
Joshua dengan cepat menahan tangan Jonatan dia menjauhkan Jonathan dari dinding agar kakaknya tidak melukai dirinya sendirinya. Tapi, tak lama Jonathan langsung menghempaskan tangan Joshua.
Walaupun tubuh Jonatan kurus, tapi jika Jonatan sudah mengamuk, tenaganya bisa berkali-kali lipat hingga pada akhirnya lelaki itu langsung kembali mendekatkan tubuhnya ke tembok, lalu memukul-mukulkan kepalanya hingga Joshua kembali bangkit lalu setelah itu dia menarik tubuh Jonathan dan menghempaskannya hingga Jonathan terjatuh di lantai.
Secepat kilat, Joshua langsung mendidih tubuh saudara kembarnya, kemudian memegang kedua tangan Jonathan agar tidak melawan. “Jonatan cukup, kau ingin bertemu dengan Syakira bukan?"
Mendengar nama Syakira, tiba-tiba Jonathan terdiam dia menatap Joshua hingga tatapan kedua saudara kembar itu saling mengunci. “Aku berjanji aku akan membawa Shakira kepadamu, tapi berjanji, kau tidak melukai dirimu sendiri.”
”Shakira? Shakira?” tiba-tiba Jonathan tertawa saat mendengar nama Shakira, moodnya langsung berubah membaik ketika nama wanita itu disebutkan oleh orang lain.
“Mana Shakira? mana Shakira?" raut wajah Jonathan seperti seorang anak yang sedang dijanjikan mainan oleh ibunya, membuat hati Joshua kian pedih.
Joshua bangkit dari tubuh Jonathan, lelaki itu langsung membantu Jonathan duduk. Dia menekuk kakinya menyetarakan diri dengan Jonathan.
“ Jo kau ingin bertemu Shakira bukan?” tanya Joshua lagi, berusaha membuat Jonathan tenang.
“Shakira? mana Shakira,” wajahnya terlihat bahagia namun tatapan matanya kosong seolah tersirat kepedihan di sana.
“Aku berjanji akan membawa Shakira, tapi kau harus makan dan kau tidak boleh melukai dirimu sendiri lagi?”
“Hmm aku berjanji,” jawab Jonathan dengan riang.
“Tunggu sebentar.” Joshua bangkit dari berlututnya, lelaki itu langsung menghampiri Gabby dia menghela nafas saat melihat bahu sang ibu gemetar, pertanda Gaby menangis.
Selama di rumah sakit, Gaby jarang sekali menemui Jonathan wanita paruh baya itu hanya selalu melihatnya dari luar dia benar-benar tidak sanggup melihat Jonathan seperti ini.
“Mom!”
Gabby menghapus air matanya kemudian dia berbalik. “Mana makanan yang tadi, aku akan menyuapi Jonathan,” ucap Joshua Gaby memberikan paper bag yang berisi kotak makan, kemudian Joshua langsung masuk lagi ke dalam.
Joshua mendudukkan dirinya di sebelah Jonathan, kemarin-kemarin dia tidak berani menyebutkan nama Syakira karena takut saudara kembarnya akan terlalu larut dalam dunia imajinasinya. Tapi barusan dia memberanikan diri mengatakan nama wanita itu
Joshua langsung membuka kotak makan, kemudian dia menarik lembut bahu Jonathan.
“Ayo makan, aku janji akan membuat Shakira kemari.” wajah Jonathan tampak senang,
Joshua menyendokan makanannya, lalu menyiapkannya ke mulut Jonathan dengan mata yang berkaca-kaca, lelaki itu berusaha untuk tak menangis di depan saudara kembarnya.
***
Sebenarnya dia berharap bahwa kontraknya di Afrika akan diperpanjang agar dia kembali ke sana, tapi jika tidak ... mungkin dia akan kembali melamar menjadi dokter di sini.
Tiba-tiba ponsel Shakira berdering satu panggilan dari Joshua, helaan nafas terlihat dari wajah cantik Shakira wanita itu memutuskan untuk tidak mengangkatnya, sebab jika Joshua meneleponnya pasti Joshua akan mengatakan hal yang sama meminta dia datang untuk bertemu Jonathan.
Mungkin orang akan menyangka, bahwa Shakira jahat tidak mau menolong mantan suaminya, tapi percaya bukan hal yang mudah untuk dia bertemu dengan Jonathan yang sudah memberi luka yang sangat dalam padanya.
“Bagaimana, apa Shakira menjawab panggilanmu?” tanya Gabby.
“Tidak, Mom. Dia tidak mengangkatnya. Coba Mommy yang telepon.” Gabby menggangguk, kemudian wanita itu mengutak-atik ponselnya.
“Shakira juga tidak mengangkat panggilan dari Mommy."
Sepertinya Shakira tidak ingin hari pertamanya ke Rusia dibebankan dengan masa lalu hingga dia memutuskan untuk tidak menerima telepon dari siapa-siapa.
Gabby dan Joshua melihat ke arah Jonathan, terlihat Jonathan sedang berbicara sendiri sepertinya lelaki itu sedang membayangkan jika Shakira datang
“Jo, apa mommy harus berlutut di hadapan Shakira agar dia mau menemui Jonathan," ucap Gaby.
“Biarkan aku yang mengurusnya Mom. Aku akan memaksa Shakira kemari.” Jonatan mengutak atik ponselnya kemudian dia mencari titik keberadaan Shakira, lalu lelaki itu mengerutkan keningnya saat ternyata. Shakira ada di Rusia.
“Mom, ternyata Shakira sudah pulang kemari,” ucap Joshua. Helaan nafas terlihat dari wajah Gabby, bisakah kau menyusulnya sekarang juga?” tanya Gabby, Joshua mengangguk, di berlalu meninggalkan Gabby, dia langsung bergegas mencari titik di mana lokasi Shakira.
Dan di sinilah Jonathan berada, dia di depan pintu kamar hotel yang di tempat Shakira, dia masih terdiam di tempat, karena jujur saja dia takut Shakira menolak permintaan. Tapi, dia tidak akan pernah tahu jika belum mencoba hingga pada akhirnya Joshua menggerakkan tangannya lelaki itu langsung mengetuk pintu, dan tak lama pintu terbuka.
“ Joshua!” panggil Shakira, dia begitu terkejut dengan kehadiran lelaki itu. Padahal, dia dia tidak memberitahukan siapapun tentang kepulangannya.
“Shakira ...."
“Jo, aku mohon jangan memaksaku. Aku ingin menikmati hariku dan ....” tiba-tiba Shakira menghentikan ucapannya saat melihat Joshua berlutut.
“Tolong jangan seperti ini,” ucap Shakira.
”Shakira, aku berjanji aku tidak akan mengganggumu lagi, tapi ku mohon temui Jonatan sekali ini saja, dia sudah sangat memperhatikan bahkan dia hampir terjun dari gedung," jawab Joshua tentu saja dia berbohong, berharap kali ini Shakira setuju.
Shakira ....