Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Cemburu


“Mommy ..." Laura dan Naura masuk ke dalam rumah. Kemudian keduanya, kompak berteriak. Gaby yang sedang menerima tamu langsung menoleh. Mata Gaby membulat saat melihat Luara dan Naura ada di rumahnya.


Ia pun dengan segera bangkit dari duduknya, kemudian menghampiri putrinya. “Laura ... Naura.” Gabby membungkuk, kemudian memeluk Laura dan Naura begitu erat.


“Bagaimana kalian bisa pulang, dengan siapa kalian pulang?” Tanya Gabby bertubi-tubi karena memang ia tak menyangka Nael akan memulangkan kedua putrinya secepat ini.


Mereka pulang denganku, memangnya dengan siapa lagi.” Tiba-tiba terdengar suara Nael dari arah belakang, membuat Gabby


melepaskan pelukannya, kmudian menatap Nael.


jantung Gabby berdebar dua kali lebih cepat saat melihat ayah dari anak anaknya. Selama sebulan ini, Gabby sengaja tidak pernah mengangkat panggilan Nael dan tidak pernah membalas Nael.


Saat melihat Gabby, Nael tersenyum, membuat Gabby terpaku. Tiba-tiba, seseorang lelaki yang juga merupakan tamu Gabby berdeham. Hingga Nael langsung melihat ke arah lelaki tersebut. Lalu tak lama, Nael melihat kearah Gabby. Gabby yang ditatap langsung gugup. Ya seperti ketahuan berselingkuh. Padahal Ia dan Nael tidak mempunyai hubung apa-apa.


“Sepertinya kau sedang kedatangan tamu?” tiba-tiba Nael berbicara dengan nada dingin. Rasa cemburu menghinggapinya, membuat Gabby tergagap.


“Dia Darel, kepercayaanku, dia ketua manajemen rumah sakit, sekaligus orang yang kupercaya,” Balas Gabby, Darel tersenyum. kemudian mengulurkan tangannya pada Nael Sedangkan Nael menerima uluran tangan Darel Namun, meremas tangan Darel hingga dia meringis.


Gabby yang melihat itu langsung berdehme. hingga Nael melepaskan genggaman tangannya Darel. “Nona, Gaby Sepertinya kita bisa melanjutkan besok. Saya akan mengirimkan filenya pada anda melalui email.” Gabby pun mengangguk.


“Terima kasih Darel.” Setelah itu, Darel mengalihkan tatapannya pada Laura dan Naura. “hai anak manis, sudah lama sekali kita tidak bertemu.”


Naura dan Laura tersenyum “Haloo paman,”; ucap Laura dan Naura secara bersamaan membuat mata Nael membulat seketika hawa panas langsung menyelimuti Nael ketika kedua putrinya tampak akrab bersama lelaki lain.


“Kalau begitu saya permisi Nona Gaby. selamat malam.” Darel pun pergi berlalu dari dan keluar dari rumah Gaby dan setelah itu Gaby langsung melihat ke arah kedua putrinya. Ia kembali membungkuk lalu membawa Naura dan Laura kedalam pelukannya.


“Mommy rindu sekali pada kalian,” ucap Gabby.


Walaupun masih merasa kesal saat melihat kedatangan Darel, Nael tersenyum saat melihat Gabby memeluk Naura dan Laura. Aini benar-benar gambaran-gambaran sebagai keluarga yang bahagia...


“Ekhem ....” lagi -lagi Nael berdeham ketika Gaby Gabby belum juga melepaskan pelukannya dari Laura dan Naura.


“Nael Terima kasih sudah mengantarkan Laura dan Naura pulang,” ucap Gabby.


“Hanya Terima kasih?” ulang Nael.


“Lalu?”


“ Aku ingin ikut merayakan ulangm tahunmu.”


“Uang tahun?” Gabby menatap Nael dengan bingung.


“Uang tahun siapa, siapa yang ulang tahun?” Laura dan Naura saling tatap, kemudian mereka bersembunyi di belakang tubuh Gaby karena takut melihat reaksi sang ayah.


Meskipun sudah berubah. Tapi ketakutan itu tetap ada, hingga mereka Langsung bersembunyi di belakang tubuh Gabby.


Nael mengusap siapa kasar saat menyadari bahwa ia telah dibohongi oleh kedua putrinya.


“ Laura ... Naura. Apa kalian membohongi Daddy?” tanya Nael, Gabbby tertegun saat Nael sudah memanggil Daddy pada dirinya sendiri, itu berarti putrinya sudah ke luluh dan memanggil Nael dengan sebutan Daddy


Ga komen bener- bener kita musuhan hahaah