Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Malam penuh kepedihan


Nael melihat jam di pergelangan tangannya, beberapa kali ia mencoba mengirim pesan kepada Gabby, tapi Gabby tidak membalasnya.


Saat ini, ia sedang berada di depan gerbang rumah Gabby dan berencana untuk masuk setelah Laura dan Naura tertidur. Mungkin ia tidak akan berbicara apapun terlebih dahulu padahal Laura dan Naura. Ia hanya ingin melihat Laura dan Naura dan menemani mereka sepanjang malam.


Tapi ternyata, setelah satu jam berlalu Gabby belum juga membalas pesannya. Nael memejamkan matanya, hingga tak lama ponsel miliknya berdering, membuat Nael langsung mengangkat kepalanya seraya tersenyum. Ternyata pesan itu dari Gabby yang menyuruhnya masuk, tentu saja membuat Nael Nael berbinar.


Nael Memakai masker kemudian memakai topinya, setelah itu ia keluar dari mobil dan masuk ke dalam di mana Gabby sudah menunggunya di mobil.


“Apa mereka benar sudah tidur?” tanya Nael Gabby mengangkuk.


“Ayo!” Gaby mendahului Nael untuk berjalan ke arah lift dan naik ke kamar kedua putra-putrinya mereka.


Saat berada di depan pintu kamar Laura dan Naura, Nael menghentikan langkahnya, ketika ia akan masuk ke dalam kamar, lalu ia melihat ke arah Gabby. “Gabby, bolehkah aku menemani mereka malam ini sampai besok pagi


Aku ngin menghabiskan waktu bersama Laura dan Naura ” Gabby mengangguk, kemudian tersenyum.


“Jangan sampai bersuara, karena Laura dan Naura sangat sensitif terhadap suara sekecil apapun. Lalau begitu aku pergi ke kamar.” Setelah mengatakan itu, Gabby berbalik kemudian meninggalkan Nael.


Setelah berdiam cukup lama, akhirnya Nael memberanikan diri masuk ke dalam kamar putrinya. Saat masuk, nafas Nael terasa terceka, jiwanya seolah di renggut paksa dari Raganya.


Saat melihat kedua putrinya sedang tertidur, dan setelah 3 tahun berlalu setelah ia memendam rindu, akhirnya ia bisa melihat kedua putrinya dari dekat .


Ia masih tidak menyangka ada ini titik ini, titik di mana ia di ijinkan kembali untuk melihat Laura dan Naura, putri yang selama ini sia-siakan.


Nyatanya melihat wajah putrinya yang tertidur sungguh menyesakkan. Terbayang kekejamannya dulu, terbayangkan kesepiannya Laura dan Naura saat, saat ia mengabaikan mereka.


Tak lama, terlihat suatu pergerakan dari Laura membuat Nael langsung dilanda kepanikan secepat kilat Ia pun langsung bangkit dari duduknya dan bersembunyi di sisi ranjang


Jantung Nael, berdebar tak karuan saat merasakan bahwa putrinya terbangun. Ia sungguh takut Laura dan Naura akan histeris.


Laura terbangun dari tidurnya saat merasakan ada yang aneh dengan suasana kamarnya. Ia melihat ke sekelilingnya sedangkan Naura masih tertidur. Wajah anak kecil itu sudah memucat saat menyadari sesuatu. Perlahan, ia bangkit dari berbaringnya lalu turun dari ranjang membawa boneka lalu berlari


“Mommy ada hantu ke paman Nael!” teriak Laura dengan kencang. Ruanya sebelum ia membuka mata, Laura melihat bayangan Nael yang sedang menatapnya Itu sebabnya saat ia membuka mata dan Nael tidak ada, Laura langsung berlari dengan memanggil nama sang ibu, dan menyangka itu adalah hantu.


Setelah Laura berteriak


, Naura terbangun membuka matanya karena faktanya Naura pun tidak tertidur. Naura melihat kearah bawah di mana Nael sedang bersembunyi Lalu dengan wajah dingin, Naura pun turun dari ranjang dan setelah itu, dengan santai ia keluar dari kamar membuat Nael mengerutkan keningnya saat mengintip dan ternyata Naura tidak ketakutan seperti Laura.


Secepat kilat, Nael bangkit dan menegakan tubuhnya.“Na-Naura!” Panggil Nael terrbata-bata, Naura yang akan keluar dari kamar menoleh hingga mata kedua dan ayah anak itu saling mengunci


Dan .....


Ga komen besok up satu bab hahahaha