
mobil yang dikendarai supir akhirnya berhenti di depan kantor Grey, anak buah Miko yang tadi mengapit Nael langsung turun meninggalkan Nael sendiri dalam mobil.
Saat semuanya turun, Nael mengelus dadanya berusaha untuk menguatkan dirinya untuk bertemu dengan sang ayah. Ada rasa malu dan takut yang bersemayam dalam diri Nael.
Bagaimana ia akan menjelaskan semuanya pada ayahnya
Tiiba-tiba, Nael tersadar ketika pintu jendela diketuk oleh Miko, karena Nael belum juga keluar. Nael memakai masker kemudian memakai topinya. Lalu setelah itu, ia keluar dari mobil dan setelah keluar, ia langsung berjalan ke arah dalam dan dikawal beberapa orang yang tadi menjemputnya di bandara dan Miko berjalan tepat di belakang tubuh Nael.
Dan inilah detik-detik menegangkan bagi Nael di mana ia berdiri di depan ruangan sang ayah.
“Silakan Tuan..ayah anda menunggu di dalam.”
“Miko Ayo masuk bersamaku!” ajak Nael. Ia menarik jas Miko, membuat Miko ingin sekali tertawa saat melihat wajah Nael yang gugup.
“Ayah anda sudah menunggu di dalam!” kata Miko yang menjauh dari depan Nael. Miko dan anak buahnya pun pergi, meninggalkan Nael sendiri. Hingga sekarang, Nael berdiri di depan ruangan pintu sang ayah seorang diri..
Setelah itu, ia memegang gagang pintu lalu memutarnya kemudian pintu terbuka. Saat pintu terbuka, Nael emejamkan matanya perlahan ia melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam dan ia masih belum berani membuka matanya. Hingga, ia tidak tahu sekarang posisi ayahnya sedang apa
Rasa haru menyeruak dalam dada Grey saat melihat sang putra masuk ke dalam ruangannya. Ia ingin sekali langsung menerjang putranya dan memeluk putranya. Tapi sebisa mungkin, ia menahannya.
“Apa sudah cukup kau bersembunyi?” tanya Grey, ia berbicara dengan dingin dan datar pada Nael. Ia bisa saja berkata dengan dingin. Tapi ia menghapus sudut matanya yang berair karena merasa terharu saat melihat sang putra.
“Maafkan aku Daddy,” ucap Nael dengan terbata-bata. Ia sungguh bergidik saat melihat reaksi ayahnya.
Greey bangkit dari duduknya, kemudian ia berdiri didepan meja dengan menyilangkan kaki. “Kemari!” titah Greey saat Nael masih berada di dekat pintu.
Nael tetap diam ditempat, ia sungguh takut pada ayahnya. “Kemari!” titah Grey dengan tegas sehingga mau tak mau Nael pun berjalan kearah sang ayah.
Hingga kini, sepasang ayah dan anak itu berdiri dengan jarak yang tak terlalu jauh. Perlahan, Grey menegakkan tubuhnya, kemudian ia maju ke arah sang putra sedangkan Nael langsung bergidik saat Greey maju ke arahnya. Ia takut sang ayah menghajarnya. Namun sedetik kemudian, ia terperanjat kaget ketika ayahnya memeluknya.
“Daddy senang kau sudah kembali!”
tubuh Nael diam mematung, ia pikir sang ayah akan menghajarnya karena berbohong. tapi yang terjadi, sang Ayah mah memeluknya. Tubuhnya semakin terdiam, kala mendengar sang ayah terisak sambil memeluknya. Untuk pertama kali dalam hidupnya, ia mendengar ayahnya menangis.
“Da-Daddy..” Nael memanggil Greey dengan bibir bergetar. Perlahan, ia mengangkat tangannya kemudian membalas pelukan Grey dan saat memeluk sang ayah bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk matanya.
“Nael ....” tiba-tiba terdengar suara sang Ibu dari arah belakang, ternyata grisella baru saja datang ke kantor suaminya. Ia langsung memanggil Nael ketika Naeln berpelukan dengan Greey .
Ayolah gas komen biar nanti malem semngat update