Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Kami pergi


4 bulan kemudian


“Mommy, ambil kan lagi. Aku masih lapar,” kata Laura saat sudah menyelesaikan sarapan mereka, tapi ternyata Laura masih belum mau berhenti mengunyah, membuat Gabby tersenyum. Ia pun lantas mengambilkan makanan lalu memberikannya pada Laura, sedangkan Naura sedang anteng menonton televisi.


Ini sudah 4 bulan berlalu, semenjak Laura Naura dan Gaby melakukan operasi. Kondisi mereka sudah sangat membaik, bahkan sudah pulih dan mereka akan dijadwalkan keluar dari rumah sakit siang ini.


Selama 4 bulan ini, Nael tidak pernah absen untuk diam di rumah sakit. Tapi Ia sama sekali tidak bisa masuk karena Laura dan Naura tidak ingin ditemui olehnya.


Saat Nael masuk, Laura dan Naura akan meminta Gabby untuk mengusir Nael. Bahkan mereka tidak mau menatap sang ayah dan akhirnya Nael hanya bisa pasrah menunggu di luar.


Begitupun Gabby, ia tidak banyak berbicara dengan Nael. Ia hanya menjawab Ketika Nael bertanya tentang kondisi Laura dan Naura. Dan Gabby sendikit berbaik hati, membiarkan Nael masuk ketika tengah malam, ketika Laura dan Naura tertidur.


Dan disitulah waktu Nael menyesali semuanya. Setiap malam, ia melewati malam dengan tangisan, menangis dalam diam. Setiap hari, ia selalu memikirkan bagaimana caranya untuk menebus kesalahannya pada Laura dan dan Naura.


Sekeras apa pun ia mencoba. Hasilnya tetap sama, kedua putrinya telah menutup diri darinya. Kini, ia hanya bisa melewati semuanya dengan penyesalan yang teramat dalam.


Setiap hari, Nael tidak pernah pergi dari rumah sakit. Jika siang, ia selalu menunggu di luar dan malam ia tidak pernah tertidur, karena setiap malam, ia selalu melihat wajah putrinya yang sedang terlelap.


Selama 4 bulan ini, Nael bisa bernafas lega, Ia berpikir Gabby bercanda dengan ucapan yang akan membawa Laura dan Naura untuk pergi, karena ia tidak melihat sama sekali persiapan dari Gabby. Dan saat ini, Nael mempunyai rencana besar untuk mendapatkkan hati Gabby dan kedua putrinya.


“Siapkan penerbangan jangan ada yang mengetahui tentang kepergianku nanti!” kata Nael saat menelepon seseorang. Setelah mengatakan itu, Nael pun menutup panggilannya, kemudian ia keluar dari hotel dan berniat pergi ke rumah sakit. Nael berencana untuk menculik Gabby dan kedua putrinya dan bahwa mereka akan mengurung mereka di pulau pribadi


Ia akan mengambil hati mereka secara pelan-pelan. Ia sudah terlalu putus asa dan takut bahwa Lauda dan Naura akan semakin membencinya. Itu sebabnya, ia lebih memilih mengurung mereka di pulau pribadi.


Nael membuka pintu ruangan Laura dan Naura, ternyata ruangan itu kosong. Nael langsung berlari ke arah luar.


“Di mana pasien yang ada di ruangan itu?” tanya Nael pada perawat yang sedang melintas di hadapannya.


Seketika itu juga tubuh Nael langsung Ambruk di lantai. Beberapa orang melihat ke arahnya seperti orang linglung. Padahal, Ia sudah merencanakan semuanya.


Tapi saat ini, Gabby sudah tidak ada di ruangannya dan sudah pergi meninggalkan rumah sakit. “Tidak!” Nael menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tidak mau kehilangan anak-anaknya, ia tidak mau kehilangan Laura dan Naura, secepat kilat ia berlari ke arah ruang kontrol, untuk melihat tayangan CCTV saat Gaby meninggalkan rumah sakit.


Saat berjalan beberapa kali naik menelpon Jordan, karena Jordan pun masih berada di Jepang. Namun Jordan idak mengangkat panggilannya. Ia mencoba menghubungi Gabby nomor ponsel Gabby pun tidak aktif.


Saat akan pergi ke ruang cctv. Langkahnya terhenti, ia tidak mempunyai waktu banyak. Tiba-tiba, pikirannya tertuju pada bandara. Ya, mungkin Gabby dan kedua putrinya sedang pergi ke bandara untuk terbang ke luar negeri..secepat kilat Nael berlari ke arah luar dan membatalkan niatnya untuk melihat cctv dan langsung berlari kearah mobil untuk menyusul Gabby.


Ia tak peduli dengan apapun, ia harus memaksa Gabby dan kedua anaknya untuk ikut dengannya. Sekalipun ia harus menghadapi Gabriel.


Nael yang menjalankan mobilnya dengan kecepatan sangat penuh. Keringat dingin sudah mengucur seluruh tubuhnya, beberapa kali ia hampir menabrak pembatas jalan tapi ia tidak peduli, yang ia pikirkan ia harus sampai ke bandara tepat waktu dan berharap Gabby serta kedua anaknya ada di sana.


Tiba-tiba Bruggg


Mobil Nael menabrak pembatas jalan, hingga mobil Nael terguling dan terpental cukup jauh.


Gas Komen ga komen libur seminggu hahahahahahayayayayay