Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Guru Yang Aneh


3 tahun kemudian


Laura dan Naura yang sedang berada di kelas menatap seorang lelaki yang baru saja sampai lelaki itu adalah guru lukis yang baru saja mengajar di kelas.


Saat ini, sudah 3 tahun berlalu semenjak kepergian Nael dan sebulan setelah kepergian Nael, Gaby Laura dan Naura terbang ke Polandia, dan sekarang mereka menetap di sana dan sudah bahagia di negara yang baru.


Mereka juga sudah terbiasa dengan situasi yang baru. Setelah sembuh dari leukimia, tubuh Laura dan Naura sangat berubah. tubuh mereka lebih berisi rambut mereka kembali tumbuh dan mereka begitu cantik, semakin dewasa semakin bertambahnya umur Laura dan Naura semakin mirip dengan Nael.


Dan sekarang, Laura dan Naura sudah mulai bersekolah sedangkan Gaby kembali meneruskan karirnya sebagai dokter di Polandia.


Laura ... Naura saling pandang saat melihat lelaki yang baru saja datang, lelaki itu yang akan mengajar melukis di kelas mereka.


“Apakah kau akan mengikuti kelas lukis?” tanya Naura sambil berbisik. Naura menggeleng


“Entahlah, aku pikirkan nanti saja,” kata Laura.


jam sekolah sudah selesai, Laura dan Naura keluar dari kelas. Saat mereka berjalan, mereka hampir saja menabrak seseorang hingga mereka menengok ke arah orang itu.


“Kalian tidak apa-apa ?” nya lelaki itu yang tak lain adalah Mike, yang tak lain adalah guru lukis yang tadi baru bergabung di sekolah mereka. Ia berjongkok menyetarakan diri dengan Laura dan Naura.


“Kami tidak apa-apa, Sir,” jawab Laura dan Naura. Mike tersenyum, kemudian bangkit dari berlututnya. Lalu setelah itu, ia langsung mengelus rambut Laura dan Naura.


"Kalau begitu hati-hati.” Setelah mengatakan itu, Mike pun berlalu meninggalkan Laura dan Naura yang masih diam terpaku


Saat Mike melewati tubuh mereka, Laura dan Naura menoleh ke arah belakang, melihat ke arah Mike.


“Apa kau merasa dia aneh?” tanya Laura.


“Mommy ...!” panggil Laura dan Naura yang masuk ke dalam ruangan Gabby. Gabby yang baru saja melepas jas dokternya menoleh kemudian tersenyum ia langsung merentangkan tangannya hingga kedua putrinya memeluknya.


“Bagaimana hari kalian di sekolah?" tanya Gaby


“Mommy kau tahu, ada guru lukis di sekolahku yang baru menggantikan Madam Melia, dia sungguh aneh Mommy.” kata Laura membuat Gaby mengerutkan keningnya.


“Aneh kenapa?” tanya Gabby.


“Entahlahlah, tiba-tiba dia mengelus rambut kami. Bukankah itu aneh?” iba-tiba Gaby terdiam saat mendengar ucapan putrinya. ia merasa aneh dengan hatinya karena mendengar ucapan sang Putri. Namun tak lama, Gabby menggeleng-gelengkan kepalanya Ia pun bingung kenapa ia merasakan perasaan semacam mengambang.


“Ya sudah, kalau begitu ayo kita pulang. Mommy juga sudah selesai di sini.” Mereka pun keluar dari ruangan dan menuju untuk pulang.


keesokan harinya


“Laura ... Naura!” Panggil Gabby ketika mereka sedang berada di meja makan. Laura dan Naura yang baru saja menyelesaikan sarapan mereka menoleh.


“Ya, mommy. Apa kalian tidak ingin pulang ke Rusia untuk menghadiri hari kematian Daddy?” tanya Gaby dengan hati-hati.


Laura dan Naura menggeleng. “Tidak Mommy, kami akan mendoakannya saja dari sini," jawab


Laura dan Naura. Bahkan setelah 3 tahun berlalu, hati kedua anak kecil itu sudah mati. tidak mengingat lagi ayah mereka


Belakangan ini yang komen dikir banget ayo dong gas Komen ga komen libur setaon hahahaha


Jangan ada yang nebak-Nebak