Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Jordan yang nekad


Raymond menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sesekali ia melirik ke arah Moa yang tampak melamun. Semenjak pulang sekolah dan masuk ke dalam mobil, Moa tidak banyak berbicara, gadis kecil itu seolah sedang berpikir.


Raymond mengelus rambut Moa, hingga Moa tersadar kemudian menoleh. “Ada yang kau pikirkan?” tanya Raymond.


“Tidak apa-apa. Aku tidak memikirkan apa-apa,” jawab Moa dengan lesu. Padahal, Ia masih teringat kejadian tadi, di mana dia dibentak oleh seorang wanita yang tak lain Ibu temannya.


“Kau berani berbohong pada Daddy?” tanya Raymond. Mata Moa berkaca-kaca, kemudian ia menatap Raymond dengan mata yang membasah.


“Tadi ibu temanku membentakku di depan semua teman-temanku!” kata moa dengan lirih, membuat Raymond menghela nafas. Ia bingung bagaimana harus menenangkan Moa, belum lagi ia tidak ingin Ayana mengetahui hal ini, jika ayahnya mengetahui ini, pasti akan berbuntut panjang. Bahkan Ayana pasti akan meminta Moa pindah bersekolah..


Ayana begitu perasa, itu sebabnya saat tadi ada masalah di sekolah Moa, Raymond lebih memilih untuk pergi sendiri, tanpa memberitahu Ayana. Semenjak Raymond menyadari perasaannya pada Ayana, sejak itu pula hidup Ayana dan Moa adalah bagian dari dirinya.


Raymond yang awalnya hanya peduli pada Moa, rasa peduli itu berubah menjadi rasa sayang apalagi Moa begitu manis, hingga sekarang saat ada yang membuat Moa menangis, ia lah yang pertama kali maju.


“Bagaimana jika kita memakan es krim?” kata Raymond yang berusaha membujuk Moa. Namun moa menggeleng, membuat Raymond memutar otak.


“Lalu, kau ingin apa. Hari ini, Daddy akan mengabulkan semua keinginanmu!” kata Raymond.


”Apapun?” tiba-tiba wajah Moa berbinar saat mendengar ucapan Raymond. Namun tak lama ia kembali menetralkan ekspresinya, membuat Raymond tertawa.


“Hmm, apapun..Tapi jangan mengatakan apapun pada mommy, kau mengerti!”


“Hmm, aku mengerti.” Moa mengangguk dengan semangat, membuat Raymond menggeleng. Tenyata Moa sama seperti perempuan lainnya, walaupun masih kecil, tapi rupanya gadis itu tahu bagaimana cara merajuk yang benar.


Mobil yang dikendarai Raymond sampai di sebuah restoran yang mempunyai menu burger dan lain-lain. Moa sengaja meminta ke restoran tersebut, ia ingin memakan burger m, es krim dan beberapa menu yang ada di restoran tersebut. Dan Raymond pun menggangguk, menyetujui ucapan Moa.


Raymond turun dari mobil, kemudian memutari mobilnya. Lalu setelah itu, ia membukakan pintu untuk Moa dan mengulurkan tangannya untuk Moa, lalu mereka pun berjalan masuk ke dalam. Saat berjalan masuk ke dalam, langkah Raymond berhenti saat melihat Jordan yang sepertinya sedang makan siang.


“Tidak apa-apa, ayo jangan pedulikan dia!" kata Raymond, Ia pun langsung mengajak Moa untuk pergi ke meja yang jauh di tempat Jordan duduk, sedangkan Jordan menatap Raymond dan Moa tanpa berkedip, ia mengepalkan tangannya di bawah meja. Entah kenapa dia begitu marah saat melihat Moa dan Raymond. Ia masih percaya bahwa Raymond adalah ayah biologis dari Moa dan ia tidak terima Moa dan Raymond terlihat bahagia.


•••


Akhirnya, Moa menyelesaikan semua makanannya, gadis kecil itu benar-benar melahap semua pesanan yang ia pesan. Seetelah itu, Raymond pun bangkit dari duduknya, kemudian membantu Moa untuk turun, lalu merapikan tampilan Moa dan setelah itu, ia pun keluar dari restoran.


Saat keluar dari restoran, tiba-tiba Raymond terpikirkan sesuatu. Ia melupakan kunci mobil yang tertinggal di atas meja.


“Moa, kau tunggu dulu di sini. Daddy harus masuk, seperti kunci mobil Daddy tertinggal di dalam!” kata Raymond, Moa mengangguk.


Saat Raymond masuk, Moa memutuskan untuk menyebrang, ia memutuskan untuk menunggu di depan mobil sang ayah.


Jordan tersenyum sinis saat melihat Moa sedang seorang diri dan terlihat gadis kecil itu akan menyebrang, ia melihat kesana kemari, lalu tersenyum senang, saat sekitarnya tanpak sepi.


Setelah itu, Jordan menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh,ndan ia pun berniat menabrak Moa. Kebenciannya pada Moa semakin menjadi-jadi, saat barusan ia melihat interaksi Raymond dan Moa.


Dan itu sebabnya, sekarang ia gelap mata hingga ide gila muncul di otaknya. Jordan menjalankan mobilnya, dan brakkk


Tiba-tibaaaaa


Tiba-tiba Kalian harus terakhir otor sebelah 🤣🤣


Enggak dengs 500 komen aja cukup kok