Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Bagaimana, Nona?


“Pa-paman Miko ...” tiba-tiba lutut Leticia melemah, jantungnya berdebar tak karuan tubuhnya diam mematung saat melihat Miko ada di depannya. Bagaimana mungkin Miko bisa menemukannya


“Hai, nona. Saya rasa satu minggu sudah cukup untuk Anda bersembunyi dari kami!” kata Miko tiba-tiba, membuat Leticia tersentak kaget.


Miko menegakkan tubuhnya kemudian ia melangkahkan kakinya dan masuk ke dalam. “Pa-paman, kau mau apa?” tanya Leticia, selangkah Miko maju, selangkah pula Leticia mundur.


“Nona, saya bertanya pada anda Apa Anda butuh tambahan waktu untuk bersembunyi sebelum kita menikah?” Miko mengulangi pertanyaannya, membuat Leticia terdiam.


Cukup! Leticia tidak mau lagi bersembunyi, ia tidak mau lagi lari dari Miko, Leticia menghela nafas kemudian menghembuskannya, ia langsung menatap Miko dengan tatapan menantang. Namun seperti biasa, rasa jengkel menghinggapi Leticia saat wajah Miko terlihat tetap datar.


“Paman Apa kau gila, kenapa kau ingin menikahiku. Apa kau pikir aku mau menikah dengan robot sepertimu?” tanya Leticia


“ Nona saya bukan robot!” balas Miko.


“Oh, ya. Lalu kenapa kau mau menikahiku hanya karena kau di perintah oleh Daddyku?”


“Anda tidak mau menikah dengan saya, Nona?”tanya Miko.


“Bukan begitu maksudku ak ....” Leticia menghentikan ucapannya, karena ia menjawab demikian.


“Oh, jadi Anda mau menikah dengan saya?” tanya Miko membuat Leticia menggerakkan frustasi, kenapa lelaki di depannya ini begitu mudah mengembalikan ucapannya. Tiba-tiba Leticia menyeringai, ia terpikirkan sesuatu.


“Paman, seandainya aku mau menikah dengan paman, apa paman mau mengikuti kemauanku, semua kemauanku?” kata Leticia. “Tiidak ada yang terlewat, Paman harus mengikuti semuanya,” ucap Leticia, ia sengaja menantang Miko.


Miko mengganggu, “Saya akan melakukannya demi Anda Nona.”


“Tersenyum lebar!” kata Leticia, Miko sedikit ragu namun kemudian ia berhasil tersenyum di hadapan Leticia, membuat Leticia menutup mulut karena menahan tawanya, ini pertama kalinya ia melihat Miko tersenyum lebar, dan di mata Leticia senyuman Miko begitu lucu, karena Miko tersenyum bercampur terpaksa.


Entah kenapa, tiba-tiba Leticia menjadi di atas angin, ia rasa, ia harus mengerjai Miko. “Sekarang ikuti ucapanku. “Leticia, aku mencintaimu,” ucap Leticia tiba-tiba yang memerintahkan Miko mengatakan demikian


“Saya mencintai anda nona!” kata Miko membuat Leticia menepuk keningnya. “Seharusnya kau tidak memanggilku Nona. Seharusnya, kau ikuti ucapanku. Aku mencintaimu Leticia, bukan saya mencintai anda nona!” Leticia mengkoreksi ucapan Miko dengan gemas.


“Leticia Aku mencintaimu!” tiba-tiba Leticia terdiam saat Miko mengikuti ucapannya. Tatapan mata Miko, menatapnya dengan intens Entah kenapa jantungnya berdebar tak karuan, ketika Miko mengikuti perintahnya.


Padahal beberapa detik lalu, Miko menjawab dengan lucu. Tapi entah kenapa, Leticia merasa kali ini Niko menjawabnya dengan serius.


“Nona!” Panggil Miko menyadarkan Leticia dari lamunanya.


“Nona, saya rasa anda harus berhenti bermain-main. Saya ingin menanyakan sesuatu pada Anda, Apa Anda mau menikah dengan saya?’ tanya Miko, sepersekian detik jantung Leticia berhenti berdetak, ia menatap Niko tanpa berkedip.


Bagaimana mungkin lelaki ini begitu to the point, tanpa merayunya tanpa melamarnya dan langsung pada intinya, tentu saja sebagai wanita Leticia merasa gengsi untuk langsung menerima pinangan Miko. Bagaimana mungkin ia akan menjawab dan menyetujui ajakan Miko sedangkan ia sudah menolak mati-matian.


Leticia


Kebiasaan Leticia, dia yang mancing dia yang panik, eh yang di pancingnya malah bikin baper 😆😆


Gengs kemarin aku memang libur ya karena kemarin hari merah. ini aku up satu bab dulu ya. dua bab lagi menyusulya. hari ini up lagi kok, aku tinggal revisi aja. ada part haredang nanti