Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Membunuh tanpa menyentuh


“Arsen, menurutmu. Apa yang akan Daddyku lakukan jika mengetahui putrinya di khianati?" tanya Gabby, matanya menatap sinis pada Arsen.


Tubuh Arsen benar-benar melemas saat mendengar ucapan Gabby yang membawa nama Stuard. Jika Stuard mengetahui ini,


Ia akan benar-benar hancur.


Walaupun sang Stuard di kenal sebagai pribadi yang baik dan dermawan. Tapi Arsen tahu, sisi gelap ayah mertuanya. Bahkan ia pernah mendengar, ayah mertuanya menghabisi Kareen, yang tak lain adalah Kaka iparnya sendiri. Hanya karena Kareen menghina Simma.


Lalu apa kabar dengannya, bagaimana jika Sang ayah mertua tahu tentang apa yang ia lakukan pada Gabby. Tidak, Arsen tidak sanggup membayangkan itu terjadi. Ia belum siap kehilangan semuanya.


Arsen mengangkat kepalanya, ia menyembah kaki Gaby. “Gabby, maafkan aku, maafkan aku,” ucap arsen. Sungguh. Kali ini, ia ingin menangis sekencang-kencangnya


“Kristin, lihatlah, dia bahkan menyembah padaku. Lalu kau berharap apa padanya?” jawab Gabby. Kristine mengepalkan tangannya saat mendengar ucapan Gabby.


Seandainya ia mempunyai kuasa, tentu saja ia akan membalas Gabby. Ekspresi Kristine. Tidak lepas dari pandangan Gabby. Bahkan, dengan jelas, ia melihat tangan Kristine mengepal.


“Kau ingin menghajarku?” tanya Gabby, ketika Kristin mengepalkan tangannya. Seketika, Kristine kembali membuka tangannya, lalu menggigit bibirnya.


“Kristin, aku ingin menghinamu, tapi seperinya kau sudah sangat terhina. Benarkan Arsen?” Gabby menatap Arsen yang sedang menunduk.


“Apa dia wanita murahan Arsen?” ulang Gabby, Arsen memejamkan matanya ketika mendengar ucapan Gabby.


“Kenapa kau tidak menjawab, Arsen?” tanya Gabby lagi.


“Ya, ya. Di-dia wanita murahan,” Jawab Arsen terbata-bata. Seketika Kristine mengangkat kepalanya. Gabby tertawa nyaring.


Tak perlu menggunakan tangannya untuk menghancurkan Kristine. Cukup gunakan otaknya dan semua selesai.


“A-Arsen ....” Wajah Kristine sudah memerah ketika mendengar ucapan Arsen yang menghinanya. Ia tau, Arsen terpaksa mengatakan itu. Tapi, ia tak menyangka, Arsen akan mengikuti ucapan Gabby dan sama sekali tak membelanya.


Gabby yakin, ucapan Arsen barusan sangat menyakiti Kristine, itu terlihat dari wajah Kristine, yang berubah ketika Arsen mengatakan bahwa dia murahan.


Tiba-tiba, Gabby membuka tasnya, kemudian merogoh ponselnya. Lalu, memperlihatkan sesuatu ke hadapan Arsen. Ia memperlihatkan nomer ponsel Stuard, dan berencana menakut-nakuti Arsen.


“ Aku memilihmu Gabby,” jawabnya dengan cepat, Gabby menganggukan kepalanya lalu melihat kearah Kristine.


“A-arsen bagaimana mungkin kau ....” Kristin menatap Arsen dengan tatapan tak percaya. Rasanya, semua kenangan manisnya bersama Arsen hilang dalam sekejap, ketika Arsen memilih Gabby.


“Arsan Aku akan memaafkanmu dan melupakan ini semua. Tapi dengan satu syarat.” Seketika wajah Arsen berbinar saat mendengar ucapan Gabby. Ia tidak memikirkan apapun lagi. Yang penting, dia harus mendapat maaf dari Gabby.


“Katakan Gabby, katakan apa yang harus aku lakukan. Aku akan melakukan semuanya untukmu,” ucap Arsen Gabby mengangguk-anggukan kepalanya.


“Kau boleh saja di atas awan. Tapi besok, kau yang akan aku hancurkan,” ucap Gabby dalam hatinya, ketika melihat wajah Arsen yang berbinar. Tentu saja, ia juga akan menghancurkan Arsen dengan tangannya.


Gabby melihat ke arah Kristine, kemudian menoleh lagi pada Arsen.


“Aku ingin kau menamparnya,” ucap Gabby, membuat mata Arsen dan mata Kristine membulat.


“Ga-Gabby!” panggil Arsen terbata-bata. Ia tidak percaya, istrinya menyuruhnya untuk melakukan kekerasan. Ia berpikir, Gabby bercanda. Tapi dari raut wajahnya, Arsen yakin istri tidak bercanda.


“Kau tidak mau Arsen ... Oke,. jika kau tidak mau, aku bisa menelpon Daddyku, lalu dia akan menjemputku kemari dan kalian selesai.” Gabby menghentikan ucapannya, ia melihat wajah Arsen yang jelas sangat terkejut.


“Jadi kau pilih mana, ikuti kemauanku atau aku akan menekan tombol hijau ini dan menelpon Daddyku.” Arsen membulatkan matanya, saat mendengar Gabby yang membahas soal Stuard, Arsen tak bisa berpikiran jernih, yang terpenting ia harus menyelamatkan dirinya sendiri.


Pada akhirnya, Arsen bangkit dari duduknya. Lalu menghampiri Kristie.


“ Kau-kau mau apa Arsen?”tanya Kristine. terbata-bata. Ia menatap takut pada Arsen.


Arsen tak menjawab, ia memejamkan matanya kemudian mengangkat tangannya dan Plakkkk


satu tamparan mendarat di pipi Kristine pada akrhinya, Arsen menampar Kristine dengan tangannya sendiri.


Gas komen gas vote gens