Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Balasan yang sadis


Ayana menggigit bibirnya saat Moa menanyakan Raymond. “Mommy!” tanya Moa lagi, entah kenapa tiba-tiba gadis kecil itu langsung teringat Raymond.


Ayana tampak terdiam. “Daddy ada di luar.”


“Mommy, panggilkan Daddy kemari,” titah Moa. Ayana menghela nafas, kemudian menghembuskannya. Lalu, ia pun menggangguk


“Mommy, akan panggilkan Daddy kemari,” ucap Ayana. Ia pun segera berbalik, kemudian keluar dari ruangan. Saat keluar dari ruangan, ternyata Raymond sedang duduk di kursi tunggu l.


Ayana berdehem, menyadarkan Raymond yang sedang terdiam. Hingga Raymond menoleh sekilas, setelah itu, Raymond menatap ke depan, membuat Ayana semakin gugup.


Perlahan, Ayana mendudukkan dirinya di sebelah Raymond. “Tuan maafkan aku!” kata Ayana sambil menunduk. Raymond menoleh, kemudian ia menarik sudut bibirnya, saat melihat lucunya Ayana ketika ketakutan.


Raymond menggerakkan tangannya, kemudian ia menggenggam tangan Ayana membuat Ayana mengangkat kepalanya. “it's okay, tidak usah dipikirkan,” jawab Raymond...Ayana meringis saat melihat pipi Raymond yang tampak memerah. Sudah dipastikan, itu karena tamparannya.


“Apa itu sakit?” tanya Ayana dengan nada malu-malu..Raymond menoleh kemudian berbisik di telinga Ayana, membuat Ayana membuatkan matanya. Lalu memalingkan tatapannya ke arah lain, membuat Raymond tertawa saat melihat lucunya ekspresi Ayana.


“Apa Moa sudah bangun?” tanya Raymond.


“Hmm, Moa sudah bangun, dia mencarimu,” jawab Ayana terbata-bata. Ada rasa sungkan ketika menjawab pertanyaan Raymond yang mengatakan bahwa Moa mencarinya.


Raymond pun bangkit dari duduknya. “Ayo masuk,” titah Raymond pada Ayana. Setelah itu, Ayana pun ikut bangkit. Lalu mengikuti Raymond. masuk kedalam ruangan.


“Akhirnya, Putri Daddy bangun,” ucap Raymond dengan lemah lembut. Raymond mendudukkan berangkar, kemudian Moa langsung merentangkan tangannya, pertanda ingin digendong oleh Raymond. Rupanya gadis kecil itu masih merasa ketakutan.


Kejadian tadi memang cukup singkat. Namun, mampu membuat seluruh tubuh Moa bergetar dan sekarang Ia hanya teringat sang ayah yang terakhir bersamanya. Raymond mengangkat tubuh Moa. Lalu, mendudukkan Moa di pangkuannya, kemudian ia langsung mengelus punggung Moa, agar Moa nyaman berada dipelukannya.


•••


Jordan menghentikan mobilnya tepat di depan rumah sakit. Saat dalam perjalanan Jordan benar-benar masa bahwa tubuhnya melayang. Bahkan beberapa kali ia hampir menabrak pembatas jalan, karena ia tidak fokus mengemudi.


Pikiran Jordan melanglang buana, memikirkan tentang kenyataan yang ada,.kenyataan tentang Moa adalah putrinya. “Ayana!” lirih Jordan dengan suara yang super pelan. Bahkan, nadanya terdengar memberat saat memanggil nama Ayana. selama bertahun-tahun, dia sudah begitu jahat pada Ayana. Padahal dia pun sendiri yang bersalah.


Tiba-tiba bahu Jordan bergetar hebat, lelaki tampan itu menangis tergugu saat menyadari kejahatannya, terutama pada Moa, teringat saat dulu ia hampir membanting tubuh putrinya, dan barusan ia malah akan menabrak putrinya sendiri.


Jordan menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tidak boleh diam saja. Seketika, Jordan menghapus air matanya, kemudian ia keluar dari mobil. Lalu setelah itu ia berjalan dengan cepat untuk masuk ke dalam rumah sakit.


Setelah bertanya pada resepsionis dan mengetahui ruangan Moa, akhirnya Jordan pun langsung naik ke atas.


Saat berada di depan ruangan rawat Moa, tubuh Jordan dia mematung. Rasanya, tubuhnya tidak bisa digerakkan. Namun tak lama, ia berusaha mengendalikan dirinya, kemudian membuka pintu.


Seketika amarah berkobar hebat di dada Raymond saat melihat Jordan masuk ke dalam ruangan Moa.


Ayana yang sedang duduk di sofa, juga ikut menoleh ke arah Jordan. Baru saja ia akan bangkit dan berniat mengamuk pada Jordan karena mencelakai putrinya. Ucapan Raymond menghentikannya


“Ayana tolong pegang Moa!” kata Raymond. Ayana bergidik saat melihat wajah Raymond yang berbeda. Namun tak urung, dia pun mengambil alih Moa dari gendongan Raymon.


Raymond berjalan dengan langkah lebar. Ia langsung menarik jas Jordan hingga ia dan Jordan keluar dari ruangan.Setelah berada di luar, Raymond langsung menendang dada Jordan hingga Jordan tersungkur ke belakang.


Kali ini, Jordan tidak melawan. Tubuhnya benar-benar sudah melemas karena fakta yang baru saja terbongkar, fakta bahwa Moa adalah putrinya.


Sedangkan Raymond gelap mata. Saat Jordan berada di lantai, Raymond langsung menggerakkan kakinya lalu ia menendang-nendag tubuh Jordan. Hingga meringis. Entah berapa lama Raymond menekan dan menginjak tubuh Jordan dengan kakinya, hingga akhirnya Jordan mengalami muntah darah dan tak sadarkan diri.


Walaupun Raymond gelap mata dan menghajar Jordan. Tapi Raymond tidak bersuara sedikitpun, hanya kakinya yang bergerak untuk menghajar Jordan, karena ia tahu ia sedang berada di rumah sakit..


Beruntung Moa ada ruangan VIP yang hanya ada dua kamar di lantai tersebut, dan satu kamarnya kosong. Hingga tidak ada yang tau bahwa ia menghajar Jordan, hingga akhirnya Jordan terkepar tak sadarkan diri, dengan mulut yang mengeluarkan darah.


••••


Beberapa hari kemudian


Jordan terus meminum alkohol di depannya. Ia benar-benar depresi saat ini. Setelah habis beberapa botol, akhirnya Jordan bangkit dari duduknya, memutuskan untuk ke arah kerumunan yang sedang menikmati musik.


Ternyata saat berada di kerumunan Jordan berbuat onar, hinggai orang-orang itu tidak terima. Beberapakali Jordan di Tegur, tapi, Jordan masih tetap berualah. Hingga beberapa orang menarik paksa tubuh Jordan keluar.


Saat berada di luar pun, Jordan masih meracau, hingga membuat orang-orang yang menarik Jordan emosi.


Tubuh Jordan di lemparkan, hingga Jordan terhuyung. Satu lelaki itu maju, kemudian mengeluarkan sesuatu dari sakunya.


“Aaaaa!” Teriak Jordan histeris saat cairan itu mengenai wajahnya, seketika


sebenarnya mau up dari tadi tapi kemarin komentarnya kemarin dikit bangettt huhu.


Yuk ramein yuk gas komen


Gengs jangan lupa follow Ig ku ya. Ada semua Visual di sana


Ig Dewikim423.