
2 jam kemudian
Gabby dan Nael sama-sama melihat ke arah depan. Mereka sama-sama memeluk lututnya. Tatapan mereka lurus kedepan, mereka fokus menatap ombak yang sedang bergulung.
Ini sudah 2 jam mereka terdiam di pasir. Selama dua jam pula, mereka menetralkan sakit kepala yang melanda. Entah bagaimana, mereka saling mendekat. Hingga kini, mereka duduk bersebelahan. Tapi, walaupun mereka duduk bersebelahan, mereka tidak berbicara satu patah kata pun, mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.
“Hidup itu lucu bukan.” Tiba-tiba, Nael membuka suaranya setelah dua jam terdiam. Gabby menoleh kearah Nael sekilas, kemudian ia melihat lagi ke arah depan.
”Kau benar, hidup itu lucu.” Gabby menghentikan sejenak ucapannya, kemudian tersenyum getir saat mengingat kehidupan pernikahannya. “Aku cantik, aku kaya dan aku sempurna, masih saja dikhianati, bukankah itu lucu?” jawab Gabby dengan wajah yang sendu.
Ia langsung menutup wajahnya, karena bulir bening sudah terjatuh dari pelupuk matanya. Ini titik terendah seorang Gabby Josephine, di mana dia selalu tak bisa untuk menahan air matanya, ketika ia mengingat perselingkuhan Arsen. Lelaki yang sudah 13 tahun bersamanya.
Hening
Mereka kembali terdiam, menatap deburan ombak yang sedang bergulung dengan ritme yang cukup pelan.
“Kenapa kau tidak berbalik menyelingkuhinya?” tanya Nael. Gabby mengangguk-anggukan kepalanya. “Aku rasa, itu bukan ide yang buruk. kau mau menjadi selingkuhanku?” tanya Gaby. Padahal, ia hanya refleks mengatakan itu. Tapi, Nael malah menggangguk.
“Aku mau menjadi selingkuhanmu,” jawab Nael lagi. “Sepertinya tidak buruk jika kita menjadi partner ranjang saja,” kata Nael. Tiba-tiba, Gabby langsung menoleh ke arah Nael. Ia menatap Nael dengan tatapan tak percaya.
“Yang benar saja,” omel Gabby. ia terlihat tidak menyukai usulan Nael. Ia kembali melihat ke depan. Tiba-tiba, bayangan Arsen dan Kristine bercinta menari-nari di otaknya.
Cukup!
“Kau mau menjadi partner ranjangku?" tanya Gabby lagi. Nael menyeringai, kemudian bangkit dari duduknya, lalu mengulurkan tangannya pada Gabby. “Tak lucu bukan, jika kita melakukannya disini,” kata Nael.
Seperti terhipnotis, Gabby pun mengangguk. Kemudian, ia menerima uluran tangan Nael, Lalu setelah itu mereka pun berjalan sambil bergandengan tangan.
Sama seperti Gabby, Nael berada di titik terendahnya. Ia sungguh lelah, terus memikirkan Kania, dan saat rasa lelah itu terus menerjangnya. Ia terpikir untuk menjadikan Gabby patner ranjangnya.
Nael membawa Gabby masuk ke dalam hotel. Lalu, ia mengajak Gabby untuk pergi ke kamar yang tadi ia pesan. Sedangkan Gabby, Hanya menurut saja dan mengikuti langkah Nael. Sebenarnya, ia ragu untuk melakukan ini. Tapi rasanya, begitu menyakitkan ketika ia terus membayangkan saat Arsen dan Kristin memadu kasih di belakangnya.
Saat masuk kedalam kamar, Nael langsung menyudutkan Gabby Kedinding. Ia langsung mencium rakus bibir Gabby, begitupun Gabby yang juga membalas ciuman Nael tak kalah rakusnya.
Gabby seorang wanita normal, sudah sangat lama Arsen tidak menyentuhnya, dan itu karena Kristin. Tentu saja, itu menambah rasa sakit yang dialami Gabby. Hingga sekarang, Gabby ingin melampiaskannya dengan Nael.
Mereka berciuman dengan ganas, tubuh mereka sudah sama-sama panas. Nael merobek baju Gaby. Hingga dada Gabby terpampang nyata di depannya. Lalu setelah itu, ia melepaskan tautan bibirnya kemudian bermain di leher Gabby dan ...
Dan di next bab hahahaha
Ga boleh ada yang hujat Gabby ya. Karena status Gabby udah lajang.
Ga komen besok up satu bab hahaha jadi komen yang banyak