Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Kali ini berbeda


waktu menunjukkan pukul 12.00 siang, Ayana tersadar ketika telepon berbunyi, ia pun langsung mengangkatnya. “Baik, tuan. Saya akan memesankannya!” kata Ayana, ternyata Raymond meminta Ayana untuk memesankan makan siang.


Tapi, tak lama, ayahnya terpikirkan sesuatu. Ia bingung harus memesan makanan apa, karena ia belum mengetahui tentang Raymond. Sedari tadi, ia fokus dengan pekerjaannya.


Ia pun bangkit dari duduknya, kemudian ia berencana untuk menanyakan makanan yang di pesan Raymond, karena ia tidak bertemu dengan sekretarisnya Raymond yang lama, jadi ia tidak sempat bertanya.


“Tuan, maaf. Saya tidak tahu makanan apa yang anda sukai.”


Raymond yang sedang fokus dengan laptopnya melihat sekilas, kemudian terdengar decakan kesal saat Ayana bertanya padanya.


“Pesankan aku makanan Chines," ucap Raymond Ayana pun mengangguk.


•••


“Apa-apaan ini, kenapa kau memesankan makan pedas,” ucap Raymond saat Ayana datang membawakan makanan Chines yang pedas. Ayana menggigit bibirnya, ia lupa bertanya dan sekarang, terlihat jelas bahwa Raymond begitu kesal padanya. Ini hari pertamanya bekerja, dan dia malah meninggalkan kesan buruk.


“Maafkan saya, tuan. Saya akan memesankan lagi ....”


“Habiskan makanan itu!” ucap Raymond, mata Ayana membulat, Ia mempunyai penyakit lambung, dan tidak mungkin memakan makanan pedas.


“Ba-baik, Tuan. Anda yakin tidak ingin memesan lagi?” tanya Ayana.


“Tidak perlu, aku bisa memesannya sendiri!” kata Raymond dengan ketus. Ayana menggangguk, kemudian ia berbalik..Lalu setelah itu, ia keluar dari ruangan Raymond, sedangkan Raymond hanya menggeleng.


“Dasar bodoh!” umpat Raymond.


Tapi ia takut, Raymond akan murka dan ia takut Raymond memantaunya dari CCTV. Dengan pelan, Ayana membuka kotak makanan tersebut, Lalu memejamkan matanya dan memulai memakan satu suap demi suap, hingga makanan itu tandas.


Wajah Ayana memerah, dengan cepat ia langsung lagi ke pantry dan mengambil air. Seperti dugaannya, perutnya mendadak melilit ia berusaha untuk tetap tenang.


Tak lama, ia mendengar suara pintu terbuka pertanda Raymond keluar dari ruangannya. Dengan cepat, Ia pun langsung keluar dari pantry dan menghampiri Raymond


“Kau ikut aku, kita harus segera menghadiri meeting,” ucap Raymond. Ayana pun mengangguk, ia langsung mengambil tasnya lalu mengikuti langkah Raymond. Ia tidak memperdulikan dirinya yang kesakitan, yang ia pikirkan, adalah ia harus melakukan yang terbaik agar tidak dipecat lagi.


Saat berada di mobil, Ayana terus memegang perutnya yang terasa melilit. Namun sebisa mungkin, Ia tetap tenang. Apalagi ini hari pertamanya mendampingi Raymond untuk pergi meeting dan setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang ditumpangi Raymond dan Ayana sampai di sebuah hotel tempat meeting dilaksanakan.


Ayana turun mendahului Raymond, kemudian membukakan pintu untuk Raymond dan mereka pun masuk berjalan masuk ke dalam. Saat akan masuk ke dalam, bersamaan itu pula Jordan masuk ke dalam dengan sekretarisnya. Tiba-tiba mata Ayana membulat, saat melihat Jordan. Ia langsung menghentikan langkahnya, begitupun Jordan.


“Apakah Jordan dan Raymond saling mengenal lalu. Bagaimana jika Jordan kembali meminta Raymond memecatku.” Ayana membatin lirih, tapi tak lama ia tersadar. Secepat kilat, ia pun masuk kedalam, menyusul Raymond. Sedangkan Jordan mengepalkan tangganya, ia bingung kenapa Ayana bisa bersama dengan Raymond, yang merupakan rekan bisnisnya.


Beberapa hari kemudian.


“Apa anda akan memecat saya, Tuan?” tanya Ayana ketika Reymond memangilnya secara mendadak.


“Kau ingin berhenti bekerja?" tanya Reymond. Membuat Ayana mengerutkan keningnya. Biasanya ia akan langsung di pecat ketika Jordan mengetahui pekerjaan..Tapi, kenapa sekarang Raymond berkata sebaliknya.


Plis ini mah yah 500 komen


Gengs baca komentar ya, ada pengumuman di komentar