Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Menyadari tatapan


Laura mematut diri di cermin, ia merasa aneh dengan gaun yang ia kenakan, gaun itu begitu transparan dan membuatnya dan sangat terbuka. Sungguh, Laura tidak nyaman memakai gaun ini. Tapi ini gaun dari Arthur, dan ia rasa ia tidak bisa memakai gaun yang terbuka seperti ini. Memang gaun yang seperti ia pakai, adalah gaun yang pas untuk pesta. Tapi, tetap saja Laura merasa tidak nyaman.


Pada akhirnya, Laura memutuskan untuk tidak memakai gaun dari Arthur, ia memutuskan  untuk memakai gaunnya sendiri, ia akan menjelaskan pada Arthur nanti.


10 menit kemudian, Laura sudah siap memakai gaunnya, Ia memakai gaun yang tertutup. Namun tetap terlihat anggun, yang penting, ia merasa nyaman dengan gaun yang ia kenakan. Setelah memastikan tampilannya rapih Laura pun keluar dari kamar.


Beruntung Bella  sudah tidur bersama pengasuhnya, hingga ia bisa tenang meninggalkan Bella, dan tak lama Bell berbunyi dan Laura tahu itu adalah Arthur.


Arthur terdiam saat Laura membuka pintu, ia menatap Laura dari bawah sampai ke atas. Laura tidak memakai gaun pemberiannya. “Ah Arthur maaf, aku tidak bisa memakai gaun pemberian darimu, karena itu terlalu terbuka,”  jawab Laura yang mengerti tatapan Arthur. Ia bisa menangkap  raut wajah Artur yang berubah.


Lagi-lagi Arthur mengeram, namun ketika Laura berbicara ia langsung menetralkan ekspresinya. “Tidak apa-apa, Laura,” kau  cantik dengan memakai gaun itu,”  jawab Arthur. “ayo,”  Arthur mengulurkan tangannya pada Laura, dan  dengan ragu, Laura menerima uluran  tangan dari Arthur.


Sungguh, saat tangannya digenggam oleh Arthur. Laura merasa tidak nyaman, hatinya seolah menyuruhnya untuk melepaskan genggaman tangannya dari tangan Artur.


Setelah melewati perjalanan yang cukup jauh akhirnya mobil yang dikendarai Arthur sampai di hotel, tempat diselenggarakan acara. Arthur keluar dari mobil, kemudian ia membukakan pintu untuk Laura. Seperti tadi, Arthur mengulurkan tangannya pada Laura, hingga Mereka pun masuk ke dalam dengan bergandengan tangan.


Pesta sudah mulai berjalan, Laura juga sudah bertemu dengan kedua orang tuanya. Sedangkan Andre  entah kemana dan Laura lebih memilih untuk menikmati sajian yang ada di pesta tersebut.


“Nona, ini untuk anda!” kata pelayan yang memberikan gelas berisi minuman soda pada Laura.  Laura pun mengambil minuman itu, lalu menengguknya.


Diam-diam, Artur  tersenyum saat Laura meminum minuman itu. Arthur sengaja menyuruh pelayan Untuk mengantarkan minuman itu pada Laura, karena ia sudah mencampur  minuman itu dengan obat perangsanggg, dan malam ini, ia akan menjerat Laura dengan caranya.


Sedari kemarin, ia sudah merasa Laura dan Bela menatapnya dengan tatapan berbeda. Itu sebabnya,  Artur  ingin mengambil jalan pintas ini untuk mendapatkan Laura, dan setelah mendapatkan Laura tujuannya akan tercapai. Perusahaan Nael  pasti akan membantu perusahaan keluarganya.


Karena tanpa Nael  tahu, perusahaan keluarganya  sedang diambang kritis dan jika hubungan mereka bersatu, perusahaan milik keluarga Arthur akan kembali jaya seperti semula


Dan kini, ia hanya tinggal selangkah lagi untuk mendapatkan Laura


Tinggalin komen dan like di setiap bab oke.