Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Bercerai


Aaaaaaaaaaaaaaaaaa!” Gabby berteriak kencang. Air mata tak henti-hentinya mengaliri wajah cantiknya.


Ia menatap ke depan dengan tatapan nanar. Kemudian menangis tersedu-sedu. Tak pernah terpikirkan oleh seorang Gabby Josephine. ia akan mengalami penghianatan seperti ini.


“Aaaaaaaaa!” Gabby kembali berteriak histeris. melepaskan emosi yang tertahan di dadanya. Tak lama, ponselnya berdering. Ia menghapus air matanya, kemudian merogoh tasnya lalu mengambil ponsel.


Nama arsen terpampang di layar. Membuat Gabby menggertakan giginya.


“Kau mau apa menelponku?” tanya Gabby saat mengangkat panggilan dari arsen.


“Gabby, aku mohon temani aku disini,” ucap Arsen, terdengar


“Aku tidak punya waktu, aku akan datang jika kau sudah menjadi mayat. Aku memberimu waktu dua hari. Jika dalam dua hari kau tidak bekerja, kau akan kupecat!" Setelah mengatakan itu, Gabby pun menutup panggilannya, lalu tak lama, tubuhnya ambruk ke bawah.


Nyatanya mendengar suara Arsen itu sangat menyakitkan. Beberapa waktu lalu, suara Arsen begitu indah di telinganya. Ia begitu suka ketika Arsa memanggil namany.


Tapi sekarang, ia merasa jijik setiap mendengar suara suaminya.


Sungguh, jika di ingat apa yang di lakukan oleh Arsen. Rasanya, ia ingin mematahkan tulang belulang lelaki itu.


Nael mengintip, kemudian tampak berpikir lalu menggeleng gelengkan kepalanya, Memangnya, apa juga peduliku! Begitulah pikirnya.


Tak lama, Nael terperanjat kaget ketika melihat Gabby ambruk kebawa. Nael pikir, Gabby tak sadarkan diri. Hingga cepat kilat, Nael langsung keluar dari persembunyiannya lalu menghampiri Gabby.


“Haishh!” Nael terperanjat kaget, ketika Gabby mengangkat kepalanya. Ia pikir, Gabby tidak sadarkan diri. Ternyata ia salah, Gabby hanya menunduk.


Begitupun dengan Gabby yang terperanjat kaget dengan kehadiran Nael. “Kau sedang apa disini?” tanya Gabby. Ia kembali menghapus air matanya, kemudian langsung bangkit dari duduknya. Tatapannya langsung mengarah ke arah Nael.


“Tunggu, jangan bilang kau melihat apa yang aku lakukan!” tanya Gabby.Nael mengangkat bahunya acuh.


“Untuk apa juga aku melihat hal yang tidak penting," jawabnya yang membuat Gabby mendekus. Ia pun segera berjalan dan memutuskan untuk turun lalu kembali ke apartemen Gisel.


Satu minggu kemudian


Gabby menoleh. Kemudian mengangguk.


“ di mana dia?” tanya Gabby.


”Dia ada di depan ruangan anda Dokter." Setelah mendengar jawaban suster itu, Gabby berbalik, dan berjalan ke ruanganny.


“Maaf membuatmu menunggu lama," ucap Gabby, pada orang yang telah menunggunya.


“Tidak apa-apa, Nona” . Setelah itu, Gabby pun membuka pintu lalu mempersilahkan tamunya untuk masuk.


“Bagaimana, apakah kau sudah mengurusnya?” tanya Gabby pada pengacaranya.


“Ya, nona. Surat ini dikeluarkan langsung oleh pengadilan dan mulai sekarang Tuan Arsen bukan lagi suami anda.” pengacara itu memberikan map pada Gabby, membuat Gabby tersenyum puas. Tak sulit bagi Gabby untuk mengurus sesuatu, karena ia mempunyai koneksi yang kuat.


“Terima, kasih tolong rahasiakan ini dari siapa pun. Aku akan mentransfer bonus yang besar ke rekeningmu,” ucap Gabby. Pengacara itu pun mengangguk.


“Kalau begitu, saya permisi nona. Kabari saya jika ada sesuatu.” Setelah mengatakan itu, pengacara pun pergi meninggalkan ruangan Gabby.


Gabby mengambil map itu, kemudian membukanya. Di dalam itu, ada surat pengadilan atau surat cerai Gabby dan Arsen.


Ya, kini mereka telah resmi bercerai secara hukum. Gabby sengaja mengambil langkah ini agar arsen tidak meminta pembagian harta. Ia pun merahasiakan ini dari Arsen. Akan terlalu mudah jika Arsen mengetahui bahwa mereka sudah bercerai.


Tak lama, pintu di ketuk, muncullah sosok adik iparnya atau yang tak lain mantan adik iparnya.


“Aku sibuk, pergi dari ruanganku sekarang juga!” titah Gabby paya Yosha. Ia langsung berbicara saat Yosha melongokan kepalanya


Yosha


Gas komen gengs.