Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Miko yang Terkejut


“Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?” tanya Grey, ketika Leticia bertanya tentang siapa orang yang dia percaya.


“Dad, menurutmu bagaimana jika kau menjodohkanku dengan paman Miko?” Leticia menggigit bibirnya, kemudian menunduk setelah mengatakan hal tersebut. Ia bahkan tidak berani menatap sang ayah.


Mata Grey membulat saat melihat saat mendengar ucapan sang putri, ia menatap Leticia dengan tatapan tak percaya.


“Leticia, apa kau bercanda? apa kau ingin mengikuti jejak kakakmu?” omel Grey, karena dulu pun Aurora dan Kenzi butuh perjuangan untuk menggapai Restu Grey. Bahkan Kenzi yang saat itu menjadi sekretaris Greey, lela menyusul ke Jepang untuk memperjuangkan cintanya pada Aurora dan sekarang Putri bungsunya malah ingin mengikuti jejak putri pertamanya.


“Dad, dengarkan aku sekali ini saja!” kata Leticia, ia memberanikan diri mengangkat kepalanya. “Sejak Jordan menghianatiku, aku sudah tidak percaya lagi pada siapapun, aku sudah tidak percaya lagi pada lelaki. Itulah alasan kenapa selama ini aku selalu menolak dijodohkan olehmu. Tapi ketika kau mempercayai Miko, Miko akan bertanggung jawab terhadapmu terhadapku.”


“Apa kau ingin menikah dengan lelaki yang tidak kau cintai?”


“Lalu apa bedanya, jika aku menikah dengan pilihanmu dan kita sama-sama tidak mencintai.”


“ Bagaimana jika Miko sudah memiliki kekasih?” tanya Grey


“Tidak, Dad. Aku yakin, dia belum memiliki kekasih. Bagaimana dia mempunyai kekasih, jika selama 24 jam dia selalu di sini dan menjalankan tugas darimu.”


Grey menguasap wajah kasar saat mendengar ucapan sang putri. “Dad, kumohon ....” Leticia mengiba pada Greey, rasanya otaknya benar-benar buntu.


“Apa kau yakin kau akan bahagia dengan Miko? Lalu bagaimana jika Miko pada akhirnya sama seperti yang lain, karena tidak bahagia denganmu dan terpaksa menikahimu?” Greey lebih memilih berpikir rasional, daripada membuat Leticia terbang terlalu jauh.


Leticia terdiam. “Kau benar juga, Dad...” Leticia menjawab dengan lesu. Leticia menegakkan tubuhnya, lalu menatap Grey. “Ya sudah, Dad. lupakan saja. Anggap saja aku tidak pernah meminta ini padamu!" Leticia pun bangkit dari duduknya, kemudian keluar dari ruangan Grey. lagi-lagi membuat Greey mengusap wajah kasar.


Sekarang pilihan apa yang ia punya, di satu sisi, ia mengerti dengan apa yang di alami oleh putrinya dan apa yang dirasakan oleh putrinya, tidak mudah untuk mempercayai seseorang dan benar, secara logika mungkin Miko bisa dipercaya.


Tapi bagaimana dengan Miko, apakah Miko akan bahagia dengan Leticia. Tidak, Greey tidak seegois itu untuk mengorbankan kebahagiaan orang lain. Tapi sepertinya, ia akan mencoba untuk bertanya pada Miko.


•••


“Anda memanggil saya Tuan?” tanya Miko saat masuk ke dalam ruangan Grey. Setelah Leticia pergi,.Grey memutuskan untuk langsung memanggil Miko ke ruangannya.


“Apa anda butuh sesuatu?”


“Bagaimana menurutmu Leticia?” mendengar


kata Leticia, seketika Miko tersedak, kemudian ia dengan cepat menormalkan ekspresinya.


“Maksud Anda tuan?”


“Lupakan itu .... Apakah sudah memiliki kekasih?” tanya Grey yang mengganti pertanyaannya.


Miko menggeleng. “Saya tidak punya waktu untuk memikirkan itu, Tuan,” jawab Grey.


“Apa ada wanita yang kau sukai?”


“Mungkin ada. Tapi saya tidak berani memimpikannya karena perbedaan kami cukup jauh,” jawab Miko, kali ini Grey menyipitkan matanya saat melihat ekspresi Miko yang tak seperti biasanya.


“Kau selalu mematuhi ucapanku, apa jika aku menyuruhmu menikah dengan Leticia kau mau menerimanya?”


Tibaa-tiba tubuh Miko menegang, jantungnya berdebar dua kali lebih cepat. Bahkan, tanpa sadar ia menatap Greey dengan tak percaya dan menatap Grey tanpa berkedip.


“Bagaimana, apa kau mau?”


“Tu-Tuannn ....”


Gengs dua bab dulu, ya..3 bab lagi menyusul nanti tengah malem. Aku belum beres ngetik.


Gas komen gengs.