Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Mengajak Miko menikah


Perlahan, Nael masuk ke dalam store tempat dimana ada adiknya. Dari belakang, ia tahu bahwa lelaki yang berdiri di depan Leticia adalah Jordan.


Tidak perlu dijelaskan lagi, saat melihat Jordan menggendong seorang anak, Nael mengerti apa yang terjadi. Setelah di belakang Leticia, Nael berdehem, hingga semua menoleh kearah Nael.


“Lama tidak berjumpa, Jordan.” Nael menekankan ucapannya, saat melihat Jordan, dan tiba-tiba rahangnya mengeras. Sekarang ia mengerti Kenapa adiknya berubah menjadi pendiam, terlebih lagi Ia juga mengenal Ayana.


Dan saat barusan berjalan ke arah Leticia, ia mendengar percakapan Ayana yang memanggil Jordan sayang. Itu, sebabnya Nael bisa memperjelas semuanya dan mengerti apa yang terjadi.


Melihat Nael ada didepannya, seketika Jordan terhenyak kaget. Ia bahkan hampir melepaskan putrinya dari gendongannya. Namun, beruntung ia segera tersadar.


“Na-Nael, Bagaimana mungkin.” wajah Jordan sudah pucat saat melihat Nael ada di depannya, otaknya tiba-tiba kosong. Tubuhnya mengambang. Bagaimana mungkin, Nael berdiri di depannya. Padahal, Ia sendiri yang mengantarkan Nael pemakaman.


Leticia menghela nafas saat melihat kakaknya berada di belakang, kemudian iya berbalik ke arah Nael. “Kak, ayo pulang. Aku ingin pulang!” dari sorot mata Leticia, Nael tahu, Leticia tidak ingin memperpanjang urusan.


Nael mengangguk, “Hmm, kita pulang.” Sebelum melangkahkan kakinya, Nael kembali melihat ke arah Jordan.


“Sepertinya cuaca nanti malam sangat bagus untuk kita minum bir bersama. Aku akan menghubungimu nanti.” Nael menekankan ucapannya saat berbicara pada Jordan, kemudian ia melangkahkan kakinya. Setelah itu, ia menepuk pundak Jordan dengan keras sehingga Jordan tersadar kemudian ia keluar sambil menarik tangan Leticia.


“ Ayo kita makan bersama ada Gabby dan kedua keponakanmu di sana,” ajak Nael.


ketika keluar dari store. Leticia menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, matanya sudah memerah. Mungkin satu kali kedipan saja air matanya sudah berderai.


“Mereka akan pergi ke mansion kan? aku akan menemui mereka disana. Aku lelah, bolehkah aku pulang duluan.” Leticia berucap dengan nada yang super pelan, ia sedang mati-matian menahan tangisnya.


Selama ini, ia matian-matian menghindar agar tak bertemu Jordan dan Ayana..Tapi barusan, ia melihat mantan kekasih dan sahabatnya menggendong Putri mereka, terlihat jelas bahwa keluarga mereka sangat bahagia dan mereka berbahagia diatas penderitaannya.


Saat Leticia akan masuk ke dalam mobil, tangannya ditahan oleh Miko. “Silahkan duduk di belakang, Nona. Biar saya menyetir.” Leticia yang merasa tubuhnya sudah sangat lemas, tidak membantah ucapan Miko, ia pun segera masuk ke dalam mobil dan setelah itu Miko pun masuk dan menjalankan mobilnya.


Saat berada di dalam mobil, Leticia menyandarkan kepalanya ke jendela. Mati-matian, ia menahan tangisnya. Ia tidak, Miko melihatnya menangis.


“Nona, apa anda ingin pergi ke sesuatu pke suatu tempat?” tanya Miko


“Tidak, aku ingin pergi saja ke mansion,”jawab Leticia, Miko pun mengangguk, kemudian ia melihat Leticia dari kaca sekilas kemudian fokus mengemudi.


Leticia menghela nafas saat jalanan terlihat sangat ramai, hingga kendaraan yang di kendarai Miko berjalan dengan pelan. Sungguh, saat ini, ia sekali sampai di mansion dan merebahkan tubuhnya di kamar


“Paman!” panggil Leticia, ditengah rasa yang berkecamuk, Leticia terpikirkan sesuatu.


Miko yang sedang fokus mengemudi menoleh. “Paman, maukah kau menikah denganku,” ucap Leticia tiba-tiba, seketika Miko langsung menginjak rem secara mendadak, hingga Leticia terhuyung kedepan. Ia terlalu terkejut dengan ajakan Leticia


Seketika ....


Seketika kalian harus gas komen.