Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Ketulusan Shakira


Jonathan dan Shakira, saling tatap. Rahang Jonathan mengeras saat melihat istrinya keluar dari mobil sang adik kembar. Namun Syakira langsung tersadar, hingga dia pun memutuskan untuk pergi ke mobilnya. Sedangkan Joshua langsung menghampiri Jonathan.


“Jo, aku ingin mengambil barangku yang tertinggal di apartemenmu," ucap Joshua, Jonathan tidak menjawab dia bahkan menatap Joshua dengan tatapan kesal, lalu setelah itu ia pun langsung berjalan tanpa menggubris pertanyaan Joshua, membuat Joshua menggeleng.


***


Jonathan mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Entah kenapa, rasanya dia mendadak kesal saat melihat Joshua dekat dengan istrinya, karena dia tahu dulu joshualah yang menyukai Shakira, karena dia pernah melihat foto Shakira di kamar kembarannya, dan tentu saja setelah mengetahui tadi mereka berbicara bersama rasa marah Jonathan semakin menjadi-jadi.


Entah kenapa lelaki itu begitu egois, dia hanya mementingkan perasaan cemburunya tanpa mementingkan perasaan Shakira yang tidak pernah sama sekali melakukan apapun yang disangka.


Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Jonathan sampai di kantornya, dan dia pun langsung masuk ke dalam perusahaan.


“Apa agendaku hari ini,?" tanya Jonathan pada sekretarisnya.


“Mungkin anda hanya akan makan siang di luar bersama klien Anda,” ucap Nabila walaupun mereka bersahabat. Tapi ketika mereka di kantor, mereka layaknya bos dan sekretaris.


***


Shakira masuk ke dalam area pemakaman, wanita itu langsung berjalan ke arah makam ibunya dan setelah sampai, ia langsung mendudukkan dirinya di tanah. Tak lupa, dia menyimpan bunga favorit sang ibu.


“Ibu, apa Ibu baik-baik saja di sana?” tanya Shakira, dia menyadarkan kepalanya ke nisan sang ibu.


“Ibu tau, kemarin aku gagal mengoperasi pasien, keluarganya pasti sangat hancur sama seperti aku dulu yang kehilangan ibu,” lirihnya, Shakira tidak berbicara lagi dai teringat dia saat kehilangan ibunya satu-satunya orang yang dia sayangi.


“Bu, apakah nasib pernikahanku akan sama seperti ibu, di mana Ayah meninggalkan kita.


Apakah aku juga akan dicampakkan oleh suamiku,” ucapnya lagi. Shakira mempunyai trauma dengan pengkhianatan, karena ayahnya pergi meninggalkan ibunya dan memilih menikah dengan wanita kaya dan setelah itu dia tidak tahu lagi kabar ayahnya sampai sekarang.


“Bu, aku kesepian. Aku ingin hubunganku dengan Jonathan seperti dulu. Tapi Jonathan sepertinya tidak mau melihatku lagi, Aku ingin berbicara, memperbaiki hubungan kami, tapi Jonathan tidak mau mendengarkanku. Lalu, Bagaimana jika aku berpisah dengannya. Aku tidak punya siapapun lagi, tapi aku juga tak sanggup untuk terus berada di sampingnya dan juga ....”


Shakira menghentikan ucapannya, dia tidak kuasa membendung tangisnya. Dia hanya wanita biasa, ingin seperti wanita lain yang memiliki keluarga yang utuh, anak dan juga kehidupan yang normal. Bukan seperti ini


Tak terasa sudah 5 jam Shakira berada di pemakaman ibunya, Sedari tadi dia terus menangis mengeluarkan keluh kesahnya, dan setelah itu dia memutuskan untuk pulang ke apartemen.


***


Shakira mengendarai mobilnya, dengan kecepatan pelan. Selalu seperti ini, setiap dia pulang dari makam ibunya dia selalu merasa hatinya begitu hampa, seolah raganya tertinggal di makam sang ibu


Sebelum pulang, Shakira memutuskan untuk pergi ke restoran favorit Jonathan. Setiap dia merindukan lelaki itu, dia selalu pergi ke tempat-tempat yang selalu mereka datangi ketika hubungan mereka masih hangat.


Shakira masuk ke dalam restoran, dia mengedarkan pandangannya mencari meja yang kosong, hingga tatapannya berhenti di sebuah meja, di mana ada Jonathan dan juga seorang wanita yang tak lain klien Jonathan.


Hati Shakira terasa nyeri saat melihat pemandangan tersebut, di mana Jonathan tersenyum lepas pada wanita itu dan berbincang-bincang hangat, sedangkan padanya ....


Jonathan yang merasa diperhatikan menoleh pada Shakira, seringai puas terlihat dari wajah lelaki tampan itu. Dia seolah puas dan memperlihatkan keakrabannya dengan rekan bisnisnya, hingga Shakira tersadar. Dia memutuskan untuk masuk dan mencari meja lain.


Shakira mengangkat tangannya, kemudian memanggil pelayan dan ketika sudah memesan makanan, Shakira kembali melamun. Ia baru saja merasakan sedih karena dari makam ibunya, dan sekarang dia harus melihat suaminya makan dengan wanita lain.


Saat awal-awal hubungan mereka renggang Shakira pernah protes pada Jonathan karena saat itu dia mergoki Jonathan makan dengan wanita lain yang dia tidak tahu entah itu siapa.


Sedangkan Shakira menganggap bahwa tidak seharusnya wanita dan lelaki akrab seperti itu, dan disitulah awal sikap dingin Jonathan dan ketika Jonathan terus bersikap dingin Syakira memutuskan untuk kembali menjadi dokter hingga kedua hubungan mereka merenggang.


Akhirnya makanan yang di pesan Shakira datang. Tadi perutnya begitu lapar, tapi saat melihat Jonatan dengan wanita lain. Rasanya, rasa lapar itu hilang berganti dengan rasa sakit tapi dia tidak boleh melewatkan makan siangnya, Karena dia mempunyai penyakit maag kronis.


Hingga dia pun menyuapkan makanan itu tanpa semangat dan setelah selesai Shakira langsung kembali mengangkat tangannya, kemudian wanita itu memanggil pelayan untuk meminta Bilt rasanya dia ingin segera pergi dari restoran itu.


“Tuan Jonathan!” panggil Alenka, rekan bisnis Jonathan.


Jonathan yang baru saja melihat istrinya keluar langsung tersadar, dia pun langsung kembali menoleh ke arah Alenka. Lalu setelah itu, mereka pun berbincang-bincang hangat.


***


Jonathan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Entah kenapa pikirannya melayang pada saat tadi, di mana dia melihat Shakira masuk ke dalam dengan wajah yang sembab.


“Cih, untuk apa juga aku peduli,” jawab Jonathan.


Jonathan turun dari mobil, kemudian dia berjalan ke arah lift. Nyatanya, walau dia mengatakan tidak peduli, tapi hati kecilnya mengkhawatirkan Shakira. Hingga setelah makan siang, dia memutuskan untuk pergi ke apartemen.


Pintu terbuka, dia mengedarkan pandangannya mencari istrinya, dan ternyata istrinya sedang berada di balkon.


“Ck, sia-sia aku mengkhawatirkannya, ternyata dia baik-baik saja,” Jawab Jonathan. Apalagi sekarang dia melihat istrinya sedang bertelepon dengan seseorang.


Jonathan masuk ke dalam kamar, dia membanting pintu hingga Shakira yang sedang menelpon temannya langsung menoleh.


Dia baru saja berkonsultasi dengan temannya dan temannya mengatakan menyuruhnya untuk mendekati Jonathan secara halus, dan terus mengulang momen-momen. Di mana mereka masih mempunyai hubungan hangat, dan Shakira pun rasanya menyetujui itu.


Shakira sudah lelah jika harus terus seperti ini, setidaknya dia ingin mencoba untuk kembali mendekati Jonathan dengan cara halus.


Setelah melihat Jonathan makan dengan wanita lain, rasanya Shakira sudah banyak berpikir dia tidak boleh terus membiarkan hubungan mereka seperti ini, dia tidak akan sanggup jika kehilangan Jonathan, dia tidak ingin gagal di pernikahan.


***


Waktu menunjukkan pukul 08.00 malam, Shakira berdiri di depan kamar Jonathan. Rupanya, Syakira ingin menawarkan Jonathan untuk makan bersama.


Untuk pertama kalinya, dalam 4 tahun ini dia kembali mengajak Jonathan untuk makan bersama.


Shakira mengetuk pintu kamar suaminya, dan tak lama terdengar suara derap langka hingga Jonathan langsung membuka pintu. Hening, tidak ada yang berbicara Jonathan tidak berbicara begitupun dengan Shakira


“Jonathan Ayo kita makan malam bersama?" ajak Shakira.


.


Jonathan menatap Shakira dengan kesal. Teringat saat tadi istrinya menelepon dengan seseorang, dan Jonathan menyangka Shakira sedang menelpon Manuel yang tak lain mantan kekasih Shakira, dan menyangka Syakira sedang membalas dendam, sebab tadi Shakira melihatnya makan dengan wanita lain.


Saat Shakira tidak berbicara lagi, Jonathan menutup pintu sedikit keras, hingga Shakira langsung terhuyung ke belakang, karena terlalu terkejut dengan gerakan Jonathan yang tiba-tiba.


Mata Shakira memanas saat melihat apa yang Jonathan lakukan. “Kau tidak boleh menyerah, Shakira. Setidaknya kau sudah berusaha, sebelum kau benar-benar ingin mengakhiri semuanya."