
Entah berapa lama Leticia berlari hingga langkahnya terhenti ketika ia tak sengaja menendang sesuatu, dalam minimnya cahaya Leticia langsung mengambil benda yang tadi tendangnya ternyata itu adalah sebuah buket bunga, tak lama matanya terarah pada sebuah kotak cincin yang tak jauh dari tempat ia berdiri.
Leticia membuka kotak cincin itu, ternyata cincin itu berisi cincin yang kemarin di pilih oleh Miko. Leticia menjatuhkan buket bunga, kemudian ia menangis saat menyadari bahwa betapa jahatnya dia. Ia membiarkan Miko menunggu.
“ Maafkan aku Paman miko!” lirih Leticia berlinang air mata, ia merasa menjadi wanita paling jahat di bumi ini. Pada akhirnya, tubuh Leticia ambruk ke bawah, ia menyesali dirinya yang terlalu menekankan egonya hingga membuat Ia kehilangan Miko.
Setelah sekian lama menangis di bawah guyuran hujan, Leticia menyadari sesuatu. Ia tidak boleh diam saja ia harus mencari tahu di mana Miko dan meminta maaf, ia takan sanggup jika Miko berubah seperti dulu.
Secepat kilat, Leticia pun bangkit dari duduknya dan berniat mencari Miko.
Saat berbalik, tubuh Leticia dia mematung jantungnya berhenti berdetak saat melihat Miko ada di depannya, tatapan kedua insan itu saling mengunci, tangis Leticia semakin berlinang, ketika Miko tersenyum padanya sungguh ia ingin menjerit sekencang-kencangnya.
Rupanya saat Ia memutuskan menyerah untuk menunggu di pantai, untuk terakhir kalinya Miko ingin memastikan sesuatu. Hingga walaupun tubuhnya basah kuyup, dia datang ke villa untuk bertanya terakhir kalinya pada Leticia.
Dan tanpa disangka, saat ia akan sampai ke villa, ia melihat Leticia berlari. Karena hujan begitu deras, Leticia tidak melihat ke arahnya dan ketika melihat Leticia berlari ke arah pantai, Miko pun ikut berlari mengikuti Leticia. Dan ia tidak menyangka, ia bisa melihat Leticia menangis sambil melihat buket yang ia bawa tadi.
Hati Miko berbunga-bunga, ketika Leticia menangis sambil melihat cincin yang sudah ia siapkan dan ketika Leticia berbalik, Miko tersenyum, senyuman Miko begitu hangat dan tulus, senyuman yang tidak pernah Leticia lihat sebelumnya, Miko tersenyum tanpa dipaksa dan tanpa diperintah..
Setelah sekian lama saling menatap, perlahan Miko maju ke arah Leticia, kemudian ia melewati tubuh Leticia begitu saja dan mengambil buket bunga yang sudah rusak karena tercampur oleh air hujan dan pasir, kemudian ia kembali lagi menghampiri Leticia. Hingga kini, kedua pasangan itu berdiri saling berhadap-hadapan.
Di bawah kucuran hujan, kedua insan itu saling menatap. Leticia menatap Niko dengan berlinang air mata, sedangkan Miko hanya tersenyum tulus pada Leticia. Kemarin-kemarin, kedua insan itu tidak ada yang menyatakan cinta pada satu sama lain. Tapi hari ini berbeda, mereka seolah sudah mengerti perasaan masing-masing, tanpa harus berbicara tentang perasaan mereka
Nafas, Leticia tercekat saat mendengar suara Miko yang begitu tulus, tidak kaku seperti biasanya. Bahkan kali ini ia seperti tidak mengenal Miko, Miko seperti terlahir menjadi Miko yang baru.
“Aku tidak butuh bunga ini!” kata Leticia, ia menarik bunga itu lalu melemparkannya ke bawah, membuat Niko terhenyak. Dia pikir, Leticia menolaknya. Namun sepersekian detik, rasa risau itu berganti dengan rasa lega ketika Leticia berhambur memeluknya.
••••
“Pa-paman, kau pakailah kamar mandi di dalam. Aku akan mandi setelahmu.”
ucap Leticia ketika ia turun dari gendongan Miko.
Ya, saat ini mereka sudah berada di dalam villa. Setelah adegan saling memeluk, Leticia mengajak Miko untuk kembali ke Vila karena hujan semakin deras dan tanpa diduga, Miko menawarkan untuk menggendong Leticia dan Leticia tidak enak untuk menolak. Hingga, akhirnya terpaksa ia pulang digendong oleh miko walaupun sebenarnya ia merasakan canggung.
Dan ketika sampai di villa, serta turun dari gendongan Miko. Rasa canggung yang dirasakan Leticia semakin menjadi-jadi, bukan hanya Leticia saja yang merasa canggung, Miko pun juga sama. Untuk pertama kalinya, ia merasa gugup di dekat seorang wanita. Padahal, beberapa menit lalu mereka saling memeluk.
Saat Leticia akan berbalik, Miko menarik tangan Leticia, ia pikir, ia harus menghilangkan kecanggungan yang terjadi diantara mereka.
“Pa-paman," kata Leticia saat Mikoo ....
Saat Miko berkata 500 komen dulu ye Hahahahahah