Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Joshua


Mata Shakira membulat ketika melihat Jonathan. Dia pikir, pria ini akan senang, terkejut ataupun terharu, tapi lihatlah suaminya ini hanya diam seolah tak peduli bahwa dia sedang mengandung.


"Hamil?" Jonathan berteriak saat menyadari benda yang dia pegang.


"Kau hamil?" Jonathan langsung melihat ke arah Shakira yang kini mengatupkan bibirnya, lalu secepat kilat mendorong tubuh pria itu.


Jonathan kini menarik tangan Shakira kemudian membopong tubuhnya, dan mengayunkan dia ke udara membuat Shakira berteriak.


Ternyata Shakira salah. Jonathan terlihat sangat antusias dengan kehamilannya.


"Jo, turunkan aku, aku pusing," ucap Shakira.


Jonathan menurunkan Shakira kemudian memegang pipi istrinya, lalu menatap wanita ini dengan mata yang berkaca-kaca.


"Shakira, kau tidak berbohong, 'kan? Kau benar-benar hamil, 'kan?" tanya Jonathan bertanya membuat mata Shakira pun ikut berkaca-kaca. Dia balas mengelus pipi pria itu.


"Iya, aku hamil. Kita akan memiliki anak."


Seketika, Jonathan kembali memeluk Shakira dengan erat. Dia benar-benar tak bisa mendefinisikan lagi, seperti apa bahagia yang dia rasakan saat ini. Dia kembali mendapatkan Shakira, dan ternyata Tuhan memberinya hadiah lain, Shakira mengandung benihnya.


***


Jonathan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Sesekali, dia mengelus perut Shakira. Saat ini, mereka baru saja pulang dari rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan, juga diketahui bahwa Shakira mengandung anak kembar.


Setelah pulang dari rumah sakit, mereka berencana untuk pergi ke mansion Gaby dan Nael.


Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil Jonathan sampai di tempat tujuan.


"Sebentar, jangan turun dulu," kata Jonathan ketika Shakira sudah melepaskan seatbelt.


Jonathan bergegas turun, kemudian memutari mobilnya dan langsung membukakan pintu untuk Shakira, lalu membantunya untuk keluar dari sana.


"Jangan berjalan terlalu cepat, Sayang," kata Jonathan membuat Shakira menghentikan langkahnya.


"Oh ayolah, Jo, aku ini bukan orang sakit," kata Shakira, "aku masih bisa beraktivitas, jangan berlebihan."


Bukannya membalas, Jonathan malah membungkuk kemudian menggendong Sahkira lalu berjalan masuk ke dalam sana.


"Jonathan!" teriak Shakira.


Ketika mereka masuk ke dalam rumah, Gaby dan Nael yang sedang berada di taman, langsung keluar kemudian menghampiri anak dan menantunya itu.


"Jonathan, ada apa?" tanya Gaby.


"Akhirnya Shakira hamil," ucap Jonathan dengan riang. Dia yang sudah menurunkan Shakira, langsung meloncat ke arah ayah dan ibunya lalu memeluk mereka bergantian.


Jonathan sangat-sangat bahagia, begitu juga Nael dan Gaby.


***


Sepuluh tahun kemudian.


Tidak terasa, ini sudah 10 tahun tahun berlalu, 9 tahun lalu, Shakira melahirkan anak kembar sama-sama perempuan yang diberi nama Kayla dan Kayna.


Selama sepuluh tahun ini pula, Jonathan benar-benar membuktikan ucapannya untuk menjadi suami dan ayah yang baik untuk Shakira juga anak-anak mereka.


Waktu menunjukkan pukul dua belas malam ketika Shakira masuk ke dalam kamar. Dia baru saja menenangkan kedua putrinya yang sedari tadi menangis karena merindukan Jonathan karena saat ini, Jonathan sedang berada di luar negeri.


Sudah sejak tadi mereka menangis menginginkan untuk segera bertemu dengan Jonathan, tapi beruntung Shakira berhasil menenangkan mereka hingga kini keduanya terlelap.


Shakira berbaring di ranjang, kemudian mengotak-atik ponselnya yang ternyata banyak sekali panggilan tak terjawab dari Jonathan, membuatnya kembali menelpon sang suami.


"Apakah di sana masih sore? Kenapa kau tidak mengangkat teleponku? Kau tahu aku merindukanmu," ucap Jonathan di seberang sana.


"Kau sedang apa?" tanya Shakira.


"Aku baru saja kembali dari hotel, aku sedang berbaring. Rasanya tubuhku begitu lelah, dan aku butuh semangat darimu," kata Jonathan membuat Shakira tertawa


"Cepatlah pulang, kita bisa ungsikan anak-anak ke rumah Joshua," ucap Shakira.


"Baby, kau membuatku gila." Secepat kilat, Jonathan mengalihkan panggilan suara pada video, hingga mereka pun melakukan semuanya lewat virtual.


***


Jonathan turun dari pesawat. Dia berjalan dengan cepat karena merasa tidak sabar untuk segera sampai di rumah, karena dia juga rindu dengan keluarganya.


Saat berada di perjalanan pulang, Jonathan melihat toko bunga, hingga dia segera memutarbalikkan mobil untuk masuk ke dalam sana.


***


Jonathan turun dari mobil, dia langsung berjalan ke dalam rumah sembari membawa paper bag yang diperuntukan bagi kedua putrinya, juga sebuah buket bunga khusus untuk Shakira.


"Daddy!" teriak Kayla dan Kayna secara bersamaan, membuat Jonathan langsung berlari menangkap tubuh kedua putrinya.


"Daddy rindu sekali dengan kalian," ucap Jonathan.


Jonathan mengecup pipi Kayla dan Kayna bergantian, kemudian bangkit dan mengayunkan mereka ke udara membuat keduanya berteriak.


Jonathan kini menurunkan kedua anaknya, lalu bertanya, "Mana Mommy?"


"Mommy ada di taman," kata Kayla.


"Ini oleh-oleh untuk kalian."


Kayla dan Kayna mengangguk, kemudian mereka langsung membuka paper bag dari Jonathan, yang kini langsung berjalan ke arah taman dengan penuh semangat.


Meskipun sudah bersama selama hampir delapan belas tahun, sejak pernikahan pertama dan terjeda oleh perceraian mereka, sebelum akhirnya kembali sebagai pasangan suami-istri, cinta Jonathan dan Shakira tetap ada.


Justru, kadar cinta mereka pada satu sama lain semakin bertambah pada setiap harinya.


"Sayang," panggil Jonathan.


Shakira menoleh. Dia langsung mengembangkan senyumnya, kemudian berlari dan melompat ke pelukan Jonathan. "Aku rindu sekali," katanya.


Jonathan mengayunkan tubuh Shakira ke udara, kemudian memeluknya erat membuat wanita itu kesulitan bernapas.


Jonathan kini menangkup pipi Shakira, kemudian mengecup wajahnya tanpa ada bagian yang terlewat membuat wanita itu tertawa geli.


***


Joshua tampak berjalan ke unit apartemen miliknya, dan saat akan berbelok, tiba-tiba terdiam karena melihat seseorang yang berdiri di depan pintu.


Joshua pun segera menghampirinya. "Maaf, Anda siapa?" tanya Joshua.


"Oh, saya kurir yang mengantarkan paket ini, Tuan."


Johsua yakin bahwa paket tersebut milik Savana yang merupakan istrinya, dan isi di dalam sana pun adalah hal yang berhubungan dengan k-pop.


Savana sangat menyukai sesuatu yang berbau Korea, dan tentu saja Joshua yang akan membayar barang-barang pesanannya.


"Ke marikan, biar aku saja membawanya," ucap Joshua.


"Tapi ini belum dibayar, Tuan."


Josua merogoh dompet, kemudian memberikan uang sesuai tagihan, lalu masuk ke dalam apartemen yang tampak berantakan dengan barang-barang Savana. Entah apa yang wanita itu lakukan seharian ini.


"Savana!" teriak Joshua, membuat Savana yang sedang berada di dapur, langsung menghampirinya.


"Suamiku sudah datang," ucap Savana. Dia langsung mengambil paket itu dari Joshua.


Sebutan 'suamiku' dari Savana bukanlah untuk Joshua, melainkan pada PC artis k-pop yang merupakan isi dari paket yang dipegang oleh pria itu.


"Aku yang menafkahi, orang lain yang dibilang suami. Dasar bocah." Joshua langsung berjalan ke arah kamar kemudian mengunci pintu, karena ingin istirahat dan tidak ingin diganggu oleh Savana.


Enam tahun lalu, Joshua akhirnya menikahi Savana meski karena terpaksa. Saat itu, ketika malam tahun baru, mereka mengadakan pesta barbeque, dan pagi harinya dia terlelap sembari memeluk Savana.


Hal itu membuat Nael pun menyuruhnya untuk menikahi Savana. Lalu setelah menikah, Savana mengaku bahwa dia dan Ameera yang menyimpan obat tidur ke minumannya.


Semula Joshua murka, tapi saat dipikir lebih dalam, pernikahannya dengan Savana pun pun menguntungkan karena dia bisa selamat dari sebuah pertanyaan, yakni: kapan menikah?


Selama enam tahun pernikahan, mereka tidur terpisah. Semula dia pernah berpikir bahwa Savana mengejar karena benar-benar mencintainya, tapi setelah menikah, wanita itu justru terlihat acuh padanya.


Joshua pun Joshua menyadari, bahwa sebenarnya alasan Savana ingin segera menikah karena, ingin lepas dari tekanan keluarganya yang menuntut dia menjadi perempuan 'sempurna', apalagi dia anak tunggal.


Joshua memang mengira tak ada cinta di antara mereka, tapi nyatanya Savana memang mencintai Joshua. Namun, Savana tidak memperlihatkan itu pada suaminya, karena takut Joshua menjauh.


Savana juga lebih nyaman seperti ini, di mana dia bisa berdebat dengan Joshua tanpa canggung, begitulah pikir wanita itu.