Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Leticia Yang Kesal


“Bagaimana mungkin?” Jordan menatap ponselnya tanpa berkedip, ia sungguh terkejut saat melihat unggahan Gabby di Instagram, dimana Gaby memposting sebuah foto sedang di altar, mempelai lelaki itu membelakangi. Namun dari belakang, Jordan tau, lelaki itu adalah Nael.


Tiba-tiba hati Jordan terasa panas, ketika Nael tidak memberitahukan pernikahannya. Ya, ia tahu, hubungannya belum membaik dengan Nael. Apalagi semenjak Nael menghajarnya di bar, mereka belum berkomunikasi lagi.


Jordan terlalu malu untuk datang ke mansion Greey dan menghampiri sahabatnya, dia juga tidak punya nomor ponsel Nael, hingga ia tidak berkomunikasi dan tak mungkin ia minta nomor Nael pada Leticia, sedangkan mereka sudah lost contact selama 3 tahun.


“Kenapa dia tidak memberitahuku hari pentingnya!” Jordan bergumam lirih. Padahal mereka bersahabat selama puluhan tahun, seharusnya ada komunikasi yang terjalin diantara mereka, walaupun hubungan mereka sudah tidak baik, itulah pikiran Jordan.


Tapi tidak dengan Nael, sejak saat Jordan menghianati adiknya, Nael tidak ingin lagi ada kaitannya dengan Jordan sekarang. Nael malah lebih respect pada Arsen, di mana arsen benar-benar membantunya dari titik awal hingga Nael berhasil untuk mendapatkan hati Gabby dan kedua putrinya. Tak bisa dibayangkan jika saat itu tidak ada Arsen, ia tidak akan seperti sekarang.


“Sayang kau kenapa?” tiba-tiba Ayana atang sambil menggendong Mona, Putri mereka membuat Jordan tersadar.


Jordan tersenyum samar, selama pernikahannya dengan Ayana, ia selalu mencoba untuk bersikap baik walaupun pada nyatanya, hatinya masih terpaut pada Leticia.


Jika ditanya ia menyesal. Ya, iya sangat menyesal. Bayang-bayang Leticia selalu menghantuinya, Tapi ia tidak punya pilihan lain, ia harus tetap bertanggung jawab dan memperlakukan Ayana dan Putri mereka dengan baik, walaupun hatinya tersiksa dan benar kata Nael, ini adalah karma yang harus Jordan terima.


“Aku tidak apa-apa, aku akan keluar sebentar dan Aku akan kembali secepatnya.” Tiba-tiba Jordan terpikirkan sesuatu, ia harus memberanikan diri untuk datang ke mansion Grey, berdalih berpura-pura memberikan selamat pada Nael sekaligus juga agar ia bisa melihat Leticia.


•••


“Dad, aku ingin menemani Laura dan Naura berbelanja!” jawab Leticia.


“Kau ingin bawa mobil sendiri?” tanya Grey Leticia mengangguk. “Miko akan ikut bersamamu biar dia yang menyetir.” Tiba-tiba mata Leticia membulat saat mendengar ucapan Grey. Miko yang berada di belakang tubuh Grey seraya memberi laporan pada Grey sempat terkejut dengan perintah Grey. Namun tak lama, Miko berhasil mengendalikan ekspresinya. Hingga ia tampak dingin dan datar seperti biasanya.


“Tidak usah, Dad. Aku ingin menikmati waktu bersama Laura dan Naura!” kata Leticia dengan cepat. Bagaimana mungkin ia bisa menghadapi Miko setelah apa yang terjadi beberapa hari lalu.


“Kau bisa duduk di belakang bersama Laura sama naura dan biar Miko yang menyetir!” Greey.


“ Tuan Bagaimana jika sopir saja yang mengantar Nona Leticia!” Niko mencoba memberi memberi saran membuat mata Leticia kembali membulat.


“Tunggu, apa dia menolak mengantarkanku!” Leticia membatin, seraya menatap Miko dengan tak percaya, tiba-tiba ia merasa kesal ketika Miko menolak mengantarkannya. padahal beberapa menit lalu, ia yang menolak Miko. Tapi kenapa ia merasa kesal ketika Miko menolak mengantarkannya.


Seketika ....


Udah 4 bab, kalau ya tembus komen 500,.update besok dua bab aja hahahaahayayau