
Satu minggu kemudian
Ini sudah satu minggu berlalu, semenjak pembicaraan Nael dan Andre, dan hari ini Andre berencana untuk menjemput Laura di mansionnya dan mengajak Laura untuk pergi keluar.
Selama satu minggu ini, Andre larut dalam pekerjaan, ia bahkan tidak mempunyai waktu untuk menemui Laura dan Bella. Ia ingin mengerjakan pekerjaannya lebih cepat karena setelah melangsungkan pernikahan dengan Laura, Andre akan mengajak Laura berbulan madu.
“ Steven apa Laura ada?” tanya Andre pada adik kembar Laura dan Naura. Ia langsung bertanya pada saat masuk kedalam mansion.
”Mungkin dia di kamarnya, kau masuk saja,” Jawab Steven. Andre menggangguk, kemudian ia langsung masuk ke dalam, Gabby dan Nael sedang tidak ada, hingga Andre pun langsung naik ke atas kamar Laura, sedangkan Bella masih di sekolahnya.
Saat Andre akan mengetuk pintu, ternyata Laura keluar dari kamar. Andre mengerutkan keningnya saat Laura tampak rapi.
“Laura kau mau ke mana?” tanya Andre. Laura menatap Andre dengan malas, kemudian ia malah melalui tubuh Anda begitu saja. Rasanya iya begitu kesal pada mantan suami yang juga calon suaminya, ia kesal Andre tidak memberinya kabar.
Selama seminggu ini, Andre hanya mengirim pesan dengan singkat, dan itu membuat Laura kesal. Padahal, Andre memusatkan pikirannya untuk pekerjaan, hingga dia tidak mempunyai waktu untuk berbasa-basi dengan Laura. dan hanya menanyakan kabar Laura dengan singkat. Itu semua Andre lakukan untuk mempercepat pekerjaannya. Bahkan dia hanya tidur beberapa jam dalam sehari.
“Baby, kau mau kemana?” tanya Andre, ia berusaha menyusul Laura, dan tepat ketika Andre menarik tangan Laura. Laura menghempaskan tangan Andre dengan keras, dan berjalan ke arah lift. Sepertinya Laura tidak bisa diajak berbicara. Hingga akhirnya, Andre memutuskan untuk mengikuti Laura.
Saat Laura akan masuk ke dalam mobilnya, Andre menarik tangan Laura. “Aku akan mengantarmu kemanapun kau pergi!” ajak Andre. Laura tidak menjawab, ia mengikuti langkah Andre untuk ke mobilnya.
“Baby, katakan apa aku membuat salah lagi? sampai kau dingin seperti ini?” tanya Andre dengan lemah lembut. Laura tidak menjawab, ia malah memalingkan tatapannya ke arah lain. hingga Andre langsung menggenggam tangan Laura.
“Jika kau tidak mengatakan kesalahanku, bagaimana aku akan tahu kesalahanku.” Andre menggenggam tangan Laura dengan erat, ia mengecup bibir Laura beberapa kali.
Laura hampir saja meledakkan tangisnya, selama seminggu ini ia begitu merindukan Andre. Tapi Andre hanya mengirimnya pesan sekali. Hingga Laura menyangka Andre tidak peduli lagi padanya. Padahal Andre sudah menjelaskan
bahwa dia ingin membereskan pekerjaannya.
Tapi bagi Laura yang pernah merasakan bagaimana dinginnya sikap Andre, Laura begitu ketakutan dan menganggap Andre berbohong. ia takut Andre berubah seperti semula, hingga itu sebabnya ia langsung menampakan kekesalanya.
“Baby, katakan kesalahanku di mana?” tanya Andre, ia mengelus rambut Laura
Kali ini, Andre begitu sabar menghadapi calon istrinya. Apalagi, ia tau mood Laura naik turun.
“Temani aku berbelanja.” Hanya itu yang bisa Laura ucapkan, walaupun sempat kesal pada Andre..Tapi saat mendengar suara ada Andre lemah lembut, Laura sedikit luluh. Andre tidak menjawab lagi, kali ini ia harus mengikuti apapun yang di mau oleh calon istrinya.
Dan setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Andre sampai di basement mall yang mereka tuju.
Saat akan turun, Andre menggenggam tangan Laura lagi. “Baby, Ayo jelaskan apa salahku padamu?” tanya Andre. Ia mengangkup kedua pipi Laura, memaksa Laura untuk melihat ke arahnya.
“Kau pembohong, kau tidak peduli padaku kau hanya berpura-pura,” jawabnya dengan suara pelan. Pada akhirnya, ia mengucapkan kesalahannya. Andre tertawa, ia merapikan rambut Laura yang menghalangi pipinya.
“Bagaimana mungkin, kau bisa yakin dengan pikiranmu yang seperti itu. Sudah aku bilang, satu minggu ini aku benar-benar sibuk
Aku harus membereskan pekerjaanku sebelum kita berbulan madu. Aku tidak ingin saat kita bulan madu, aku diganggu oleh pekerjaan.”
Andre tertawa saat melihat wajah Laura menggembung, kemudian ia mencubit pipi Laura. “Aku minta maaf, karena selama satu minggu mengabaikanku. Tapi sekarang pekerjaanku sudah selesai. Jadi sekarang semua waktuku untukmu!” kata Andre. Seperti biasa nadanya begitu manis hingga Laura yang tadinya kesal perlahan mengembangkan senyumnya.
“Kau mau memaafkanku kan?” tanya Andre Laura tampak berpikir, seperti biasa, ia jual mahal padahal tentu saja Ia sudah luluh dengan calon suaminya. “Baiklah, jika kau memaksa. Aku akan memaafkanmu!” kata Laura sambil mengibaskan rambutnya.
“Baby, kau ingin membeli apa?” tanya Andre ketika mereka sudah berjalan dan mengelilingi mall. Ini sudah 1 jam berlalu. Tapi Laura belum juga memilih apapun.
“ Entahlah aku bingung,” jawab Laura. Padahal tadi keinginannya ia berbelanja begitu menggebu-gebu.
“Kau ingin membeli tas atau membeli sepatu?” tawar Andre lagi. Jujur saja Andre sudah lelah berkeliling ke sana kemari. Tapi Laura belum juga membeli apapun
“Koleksiku tas dan sepatuku masih banyak yang belum terpakai!” jawab Laura. lgi. Andre apa kau kesal menemaniku?” tanya Laura
.
“Tidak ... Tidak, bukan begitu maksudku!" balas Andre dengan panik.
“Andre aku ingin pulang saja!”
“Hah!” Andre menatap Laura dengan tatapan tak percaya. Www“Kau ingin pulang? tidak jadi berbelanja?” tanya Andre lagi.
“Tidak ... Aku tidak jadi berbelanja.”
“ Ya sudah ayo kita pulang.”
“Tapi aku tidak mau pulang ke mansion.”
”Lalu kau ingin pergi ke mana?” tanya Andre.
“Bagaimana jika kita pergi ke apartemenmu saja!” balas Laura dengan malu-malu. Andre mengulum senyum saat mendengar ucapan Laura. Sepertinya pikirian kedua orang itu sama.
“Oke kita pulang sekarang!” Andre menarik tangan Laura dengan semangat.
•••
Andre membuka pintu apartemennya, hingga Laura pun masuk dan ketika Laura masuk. Tanpa diperintah, kedua insan itu saling menghampiri Andre dengan cepat menyambar bibirr Laura, begitupun Laura yang juga membalas ciumann Andre.
Andre menghimpit tubuh Laura ke dinding, ciumann yang tadinya pelan berubah jadi ciumann yang menuntut. Tubuh kedua orang itu begitu panas, mereka butuh lebih dari ini.
Setelah sekian lama berciumann mereka melepaskan ciumannnya, kedua insan itu menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Tak lama Andre dan Laura sama-sama tertawa.
Andre menempelkan keningnya pada kening Laura, nafas Andre menyapa kulit Laura membuat Laura meremang. Perlahan Laura menggerakan tangannya, kemudian membuka kancing kemeja Andre. Hingga Andre menjauhkan wajahnya.
“Apakah pikiran kita sama Baby?” tanya Andre sambil mencubit dagu Laura. Laura tidak menjawab, ia menggigit bibirnya dengan sensual. Hingga Andre langsung menggendong tubuh Laura dan membawanya ke kamar. Lalu setelah itu mereka pun .....