Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Fakta


Jordan menghela nafas, lalu menghembuskannya saat Leticia berada di depan mobilnya. Ia menoleh ke arah belakang untuk melihat Miko, berharap Miko menghentikan Leticia atau menarik tangan Leticia. Tapi, ia melihat Miko malah tertawa.


Jordan membuka jendela, kemudian melongokan kepalanya keluar jendela. “Minggir, aku harus pergi!” kata Jordan.


“Turun ku bilang!” teriak Leticia lagi.


Sepertinya Leticia tidak akan pergi, jika ia tidak menuruti keinginan wanita itu. Jordan pun mundur, kemudian ia kembali memarkirkan mobilnya membuat Leticia menghela nafas.


Jordan keluar dari mobil, hingga Leticia menghampiri Jordan. “Ayo berbicara denganku!” kata Leticia, membuat Jordan berdecak kesal. Leticia menghampiri Miko, untuk meminta ijin pada suaminya. “Dad, kau tunggu di sini. Aku rasa, aku harus menyadarkan dia dulu,” ucap Leticia, Miko pun mengangguk.


“Apa yang ingin kau katakan padaku Leticia?” tanya Jordan setelah mereka kembali lagi masuk. Lagi-lagi Jordan tertegun saat melihat Leticia. Biasanya, jantungnya akan berdebar tak karuan ketika melihat wanita yang ada di depannya ini. Tapi sekarang ...


“Jordan apa Kau bodoh? apa kau dungu!" ucap Leticia, tiba-tiba membuat Jordan membulatkan matanya. Ia bingung, kenapa Leticia, mengutuknya.


“Apa maksudmu!” tanya Jordan dengan tidak terima.


“Apa kau tidak tahu siapa anak yang baru saja akan kau tabrak?”


Mendengar ucapan Leticia, seketika Jordan tertawa. “Seharusnya suamimu tidak menyelamatkan dia!’ kata Jordan.


“Apa kau tidak merasa familiar dengan anak Ayana?"


“Jangan berbelit-belit, Leticia. Apa yang ingin kau katakan!”


Leticia menghela nafas, kemudian menghembuskannya. “Ayana pernah menemuiku dia pernah meminta maaf padaku dan dia mengatakan semuanya tentang apa yang menimpa kalian berdua. Kau tahu, kenapa Ayana mengatakan bahwa Moa bukan putrimu? itu karena dia tidak ingin dipisahkan dari putrinya jika bercerai denganmu. Itu sebabnya dia mengatakan bahwa Moa bukan putrimu. Padahal jelas-jelas Moa adalah darah dagingmu. Apa kau tidak bisa melihat kemiripan antara kalian berdua?”


Tiba-tiba tubuh Jordan diam mematung, ia menatap Leticia dengan bingung, otaknya kosong dan ia berusaha mencerna ucapan demi ucapan yang Leticia ucapkan.


Bagaimana mungkin Leticia bisa mengatakan hal yang demikian, sedangkan Ayana sendiri yang mengatakan bahwa Moa bukan putrinya.


“Kau berbohong leticia, kau pasti berbohong,” ucap Jordan, ia menatap leticia dengan tatapan tak percaya. Bagaimana mungkin leticia mengatakan bahwa Moa anaknya.


“Itu faktanya Jordan, Ayana sudah melarangku untuk mengatakannya padamu. Tapi yang kau lakukan pada Moa tadi benar-benar keterlaluan Bagaimana mungkin kau ....” leticia tidak meneruskan ucapannya saat melihat Jordan yang tampak terdiam.


Bahkan, wajah Jordan sudah memucat, ia teringat saat tadi Ia berniat untuk menabrak putrinya sendiri. “Kau berbohong Leticia, kau berbohong,” ucap Jordan yang masih Kekeh menepis ucapan Leticia.


Leticia mengambil ponselnya,.kemudian ia mengutak-atik galeri miliknya. Seingatnya ia menyimpan foto Moa, ketika ia tidak sengaja bertemu dengan Ayana dan saat itu, ia mengambil foto Moa. Setelah itu ia mengirimkannya pada Jordan.


“Buka ponselmu. Aku mengirimkan foto putrimu. tatap fotonya lekat-lekat, jika kau masih manusia kau kan tahu, bahwa dia adalah putrimu.” Setelah mengatakan itu, Leticia bangkit dari duduknya, ia memilih untuk meninggalkan Jordan, agar Jordan bisa merenung.


Dengan tangan yang bergetar, Jordan langsung mengambil ponsel di sakunya, kemudian membuka foto yang dikirimkan Leticia.


Scroll gengs