsinya. Hingga ia sama sekali tidak peduli pada Laura dan Naura. Padahal alam bawah sadarnya merasa sesak ketika kedua putrinya tidak lagi memanggil Daddy.


Tanpa Nael tahu tanpa Nael sadari, mungkin inilah momen terakhir kali Nael bisa melihat Naura dari Laura. Entah mereka bertemu lagi atau tidak. Tapi keadaannya pasti akan berbeda, Di mana Laura dan Naura sekarang yang melupakan Nael, menjadikan sosok Nael sebagai sosok lelaki yang bukan sebagai sosok Ayah mereka lagi.


Menyerah mereka, mereka sudah tidak ingin lagi melihat kebelakang dan mereka melepaskan sang ayah dengan senyuman.


Setelah tersadar, Nael masuk kedalam mobil. Kemudian Ia memakai sabuk pengaman, lalu menjalankannya.


Paman


Tiba-tiba, kilatan ucapan Laura dan Naura yang memanggil paman terngiang di otak Nael. Haahaha! Tiba-tiba, Nael tertawa saat mengingat kedua putrinya memanggilnya paman. “Bagus lah mereka tidak lagi memanggilku Daddy!” ucap Nael sambil mengemudi. Ia bisa saja berkata begitu tapi hatinya berkata lain.


Scroll.gengs aku up 3 bab