
“Kami meminta maaf atas sikap Nael, Nona Gabby. Kami akan membujuknya untuk bertanggungjawab padamu,” ucap Grisella, seketika Gabby menggeleng.
“Tidak, aku tidak butuh pertanggung jawaban Nael, karena jika dia terpaksa bertanggung jawab, anak-anakku akan menjadi korban dari keegoisannya ayahnya, mental anakku akan terganggu ketika mereka melihat kebencian dari ayah mereka. Mereka akan tersakiti, ketika mengetahui yang sebenarnya, bahwa ayah mereka tidak menginginkan kehadiran mereka. Jadi aku rasa, kondisi seperti ini lebih baik daripada mereka harus melihat kebencian dari Nael,” kata Gabby dengan hati yang amat hancur.
Grisella terdiam, Aurora, Putri pertamanya pernah diperlakukan buruk oleh Greey, bahkan sangat buruk, karena dulu Grisella terpaksa menitipkan Aurora pada Grey, dan sekarang dia tahu, ketakutan macam apa yang dihadapi oleh Gaby.
••••
Beberapa hari kemudiam
“kau berbohong kan ini tidak nyata, kan?” tanya Simma dengan wajah memucat. Tubuh wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu melemas, saat mendengar percakapan antara Stuart dan Gabriel.
Ia dan suaminya baru saja pulang dari luar kota. Lalu setelah mereka tiba, Gabriel datang ke Mansion mereka dan Stuart langsung mengajaknya berbicara di ruang kerjanya
Saat masuk, mereka membahas tentang Gabby Arsen dan juga keluarga Arsen, termasuk Gabby yang sedang hamil anak Nael dan Nael yang tidak mau bertanggung jawab.
Tadinya, Simma hanya berniat mengantarkan teh keruangan suaminya. tapi ternyata, pintu ruangan itu agak sedikit terbuka. Hingga Simma bisa mendengar semua percakapan antara suami dan putranya.
Sebenarnya, selama ini Simma belum mengetahui tentang permasalahan Gabby dan Arsen, saat mendengar itu, tentu saja Sima merasa shock bukan main.
Dan yang lebih membuat Simma terkejut adalah lelaki yang menghamili Gabby tidak mau bertanggung jawab.
Stuard dan Gabriel saling tatap, mereka tak menyangka Simma mendengar apa yang mereka bicarakan apa.
“Sayang!” Panggil Gabriel dan Stuard secara bersamaan.
“ Apakah itu bena !Apakah benar itu menimpa Gabby?” tanya Simma dengan bibir bergetar. Tangis Sima sudah luruh saat mengetahui apa yang terjadi dengan putrinya.
“Sayang! aku bisa menjelaskan semuanya Tenangkan dirimu!”
“Tenang katamu! masalah sebesar ini kalian tidak memberitahu padaku. Gabriel .. kenapa kau tidak memberitahu Mommy tentang apa yang terjadi pada Adikmu?” tanya Simma.
Stuart langsung maju dan memeluk Simma. Hingga Simma meronta dalam pelukannya, Lalu, Sima memukul-mukul dada Stuard dengan tangis yang Luruh. Ia begitu hancur, saat tau apa yang menimpa Gabby. Dan ia malah tidak tau dengan kondisi putrinya.
“Tenang Sayang ... tenang. Bukan aku tidak mau memberitahumu. Tapi aku takut kondisimu drop. Aku sedang mencari jalan keluar untuk Ini!” kata Stuart, setelah Simma sedikit tenang.
Sima melepaskan pelukannya lalu menatap putranya. “Gabriel, di mana adikmu sekarang?” tanya Simma
“Dia di apartemen Gisel, Mom!” jawab Gabriel.
“Jangan ada yang mengikutiku. Aku ingin bertemu Gabby seorang diri!” kata Sima pada Stuart dan juga pada Gabriel. Setelah itu, ia langsung keluar dari ruangan Stuard dan sedikit berlari. Rasanya, ia Ingin secepatnya memeluk putrinya dan memberi kekuatan pada Gabby. Ia tahu, betapa hancurnya perasaan Gabby saat ini, dan ia mengutuk dirinya sendiri yang tidak tahu dengan apa yang terjadi pada putrinya.
Gila sih, nangis kejer 😭 Aku lagu ngetik ini aja sedihnya bukan maiinnn
Tinggalin komen sebanyak-banyaknua biar besok bisa up rutin